Connect with us

DUNIA ISLAM

Milad SII Ungkap! Narasi Radikalisme Datangnya dari Barat

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Syarikat Islam Indonesia merupakan organisasi masa  Islam tertua di Indonesia, didirikan sebelum kemerdekaan pada tanggal 16 Oktober 1905 di Surakarta (Solo), Jawa Tengah oleh Haji Samanhudi. Awal berdiri organisasi ini bernama Sarekat Dagang Islam (SDA).

Dalam rangka Tasyakuran, Syarikat Islam Indonesia (SII) memperingati milad ke-114 sekaligus melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Dalam milad tersebut, di sela-sela Rajernas, SII menyinggung soal paham radikal yang bukan datang dari kalangan Islam.

“Narasi radikalisme bukan datang dari Islam, tapi datang dari barat yang dipompakan pada umat Islam dan celakanya umat Islam yang menerima dan menyerap narasi radikalisme,” ujar Presiden Dewan Pusat SII, Muhit Al Adam, pada media di Gedung Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Selanjutnya Muhit menyampaikan agar seluruh anggota SII tak ikut terbawa dalam narasi radikalisme itu. Menurutnya narasi radikalisme itu telah menyudutkan islam dan khususnya dan beberapa kelompok mazhab Islam.

“Sekarang kita sering dengar yang jadi korban narasi radikalisme adalah Wahabisme, HTI, FPI dan lain-lain. Padahal Wahabisme adalah satu aliran Imam Ahmad bin Hambal,” terang Muhit Al Adam. (Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

JK : Peradaban yang Dimulai dari Masjid Merupakan Sebuah Proses

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dalam Seminar Internasional yang diadakan oleh Universitas Ibnu Chaldun Jakarta (UIC) pada tanggal 11/2/2021 Secara Online, Dr. Muh. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa peradaban yang dimulai dari masjid merupakan sebuah proses

“Peradaban yang terjadi dimasa paradaban, dan telah terbangun baik dimasa lalu maupun masa saat ini,” ujarnya.

Terkait paradaban masjid menurutnya, masjid bukan hanya mengenai proses memakmurkan masjid akan tetapi masjid juga dapat memakmurkan masyarakat baik dalam proses ekonomi maupun kemajuan entrepreneur menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik

Jusuf Kalla menyebut, sejarah peradaban Islam abad ke 10 dan 11 merupakan kemajuan Islam itu sendiri, yang kemudian maju dan berpindah pada peradaban yang baru.

“Bahwa masjid bukan hanya menjadi tempat Ibadah melainkan tempat pusat peradaban yang kemudian dapat menuju masyarakat yang dinamis serta dapat mendinamiskan masyarakat,” pungkasmya.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pembina Pendidikan Ibnu Chaldun (YPPIC) Bapak H. Edy Haryanto SH., MH, dalam sambutanya menyampaikan bahwa perjuangan Rasullah dan Sahabatnya yang menjadikan masjid sebagai pusat peradaban Islam yang dilaksanakan

“Selain itu masjid dijadikan peradaban sampai saat ini,” ungkapnya.

Rektor Ibnu Chaldun, Dr. Musni Umar, SH, M.Si, Ph.D mengatakan, salah satu tempat yang ideal untuk membangun kehidupan perekonomian masyarakat menuju kesejahteraan dan berlandaskan dengan nilai-nilai spiritual adalah tempat ibadah atau masjid bagi umat Islam.

“Bagi umat Islam, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah namun memiliki memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan peradaban ummat Islam, salah satunya dalam perekonomian,” ucapnya.

Selama ini kata Rektor, sejarah telah mencatat masjid Nabawi oleh Rasulullah SAW difungsikan sebagai pusat ibadah, pendidikan dan pengajaran, pusat penyelesaian problematika umat dalam aspek hukum (peradilan)

Selain itu tambah Rektor, masjid juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat, pusat informasi Islam, hingga sebagai pusat pemerintahan Rasulullah.(Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

Pemenang Lomba Video Pendek Jejak Wali Nusantara, adalah?

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan pemenang Kompetisi Islamic Short Movie Jejak Wali Nusantara, Rabu (23/9) di Grogol, Jakarta Barat.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari unsur Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Lembaga Sensor Film (LSF), Praktisi Penyiaran, budayawan, seniman, serta unsur Kementerian Agama pada 16-18 September lalu. Sebelum memasuki tahap penilaian nasional, para peserta sebelumnya telah menjuarai lomba serupa di tingkat provinsi.

Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi dalam sambutannya mengatakan di nusantara, kebudayaan lokal disisipi oleh budaya Islam. Kini tantangan berat pun dihadapi para pemuda, generasi milenial.

“Masa depan budaya Islam ditantang dengan tantangan lain di era milenial. Ada memang kemunculan budaya pop, misalnya bernuansa Islam, tapi liriknya kadang dangkal, dan ia tidak bertahan lama,” katanya.

Sementara Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mengatakan, seni budaya adalah wadah bagi keberlangsungan perkembangan syiar islam di era sekarang salah satunya melalui media video.

“Zaman digital saat ini, video adalah sarana terbaik dalam menyiarkan dakwah Islam,” katanya.

Sedangkan Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam, Sayid Alwi Fahmi mengatakan, diadakannya lomba video pendek ini bertujuan untuk mengokohkan kesadaran generasi muda akan nilai-nilai budaya Islam yang dibawa para pendakwah di masa lalu, yang dalam terminologi masyarakat dipanggil dengan sebutan wali.

“Lomba ini secara umum ditujukan untuk memberi perlindungan, pembinaan, pengembangan, dan pelestarian khazanah budaya Islam yang dibawa para ulama kita di masa lalu. Jangan sampai kesadaran kita akan sejarah dan kebudayaan Islam ini terkikis,” katanya, Rabu (23/9).

Fahmi menyatakan tahun ini adalah kali ketiga Kementerian Agama menggelar lomba video yang mengangkat tema kebudayaan Islam di Nusantara.

Sebelumnya, perhelatan yang ditujukan pada kelompok milenial itu digelar dengan tema ‘Situs Sejarah Islam di Nusantara’ (2018), dan ‘Tradisi dan Budaya Islam Indonesia’ (2019).

Lomba Video Pendek tentang Jejak Wali di Nusantara diikuti 48 peserta yang berasal dari berbagai unsur.

Keenam pemenang lomba video tersebut adalah
– Juara I, video berjudul “The Journey” (DIY) dengan poin 790;
– Juara II, video berjudul “Wali Sigedong” (Jateng), dengan poin 700;
– Juara III, video berjudul “Jejak Islam di Tanah Seberang” (Jambi), dengan poin 670;
– Juara IV, video berjudul “Syeikh Abdurrauf As-Singkily, Ulama Toleran Pengawal Titah Empat Ratu” (Aceh), dengan poin 660;
– Juara V, video berjudul “Aulia 44” (Aceh), dengan poin 630; dan
– Juara VI, video berjudul “Hikayat Sang Guru KH Zaenuri” (Kalteng), dengan poin 600.

Hadiah pemenang diserahkan langsung oleh Wamenag, didampingi Dirjen Bimas Islam, dan Sesditjen Bimas Islam. (red)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

Assafri: Gerakan 10 Muharram Bersama Yatim Piatu dan Dhuafa

Published

on

By

JanoerKoening, Bogor – Yayasan Alqur’an Center Az Zahra menggelar gerakan 10 Muharram bersama Anak – Anak Yatim Piatu dan Dhuafa serta peletakan Batu pertama Masjid dan Pondok Pesantren Yayasan Alqur’an Center Az Zahra

Peletakan Batu pertama pembangunan Masjid Ismail Singapore dan Pondok Pesantren Assafri Al qur’an Center Az Zahra ini sekaligus santunan 100 Anak Yatim – Piatu dan Dhuafa di desa Sukajaya Kec. Jonggol Kab. Bogor, Jawa Barat pada Sabtu 29 agustus 2020.

Dr. HM. Dian Assafri, SH., MH., selaku Pimpinan Pondok Pesantren Assafri Al Qur’an Center Az Zahra juga menyebut, bahwa di lokasi tersebut kelak akan di bangun SMA GEMA KOSGORO dan Universitas Jonggol.

“Pembanguan masjid dan pondok pesantren modern assafri al qur an center az zahra ini di khususkan bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa pada umum nya secara gratis agar ada maslahat bagi mereka bagi perjuangan agama islam di zaman milenial,” pungkas Dian.

Pada peletakan Batu pertama yang bertepatan dengan 10 Muharram 1442 Hijriah ini di hadiri 0leh perwakilan dari Bapak Dr. Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI, lalu ada Qori Internasional H. Mustafa dan Putri Kartini Indonesia Zahra.

Selain itu hadir masyarakat setempat seperti Bapak Lurah Desa Sukajaya beserta aparatur Desa, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan juga keluarga yang mewakafkan Tanah yaitu Bapak mulyanto beserta Keluarga. (Amhar)

Continue Reading

Trending