Connect with us

Uncategorized

Gadget Tampa Pendampingan di Usia Dini Bisa Timbulkan Masalah

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA) berkolaborasi dengan ID-COP (Indonesia Child Online Protection) pada hari Rabu, 9 Oktober 2019, di Ruang Serba Guna, Kemenkominfo menggelar FGD “Advokasi Mengenai Perlindungan Anak di Ranah Online”. Program ini bertujuan untuk mendapatkan pandangan dan rekomendasi dari anak serta para pendidik tentang bagaimana anak-anak bisa mendapatkan perlindungan di ranah online.

Hal ini merespon adanya berbagai permasalahan anak di ranah daring yang telah meresahkan berbagai pihak. Dimana akhir-akhir ini isu rentan yang mengemukan di ranah daring adalah isu-isu yang terkait dengan asusila, seperti pornografi serta eksploitasi seksual terhadap anak di ranah daring. Temuan-temuan di lapangan telah menunjukkan bahwa isu-isu rentan ini telah berdampak terhadap anak-anak sebagai korban.

Seperti pada kasus temuan di 2019 adanya seorang predator anak berusia 27 tahun telah melakukan online grooming dengan cara mendekati anak lewat online games, sehingga 10 anak telah menjadi korbannya.

Kemudian, 2018 Ecpat Indonesia menemukan 150 kasus terkait anak, dimana 15 kasus merupakan prostitusi online, dan 3 kasus adalah online grooming, dan 42 kasus merupakan pornografi online. Total jumlah anak-anak yang dieksploitasi secara seksual sebanyak 379.

“Penggunaan gadget tanpa pendampingan di usia dini bisa jadi sumber dari permasalahan yang ada, karena minimnya pendampingan anak dari orangtuanya di ranah daring, dimana orangtua justru memberikan gadget pada anak-anaknya agar mereka tidak mengganggu, atau agar mereka diam tenang. Pembiaran banyak terjadi, karena orangtua tidak menyadari adanya konten-konten negatif di ranah daring,” ungkap Dwi, orangtua, peserta FGD orangtua, dan narasumber orangtua dalam sarasehan.

Bapak Tony Sena, Praktisi Teknologi Digital, menyampaikan, Anak-anak Gen 2 beradaptasi dengan teknologi digital jauh lebih cepat dari orangtuanya. Namun mereka tetap anak-anak yang belum memiliki pengalaman hidup yang cukup, sehingga mereka sangat rentan terhadap kejahatan-kejahatan di internet.

“Adalah merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai orangtua, pemerintah, bisnis ataupun lembaga non-profit untuk saling bekerjasama melindungi anak-anak ini, sampai anak ini cukup dewasa untuk bisa membedakan yang baik dan buruk di dunia digital,” sambungnya.

Kemudian Harris Iskandar, Dirjen Paud Dikmas, Kemendikbud, menyampaikan bahwa, Keluarga merupakan salah satu pilar dalam tri sentra pendidikan (rumah, sekolah dan masyarakat) yang berperan penting dalam membentuk generasi emas yang berkarakter dan berbudaya prestasi di masa yang akan datang.

“Saat ini peran keluarga semakin penting. Terlebih Iagi karena waktu kebersamaan antara orang tua dan anak di rumah kian berkurang, tergantikan oleh kehadiran teknologi informasi. Selain itu dengan semakin tingginya kesibukan orang tua, anak-anak semakin kurang mendapat perhatian, terutama dari figur ayah,” tambahnya.

Menutup sarasehan ini, Diena Haryana, Pendiri SEJIWA, mengekspresikan harapannya: Harapan terbesar untuk solusi dari kerentanan anak di ranah daring ini adalah di tangan keluarga. Diperlukan pendampingan orangtua terhadap anak ketika mereka ada di ranah online, serta kedekatan keluarga yang membuat anak tidak perlu mencari pelarian di internet.

“Jangan terjadi pembiaran anak di internet. Dan bebaskan ruangtidur dari penggunaan gadget. sehingga istirahat anak cukup, dan anak dapat termonitor dengan baik bila menggunakan gadget di ruang yang Iebih terbuka,” tutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Ucapkan Selamat! FWJ Sambut Baik Terpilihnya Marullah Jadi Sekda

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Terpilihnya mantan Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta tahun 2021 akan membawa angin segar dalam memperkuat pembangunan di segala bidang.

Tentunya bukan hal mudah menjadi seorang Sekda DKI Jakarta, setidaknya ada beberapa calon kuat yang juga yang ikut maju mencalonkan dirinya menjadi orang ke tiga di DKI Jakarta.

Marullah Matali ditetapkan menjadi Sekda DKI setelah dikeluarkannya SK penetapannya pada Senin, 11 Januari 2021. Adapun pelantikan Marullah Matali menjadi Sekda DKI Jakarta rencananya akan digelar hari ini Jumat (15/1/2021).

Penetapan terpilihnya Marullah Matali karena memiliki nilai tertinggi dalam tahapan seleksi sekretaris daerah DKI Jakarta. Dalam tes asesmen kompetensi, Marullah meraih nilai 82,22 dan mendapatkan bobot sebesar 20,56 persen.

Marullah mengalahkan sembilan kandidat lainya. Di bawah Marullah, terdapat nama Sri Hartati yang kini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekda. Sri Hartati sendiri meraih skor 80,00 dengan bobot 20,00 persen.

Selanjutnya walikota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko berada di posisi ketiga dengan skor 77,78.

Dibawahnya berturut-turut ada nama Yusmada Faisal (77,78), Andri Yansah (77,78), Dhany Sukma (71,11), Faisal Syafruddin (73,33), Bayu Meghantara (75,56), Edi Sumantri (75,56) dan Arifin (68,89).

Selain itu, Marullah juga meraih skor tertinggi dalam tes menulis dan makalah sebelumnya, dalam tes tertulis dan skor penulisan makalah, Marullah juga meraih skor tertinggi diraih Marullah Matali untuk menjabat sebagai Sekda DKI Jakarta tersebut mencapai 78,00.

Surat itu ditetapkan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya tahun 2020 Suharti pada Selasa (27/10/2020) lalu.

Terkait terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Mustofa Hadi Karya yang biasa disapa Opan ini menyambut baik atas terpilihnya Marullah Matali sebagai Sekda DKI.

Opan menilai selayaknya jabatan itu disandang oleh seorang yang memiliki wawasan tinggi dan mumpuni seperti Marullah.

“Kami ucapkan selamat untuk bang Haji Marullah Matali menjadi Sekda DKI Jakarta, dan kami yakin Jakarta akan lebih maju dalam pembangunan dan tata kelola birokrasi ditangan Marullah Matali, karena fungsional Sekda sangat menentukan berbagai kebijakan,” Kata Opan. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Dibohongin Prabowo – Sandi, Ex Relawan Akan Gelar Konsolidasi Akbar

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Aliansi Rakyat Terbohongin Capres – Cawapres akan menggelar diskusi terbuka dengan mengundang seluruh relawan ex pendukung Prabowo – Sandi terutama emak-emak militan yang merasa tertipu atau terbohongin Capres – Cawapres 2019

Diskusi terbuka ini rencananya akan di selenggarakan pada Sabtu, 2 Januari 2021, dimulai pukul 16.00 s/d 17.30, via Zoom sebagai bentuk konsolidasi akbar dengan tema “Kembalikan Sumbangan Kampanye Kami”. Adapun quota Zoom terbatas untuk 10ribu peserta

Adapun alasan di gelarnya konsolidasi akbar ini, Saya melihat dan mendengar langsung kemarahan, kekecewaan dan ketidak terimaan ex relawan 02 memuncak ketika Sandiaga Uno melabuhkan dirinya ke pemerintahan saat ini.

Demikian di ungkapkan Koordinator Aliansi, David yang juga adalah Ketua Ex Relawan Senyum Millenial Prabowo Sandi kepada media, pada hari ini selasa (29/12/2020) di Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, David juga mengungkapkan, dengan dalih apapun Bang Sandi tetap saja itu mencoreng nama Bang sandi sendiri dimata publik terutama komunitas emak-emak militan yang melekat pada diri Bang Sandi.

“Kalau kita lihat pada pilpres 2019 kemarin sebenarnya masyarakat indonesia lebih memilih Sandiaga Uno sebagai tokoh perubahan dengan berbagai konsep ekonomi yang di tawarkan kepada emak-emak,” jelasnya.

Dalam konsolidasi akbar Aliansi ini, saya sebagai koordinator Aliansi akan membuat secara daring via zoom untuk mengindentifikasi apa saja kekecewaan ex relawan pendukung paslon 02

“Sehingga bahan dari konsolidasi akbar ini, nantinya akan saya bawa menghadap Bapak Prabowo Subianto atau Bang Sandiaga Uno,” tambahnya.

Yang pasti, “Saya mengajak seluruh elemen ex relawan pendukung Prabowo-Sandi untuk sama-sama bergabung dalam konsolidasi akbar nanti,” tutup David. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

IJMI: Peran Dan Fungsi Pers Sebagai Kontrol Sosial

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Peran dan fungsi pers salah satunya sebagai kontrol sosial terhadap kondisi masyarakat dan bangsa lewat penulisan berita berita sesuai fakta dan data secara apa adanya. Dari sinilah substansi pers sebagai pilar demokrasi keempat menemukan momentumnya.

Apalagi ketika ketiga pilar yang lainnya tak lagi dipercaya karena banyaknya penyimpangan serta melanggar kaidah-kaidah demokrasi. Ditengah demokrasi yang dipenuhi perilaku oligarki, hipokrasi dan diskriminsi itulah, peran dan fungsi pers tetap tegar menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Pernyataan diatas diungkapkan Muhammad Harun, selaku inisiator/ deklator dan Ketua Umum Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI) jelang Deklarasinya di Aula Perpustakaan HB Jasin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini Raya, Jakpus, Selasa (29/12/2020).

Menurut pria asal Madura ini, jurnalis muslim dan pers pers yang bernafaskan Islam adalah bagian penting dalam merawat demokrasi di Indonesia.

Harun katakan, ditengah kondisi masyarakat kita saat ini yang penuh ketidak pastian melihat pesan-pesan yang ada di medsos, para elitnya menjadi politisi oligarki, aparat penegak hukumnya yang diduga berprilaku Diskriminatif, bahkan cenderung diduga melanggar HAM

“Maka IJMI hadir untuk memberikan pencerahan kepada publik mana yang haq dan batil,” lanjut Cak Harun dalam siaran persnya, Senin (28/12/2020).

Ditambahkan oleh Cak Harun, jurnalis muslim tentu memiliki tanggungjawab berat dalam memberitakan kebenaran. Karena salah satu fungsi pers adalah pesan-pesannya bukan sekadar memberi informasi.

Namun juga kata harun, Pers harus mengedukasi masyarakat, mengajak dan menghimbau ke arah jalan yang benar.

“Oleh karenanya, peran jurnalis muslim, tentu bersama komponen muslim dan lainnya memiliki peran strategis dalam turut serta meluruskan kiblat bangsa sehingga tampak jelas pers Islam lebih mantap perannya,” pungkas Harun.

Sementara itu Sekretaris Jenderal IJMI, Moch. Ridhwan setuju dengan pernyataan tegas Muhammad Harun, sehingga kiprah IJMI, menurut Ridhwan, diharapkan dapat dirasakan perannya di seluruh penjuru tanah air.

“Sehingga kami juga mengharapkan agar keberadaan IJMI ini nantinya eksis hingga ke tingkat daerah kabupaten /kota,” ungkap pria asal kota Santri, Demak ini. (Bagian Komunikasi Publik dan Humas IJMI). (Zoheri)

Continue Reading

Trending