Connect with us

Uncategorized

Ohh! Yess.. TIM F1QR Gagalkan Penyeludupan Narkoba Seberat 47 KG

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Tim F1QR Jajaran Koarmada I Lanal Batam berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 47 kg pada koordinat 1° 8′ 29.4684 N – 103° 56′ 3.984 E tepatnya di Perairan Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam.

Dalam keterangan tertulisnya (2/10/2019) dijelaskan, penangkapan berawal dari adanya informasi yang diterima oleh Personel Tim F1QR Lanal Batam dari masyarakat pada awal bulan September 2019 tentang akan adanya pengiriman narkoba dengan menggunakan speed boat dari Malaysia menuju Batam, namun waktu dan lokasi pendaratan/ship to ship masih belum diketahui.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Danunit Intel Lanal Batam selaku pimpinan di lapangan secara berjenjang melaporkan informasi tersebut kepada Pasintel Lanal Batam. Selanjutnya Pasintel Lanal Batam melaporkan kepada Danlanal Batam. Kemudian Danlanal Batam memerintahkan kepada Pasintel Lanal Batam agar Tim F1QR Lanal Batam melaksanakan pengembangan terhadap lokasi-lokasi yang dicurigai sebagai tempat maupun lokasi pendaratan penyelundupan narkoba.

Dari hasil penyelidikan selama kurang lebih satu bulan, didapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman/penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia (Batam) dengan menggunakan speed boad pancung tanpa nama mesin merk Yamaha 75 PK 1 Unit di sekitar perairan Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam.

Setelah mendapat informasi tersebut, Pasintel Lanal Batam melaporkan kepada Komandan Lanal dan Komandan memerintahkan agar melaksanakan penyekatan dan penindakan. Selanjutnya Tim F1QR Lanal Batam melaksanakan pencegatan dan penyekatan di lokasi sesuai informasi yang diperoleh di lapangan.

Pencegatan dan penyekatan dibagi 3 (Tiga) Tim, Tim 1 dan Tim 3 titik kumpul di Posmat TNI AL Sagulung, sedangkan Tim 2 bergerak dari Tanjung Sengkuang. Pada saat di posisi pencegatan, Tim F1QR Lanal Batam melihat speed boat tanpa nama mesin 75 PK yang diindikasikan akan menjemput narkoba dari Malaysia melintas arah Tanjung Pinggir tujuan OPL Timur (Malaysia).

Disaat itu, Tim terus menunggu dan memantau di alur yang kemungkinan akan dilewati oleh pelaku giat penyelundupan narkoba tersebut, selanjutnya secara visual speed boat tanpa nama mesin 75 PK yang diduga telah selesai menjemput narkoba dari OPL Malaysia melintas mengarah ke Perairan Batu Ampar, kemudian Tim melaksanakan Pengejaran, Penangkapan dan Penggeledahan (Jarkaplid) terhadap speed boat tersebut.

Pada saat Jarkaplid, crew speed boat tanpa nama yang membawa narkoba melarikan diri ke arah Tanjung Pinggir dengan cara mengandaskan speed boat ke bibir pantai atau di bebatuan karang. Pada saat speed boat sudah kandas yang diindikasikan ada 2 (dua) orang pelaku melarikan diri ke arah tempat Wisata Tangga Seribu Tanjung Pinggir, Sekupang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap speed boat tersebut diamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 47 Pcs / 47 kg (47.000 Gram) dan speed boat pancung mesin merk Yamaha 75 PK 1 unit. Kemudian speed boat dan barang bukti narkoba di bawa ke Lanal Batam untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Komandan Lanal Batam melaksanakan pengecekan terhadap barang bukti narkoba dan memerintahkan kepada Pasintel Lanal Batam agar berkoordinasi ke BNNP Kepri untuk melaksanakan pengecekan terhadap barang bukti tersebut, dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan barang bukti tersebut positif jenis sabu-sabu (methamphetamine). (red)

Continue Reading

Uncategorized

Tidak ada yang Salah dengan Kuda, Tapi Manusia tidak Bisa Seperti Kuda

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Dalam menyikapi situasi akhir-akhir ini, dimana dunia yang dilanda pandeni corona, merosotnya pergerakan ekonomi di seluruh negara, melemahnya ekspor, melemahnya nilai tukar rupiah, dan melesunya dunia usaha.

“Hal ini akan berdampak pada terbatasnya lapangan pekerjaan, pengangguran dan kemiskinan,” ungkap Agun Gunandjar Sudarsa, Politikus Senior Golkar dalam releasenya, Jum’at (20/3/2020)

Lebih lanjut Agun katakan, adanya yang terjadi akhir-akhir ini, banyak pihak menyoroti orang lain dengan kacamata kudanya, “tidak ada yang salah dengan Kuda,” kata Agun. Memang untuk mencapai tujuan harus lihat kedepan saja. Namun utk manusia tidak bisa seperti kuda.

Agun menjelaskan, Kita melihat kedepan menuju tujuan, adalah kewajiban, namun harus juga sesekali melihat kebelakang kekiri dan kekanan.

“Janganlah kita menilai dengan kaca mata kuda, tanpa kita tahu apa yang dilakukan dibelakang, di kiri dan kanan. Siapa tahu mereka sudah mengerjakan apa yg kita lihat dan pikirkan ke depan,” ungkapnya.

Bersama kita bisa, bersatu kita maju, bukan lagi saatnya kita berseteru. Bantulah umatmu, keluargamu, bangsamu, negaramu, pemimpinmu dari persoalan ini.

Bertaubatlah, Bekerjalah, Bermohonlah, kepada Allah Swt, Tuhan YME, Penguasa Alam Semesta. Sesungguhnya DIA lah yang menilai dan mengetahui apa yang diperbuat. Maha benar Allah dengan segala firmannya.

Salam lima jari, Agun Gunandjar Sudarsa (AGS), Rumah Cuklik, 20 Maret 2020. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

RUU Cipta Kerja Perlu Di Dukung Secara Luas

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Peneliti Institut Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Indeks), Nanang Sunandar, dalam Konferensi Pers bertajuk “Rancangan Undang Undang Cipta Kerja dan Reformasi Ekosistem Ketenagakerjaan” di Bakul Cocffe Cikini, Jakarta, 13 Marat 2020.

Acara tersebut juga menghadirkan dua panelis lain, yakni Adinda Tenriangke Muchtar, Pemimpin Redaksi Suara Kebebasan, dan Muhammad Rifki Fadilah, Peneliti The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII).

Dalam paparannya Nanang mengatakan, Indonesia akan segera memasuki fase bonus demografi. Ini berarti jumlah angkatan kerja baru akan meningkat secara sangat signifikan, yang menuntut lebih banyak lapangan kerja baru.

“Ancaman meningkatnya angka pengangguran bisa diantisipasi dengan meningkatkan kebebasan ekonomi, yakni dengan menghilangkan kendala-kendala yang selama ini menghambat perkembangan bisnis dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Nanang.

Menurut Nanang, Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja merupakan inisiatif yang layak didukung secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat, karena memuat banyak unsur yang akan meningkatkan Indeks Kebebasan Ekonomi Indonesia, khususnya dalam ekosistem ketenagakerjaan.

Jika nanti RUU Cipta Kerja disahkan menjadi Undang Undang, menurut Nanang “masyarakat akan lebih mudah untuk membuka maupun mengembangkan bisnis dan akan lebih banyak lapangan kerja baru yang tercipta,”.

Unsur lain yang juga selaras dengan kebebasan ekonomi adalah keterbukaan pasar. Suasana yang lebih kompetitif dalam pasar yang lebih terbuka akan mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja dan daya saing ekonomi.

Nanang juga mengatakan bahwa, berdasarkan analisis terhadap data Indeks Kebebasan Ekonomi dan angka pcngangguran di 100 negara sepanjang periode 1980-2008 dalam Laporan Fraser Institute (2010), peningkatan Indeks kebebasan Ekonomi berkorelasi positif dengan berkurangnya angka pengangguran.

“Indonesia sendiri berada pada peringkat ke-56 dalam Indeks Kebebasan Ekonomi 2019 yang dirilis Heritage Foundation,” ungkap Nanang.

Meskipun berstatus bebas moderat dalam Indeks Kebebasan Ekonomi, Indonesia memiliki skor yang tidak memuaskan pada sejumlah indikator, yakni integritas pemerintah dalam variabel supremasi hukum; kebebasan ketenagakerjaan dalam variabel evisiensi regulasi; dan kebebasan berinvestasi dalam variabel keterbukaan pasar.

Karena itu, menurut Nanang, inisiatif RUU Cipta Kerja untuk meningkatkan efisiensi regulasi dan keterbukaan pasar harus dibarengi dengan penguatan indikator kebsbasan ekonomi yang lain, khususnya integritas pemerintah, sehingga dapat secara efektif menggairahkan bisnis dan membuka lapangan kerja baru. (red)

Continue Reading

Uncategorized

IWD 2020: Menuntut Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Diageo Indonesia tahun lalu meluncurkan paternity policy yaitu 26 minggu cuti melahirkan bagi karyawan perempuan den 4 minggu bagi karyawan Iaki-Iaki (parental leave) dengan dibayar penuh. Juga diluncurkan Dignity at Work, yang memastikan setiap orang bekerja bebas dari intimidasi, pelecehan serta prilaku tidak baik lainnya.

Terkait hal itu, “Perlu perhatian banyak pihak termasuk media untuk mendorong agar kesetaraan bagi semua pihak terwujud, bukan mundur,” kata Revolusi Reza, Sekjend AJI Indonesia, Minggu (8/3/2020) di Hongkong Cafe, Jakarta, saat membuka diskusi memperingati International Women’s Day (IWD) 2020 yang diselenggarakan Sekolah Jurnalisme AJI (SJAJI).

Revo menyebut, data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS), lndeks Pemberdayaan Gender dengan alat ukur menempatkan perempuan sebagai tenaga profesional di Indonesia pada tahun 2019 masih berada pada kisaran antara 35 persen hingga 55 persen.

Dalam dunia jurnalistik, ketidaksetaraan juga terjadi. Menurut laporan The International Women’s Media Foundation (The IWMF) dalam laporan Global Report on the Status of Women in the News Media yang dirilis pada tahun 2011, dari 522 perusahaan pers yang mereka teliti di seluruh dunia, jurnalis perempuan yang bekerja full time hanya 33,3 persen.

“Menurut laporan tersebut, posisi sebagai news gathering, reporter dan penulis (editor), juga masih didominasi Iaki-Iaki (64 persen). Sementara perempuan hanya mencapai 36 persen,” ungkap Revo.

Sementara itu upaya membangun kesetaraan di dunia profesional telah dilakukan Diageo Indonesia. Menurut Corporate Relations Director Diageo Indonesia, Dendy A. Borman, penerapan kesetaraan gender merupakan keharusan moral yang dapat berkontribusi bagi kesuksesan organisasi.

“Diageo membangun budaya keberagaman dan inklusi. Salah satu keharusannya adalah penerapan kesetaraan gender. Budaya keberagaman dan inklusi ini merupakan perwujudan dari tujuan Diageo yaitu ‘Celebrating Life Everyday Everywhere’,” ujarnya.

la menambahkan bahwa dengan adanya penerapan kesetaraan gender, karyawan dapat lebih memaksimalkan produktifitas serta inovasi dan perusahaan sekaligus mendapatkan potensi talent yang dapat mendorong kesuksesan bisnis.

Aspek kesetaraan gender diterapkan dalam pengambilan kebijakan dan proses organisasi di Diageo. “Tujuan kami agar karyawan perempuan di Diageo dapat berkembang sesuai potensi dan kapasitasnya sekaligus memiliki kualitas bagi keluarganya,” kata Dendy. (Amhar)

Continue Reading

Trending