Connect with us

Pemuda

Ratusan Mahasiswa UBK Kecewa, Seminar Kebangsaan Di Batalkan

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Universitas Bung Karno (UBK) batal menggelar seminar nasional di Aula Ir Soekarno, Universitas Bung Karno, Jakarta, Kamis 24 Oktober 2019. Hal ini membuat ratusan mahasiswa UBK kecewa dengan batalnya seminar publik Kebangsaan yang digelar Mahasiswa Fakultas Hukum UBK. Padahal Narasumber telah hadir untuk membahas diskusi UU KPK, RKUHP dan membaca arah gerakan mahasiswa terkini.

Seminar yang mengangkat tema “Mencari Solusi Penyelesaian RUU Kontroversial Dari Prespektif Kajian Akademisi”, telah menghadirkan lima narasumber yakni: Anggota DPR-RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan ,S.T.,S.H.,M.H, pengamat hukum dari Universitas Al Azhar, Dr. Suparji S.H.,M.H,

Selanjutnya, ada Wakil Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional (Unas), Drs. Firdaus Syam, MA, phD, Kaprodi Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Dr. Azmi Syahputra S.H.,M.H, dan mantan anggota DPR Djoko Eddy Abdurahman, serta moderator Saverius Jenna, Sekjen BEM FH UBK.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum, UBK, Yerikho Alfredo Manurung mengatakan, dibatakannya seminar terjadinya konflik atau problem antara Rektorat dengan Yayasan UBK yang tidak sepakat dengan adanya seminar. Apalagi imbas dari seminar akan memicu konflik horizontal.

Namun demikian, menurut Yerikho Alfredo, mahasiswa UBK khususnya Fakultas Hukum akan membuat kegiatan yang lebih besar lagi yang akan digelar di luar kampus UBK.

“Karena selama ini kampus UBK telah membungkam suara mahasiswa,” tegasnya.

Dengan dibatalkannya seminar yang mengupas UU kontoversial, sambung Yerikho, maka pihaknya juga akan mengkaji beberapa UU kontroveraial seperti UU KPK bersama mahasiswa hukum lainnya. Hasil kajian akan diserahkan ke sejumlah BEM DKI untuk dijadikan naskah akademik seperti judicial review ke Mahkamah Konstitusi. UU kontroversial akan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk melakukan kajian.

“Naskah hasil kajian akan kita sampaikan ke DPR. Apabila nanti naskah ini tidak diterima oleh DPR kita akan tetap dan terus untuk mengawal apa yang menjadi tuntutan sebagai mahasiswa. Bisa jadi kita akan turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar lagi,” paparnya.

Sementara itu Dr Suparji Ahmad mengatakan, baru kali ini di era reformasi ada kajian ilmiah yang digelar mahasiswa sebagai kaum intelek dibatalkan pihak kampus. Suparji menilai pembatalan sepihak diskusi oleh pihak kampus bisa membuat trauma mahasiswa untuk menggelar kegiatan lainnya. Di sisi lain, pembatalan sepihak kegiatan mahasiswa juga bisa membuat suasana menjadi tidak terkendali.

“Dalam artian forum ilmiah saja dihambat maka mungkin mereka (mahasiswa) akan mencari saluran-saluran lain. Apakah akhirnya terpaksa turun jalanan lagi untuk unjuk rasa lagi,” paparnya.

Suparji menilai, mahasiswa bisa aksi kembali turun ke jalan karena dominasi politik sangat kuat oleh penguasa untuk melemahkan dunia kampus. Suparji pun berharap dibatalkannya kegiatan mahasiswa maka tidak melemahkan dan hilangnya energi mahasiswa di masa yang akan datang.

Saya menyarankan agar mahasiswa meminta kejelasan kepada pihak kampus apa alasan dibatalkannya kegiatan seminar yang akan membahas UU kontroversial, “harap” Suparji menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

Deklarasi Partai Ummat : Lawan Kezholiman, Tegakan Keadilan

Published

on

By

JanoerKoening, Yogyakarta – Sejumlah 99 orang pendiri Partai Ummat dari 34 provinsi berkumpul di Yogyakarta mendeklarasikan partai baru ini yang diinisiasi oleh tokoh reformasi Amien Rais.

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais membacakan deklarasi di hadapan para pendiri yang ditayangkan melalui akun Youtube Amien Rais Official tepat pada pukul 13.00 WIB, Kamis, 29 April 2021 yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1422 Hijriyah.

“Bismillahirrahmanirrahim, saya deklarasikan kelahiran Partai Ummat di persada bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai bersama,” kata Amien Rais dengan suara mantap.

“Kami Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya insyaAllah akan bekerja, berjuang, dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan.

“Kami sadar bahwa menggerakkan Al-Amru Bil Ma’ruf Wannahyu Anil Munkar yakni memerintahkan tegaknya kebajikan dan memberantas keburukan serta memobilisasi Al-Amru Bil Adli Wannahyu Anil Dzulmi yakni menegakkan keadilan dan melawan kezaliman memerlukan kesabaran, ketekunan, dan ketangguhan.

“Kami abdikan seluruh shalat kami, seluruh ibadah kami, kehidupan kami, dan kematian kami, kami persembahkan hanya untuk Allah, Tuhan Seru Sekalian Alam. Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamiin.

“Kami yakin seluruh mekanisme demokrasi kita dan konstitusi kita lebih dari cukup untuk melakukan perbaikan kehidupan nasional, sehingga kita tidak perlu cara-cara ekstra parlementer dan cara-cara ekstra konstitusional.”

Deklarasi ditutup Amien Rais dengan takbir tiga kali dan pekik merdeka.

Yang mengharukan dari acara deklarasi dari daerah ini adalah para kader partai urunan untuk membiayai acara mereka masing-masing.

“Mereka bantingan untuk bikin spanduk, seragam partai, kaos, sampai makanan untuk buka puasa,” kata Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin.

Animo Umat Islam sangat tinggi kata Agung, bukan tanpa alasan karena sekitar sebulan terakhir media sosial diramaikan dengan kemunculan Partai Ummat.

Media sosial depenuhi oleh logo Partai Ummat, artikel analisis, dan pernyataan dukungan dari sebagian kaum Muslimin.

Tentang Pengurus Partai

Kepengurusan Partai Ummat terdiri dari dua bagian yaitu Majelis Syuro dan Dewan Eksekutif. Majelis Syuro menunjuk Dewan Eksekutif atau pelaksana partai untuk menjalankan kebijakan partai.

Ketua Majelis Syuro dipegang oleh Amien Rais sendiri dengan sekretaris Ustad Sambo, sementara Ketua Umum dipegang oleh ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi yang mendapatkan gelar PhD-nya dari Radboud University, Belanda.

Ketua Umum dibantu oleh tiga orang Wakil Ketua yaitu Agung Mozin, Sugeng, dan Chandra Tirta Wijaya. Ketiganya adalah politisi senior yang sudah sangat berpengalaman mengelola partai.

Sekretaris Umum Partai Ummat diamanahkan kepada Ahmad Muhajir yang juga politisi senior.

Pada satu pertemuan di Hotel Grand Keisha Yogyakarta, Ridho sangat terharu atas penunjukan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Karena karirnya selama ini ia fokuskan untuk berkhidmat dalam bidang teknologi informasi.

“Tetapi pangggilan mulia untuk berjuang melawan kezaliman dan menegakkan keadilan ini tidak bisa saya tolak,“ kata Ridho.

Ridho mendapatkan dua gelar master dalam bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan) dari Czech Technical University di Praha, Republik Ceko dan Johannes Kepler University di Austria.

Setelah menyelesaikan PhD-nya di Belanda, Ridho sempat menjadi peneliti tamu di Carnegie Mellon University, AS. Ridho aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebelum bergabung dengan Partai Ummat. Namun sekarang dia mengundurkan diri untuk memenuhi peraturan yang berlaku.

Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin mengatakan ditunjuknya ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi adalah keputusan Majelis Syuro yang sangat tepat karena partai politik sekarang memerlukan kepakaran dalam bidang ini untuk bisa bersaing dengan partai lain.

“Kita harapkan Mas Ridho membuatkan kita beberapa aplikasi yang berguna untuk pemenangan Partai Ummat,“ kata Agung.

Tidak cuma itu, Agung menambahkan, usia Ridho yang masih melenial merupakan daya tarik tersendiri yang menjadi pertimbangan.

“Insya Allah Mas Ridho akan mampu menggaet sesama milenial untuk masuk Partai Ummat. Mereka mempunyai aspirasi, keinginan dan cita-cita yang sama. Mas Ridho sangat pas,“ kata Agung.

Dalam politik, kata Agung, integritas dan kapabiliitas saja tidak cukup. “Namun lebih dari itu, loyalitas kepada partai juga sangat penting. Insya Allah semua kriteria di atas sudah ada pada Mas Ridho.”

Tokoh Bergabung

Di tengah tingginya animo masyarakat dengan kemunculan Partai Ummat, sejumlah tokoh sudah menyatakan diri bergabung dengan partai baru ini. Di antaranya adalah artis Neno Warisman yang selama ini dikenal sebagai aktivis yang banyak memiliki jaringan di seluruh tanah air.

Di samping Neno, ada juga MS Kaban, mantan Menteri Kehutanan dan salah satu Ketua Partai Bulan Bintang, dan Buni Yani, korban UU ITE yang mengalami penzaliman dengan tuduhan dan vonis hukum yang tidak dia perbuat.

“Partai Ummat adalah harapan saya yang terakhir untuk memperjuangkan dan mendapatkan keadilan,” kata Buni Yani.

Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin sangat optimis bahwa akan semakin banyak tokoh Islam yang bergabung dengan partainya. Agung mengatakan dia sedang menjajaki untuk bersilaturahmi dengan banyak kalangan.

“Insya Allah Partai Ummat akan bisa menampung aspirasi saudara-sadara kita ini,“ pungkas Agung menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

SEMMI Gelar Milad ke-65, Di Wisma Kemenpora

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) menggelar acara peringatan Milad ke-65 tahun di Wisma Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Sabtu (10/4/2021). Acara tersebut digelar menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Hadir sejumlah perwakilan pemerintah hingga tokoh nasional seperti Hamdan Zoelva, Ketua Umum DPP LT Syarikat Islam; Wandy Nicodemus, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden; Kol Guslin, Bidang Bela Negara Kemenko Polhukam.

Selain itu, hadir juga Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi; Syafii Efendi, Presiden OIC Youth Indonesia atau Pemuda Oki.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin, Bintang Wahyu Saputra mengatakan, bahwa dirinya akan mendistribusikan kader SEMMI setiap tahunnya menjadi wirausaha muda yang berguna

“Untuk persiapan itu kami siapkan program kerja nasional yang akan menjadi kewajiban bagi cabang maupun wilayah pada organisasi SEMMI di seluruh Indonesia untuk membuat Sekolah Dagang Islam Mahasiswa,” jelas Bintang.

Sebelum acara diakhiri terlebih dahulu ditampilkan ucapan selamat milad SEMMI ke-65 tahun oleh Para Pimpinan DPR RI, yakni Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Rahmat Gobel. Kemudian sesi foto bersama dan ramah tamah peserta milad SEMMI ke-65 tahun di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). (Amhar)

Continue Reading

Pemuda

SEMMI Gelar Milad ke-65, Di Wisma Kemenpora

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) menggelar acara peringatan Milad ke-65 tahun di Wisma Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, Sabtu (10/4/2021). Acara tersebut digelar menggunakan protokol kesehatan Covid-19.

Hadir sejumlah perwakilan pemerintah hingga tokoh nasional seperti Hamdan Zoelva, Ketua Umum DPP LT Syarikat Islam; Wandy Nicodemus, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden; Kol Guslin, Bidang Bela Negara Kemenko Polhukam.

Selain itu, hadir juga Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi; Syafii Efendi, Presiden OIC Youth Indonesia atau Pemuda Oki.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin, Bintang Wahyu Saputra mengatakan, bahwa dirinya akan mendistribusikan kader SEMMI setiap tahunnya menjadi wirausaha muda yang berguna

“Untuk persiapan itu kami siapkan program kerja nasional yang akan menjadi kewajiban bagi cabang maupun wilayah pada organisasi SEMMI di seluruh Indonesia untuk membuat Sekolah Dagang Islam Mahasiswa,” jelas Bintang.

Sebelum acara diakhiri terlebih dahulu ditampilkan ucapan selamat milad SEMMI ke-65 tahun oleh Para Pimpinan DPR RI, yakni Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, dan Rahmat Gobel. Kemudian sesi foto bersama dan ramah tamah peserta milad SEMMI ke-65 tahun di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). (Amhar)

Continue Reading

Trending