Connect with us

Nasional

Paska Rusuh! Gubernur Papua Terbitkan Surat Terbuka

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Cepat Tanggap! Gubernur Papua, Lukas Enembe terbitkan surat terbuka guna mengkondusifkan serta menstabilkan Warga Papua, Khususnya Wamena, dan terutama bagi warga yang berasal dari luar Papua.

Berikut isi Surat Terbuka Gubernur Papua:

Kepada yth. Saudara-Saudaraku masyarakat dari Suku Bangsa Minangkabau, Makasar, Bugis, Toraja, Minahasa, Jawa, Madura, Sunda, Maluku dan Nusa Tenggara di manapun saudara berada di seluruh Indonesia.

Dengan hormat,

Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Permohonan maaf dan rasa bela sungkawa sebesar-besarnya bagi masyarakat yang menjadi korban kerusuhan di Wamena tanggal 23 September 2019.
  2. Pemerintah Daerah dan TNI serta Polri menjamin keamanan dan kenyamanan Warga Negara RI di mana saja mereka berada, termasuk di Wamena.
  3. Pemerintah Daerah siap melakukan rekontruksi dan rehabilisasi aset-aset milik Pemda dan toko serta kios masyararakat yang terbakar.
  4. Penanganan mendesak saat ini adalah untuk mengevakuasi bagi korban kerusuhan baik yang meninggal maupun yang luka-Iuka, juga makan dan minum bagi masyarakat yang mengungsi di Kodim dan Polres, serta gereja-gereja dan masjid.

Demikian beberapa hal yang saya sampaikan.

Lukas Enembe, Gubernur Papua. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Eksponen Ormas Tri Karya Golkar Menjadi Kekuatan Moral

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Diskusi publik hari ini diselenggarakan atas keinginan semua stake holder Eksponen Ormas Tri Karya Golkar, yang terdiri dari SOKSi (yang didirikan oleh Bapak Mayjen Suhardiman pada 20 Mei 1960), Kosgoro 1957 (yang didirikan Mayjen Mas Isman, pada tanggal 10 November 1957), dan Ormas MKGR (yang didirikan oleh Mayjen RH. Sugandhi pada tanggal 3 Januari 1960).

Ormas Tri Karya tersebut lebih dikenal sebagai ormas pendiri Golkar dan yang kemudian berubah menjadi Partai Golkar pada tahun 1999 sebagai buah dari reformasi, ujar Zainal Bintang, ketua kordinator Eksponen Ormas Tri Karya kepada media di Hotel Sultan, Jakarta, Jum’at (20/9/2019).

Menurutnya, Golkar adalah benteng utama Pancasila dan UUD 1945 yang berdiri di garis terdepan dan telah membuktikan pengabdian dan kesetiaannya mempertahankan, melindungi dan mengamalkan serta mengawal Pancasila dan UUD 1945 di dalam kehidupan sehari-hari.

Bintang juga mengatakan, bahwa Eskponen Ormas Tri Karya Golkar berperan sebagai wadah berhimpun masyarakat karya dan kekaryaan yang menyalurkan aspirasinya kepada Partai Golkar.

“Golkar telah membuktikan kinerja dan pengabdiannya dari masa ke masa mempersembahkan karya nyata di dalam berbagai sektor pembangunan yang menopang dan menunjang terciptanya kesejahteraan rakyat sesuai dengan cita-cita Proklamasi 1945,” tambahnya.

Lebih lanjut Bintang menguraikan, Eksponen Ormas Tri Karya Golkar memandang perlu membenahi diri guna memperkuat dan mendukung proses pembibitan kader-kader muda pemimpin bangsa di semua lapisan. Mulai dari tingkat desa, kelurahan, kabupaten/kota, propinsi dan tingkat nasional.

“Eksponen Ormas Tri Karya Golkar hari ini adalah sebagai think tank alias tangki pemikir bagi kepentingan Golkar maupun bagi bangsa Indonesia ke depan,” kata Bintang yang juga wartawan senior itu.

Eksponen Ormas Tri Karya jelas adalah sebagai moral force (kekuatan moral) yang akan mengonsentrasikan diri pada masalah-masalah pengkajian, pemikiran, konsultan politik dan lembaga survey untuk mendukung proses pembibitan kader muda pemimpin Golkar yang akan menjadi pemimpin bangsa ke depan. Termasuk mempersiapkan calon presiden pada tahun-tahun mendatang,” pungkas Bintang.

Keberadaan Eksponen Ormas Tri akan berfokus kepada pengumpulan pemikiran-pemikiran terbaik untuk kepentingan bangsa Indonesia di masa datang. Tidak ada kata lain bagi Eksponen Ormas Tri Karya, selain harus melakukan
konsolidasi internal dan eksternal agar supaya melakukan berbagai inovasi untuk mengambil bagian penting di dalam perjalanan bangsa ke depan.

Eksponen Ormas Tri Karya mulai saat ini harus membulatkan diri, menyatukan potensi dan bahu membahu melakukan serangkaian program karya nyata demi untuk merealisasi jati diri Golkar sebagai wadah berhimpun kader-kader handal yang berorientasi kepada karya dan kekaryaan, tutup Bintang. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Papua Barat Luncurkan 2 Event Unggulan Nasional

Published

on

By

Tampilkan 2 Event Unggulan Nasional

JanoerKoening Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Papua Barat M. Lakotani me-Iaunching Calender of Event Papuat Barat 2019 di di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa malam (17/9/2019).

Provinsi Papua Barat memiliki dua event pariwisata yang masuk dalam 100 Wonderful Event, yaitu; Festival Seni Budaya Papua Barat akan berlangsung di Manokwari pada 7 hingga 11 Oktober 2019 dan Festival Pesona Bahari Raja Ampat berlangsung pada 18-22 Oktober 2019 di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Raja Ampat.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi launching Calender of Event Papuat Barat 2019 sebagai upaya mempromosikan serta meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisman) ke Papua Barat, utamanya ke Raja Ampat sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

“Festival Seni Budaya Papua Barat tahun ini masuk dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia, sehingga Provinsi Papua Barat kini memiliki 2 event pariwisata tingkat nasional,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menyatakan, unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) yang semakin baik akan mendorong kemajuan pariwisata Provinsi Papua Barat yang memiliki produk pariwisata unggulan yakni; wisata bahari (core product) utamanya Raja Ampat sebagai marine tourism kelas dunia, serta didukung wisata alam dan budaya sebagai supporting product.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat M. Lakotani menyatakan, aksesibilitas yang ada di Papua Barat semakin baik sehingga memudahkan wisatawan untuk datang ke sana baik menggunakan moda transportasi udara, laut, maupun darat.

“Papua Barat memiliki Bandara Rendani di Kabupaten Manokwari, Bandara Domine Edward Osok, Kota Sorong, dan Bandara Marinda di Kabupaten Raja Ampat,” kata M. Lakotani.

Selain itu, menurut Lakotani, fasilitas Pelabuhan Laut Monokwari dan Pelabuhan Waisai di Kabupaten Raja Ampat serta jalan darat Trans Papua sepanjang 2.907 km dan direncanakan akan menjadi 4.330 km sampai akhir 2019.

Penyelenggaraan Festival Seni Budaya Papua Barat sudah ke-6 kali dilaksanakan. Tahun ini festival budaya ini akan berlangsung selama Iima hari (7-11 Oktober 2019) menampilkan antara lain; berbagai lomba tari kreasi baru, lomba musik tradisional, lomba folksong, body painting, dan lomba tari pergaulan yosim pancar. Selain itu lomba kuliner khas Papua Barat, pameran benda-benda budaya(hasil kerajinan tangan khas Papua Barat).

Sementara itu penyelenggaraan Festival Pesona Bahari Raja Ampat yang berlangsung di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Raja Ampat selama lima hari (18-22 Oktober 2019) dengan mengangkat tema ‘Exotic Raja Ampat, From Ridge to Reef’ akan menampilkan berbagai kegiatan antara lain; Wild Life (mengenal Iebih dekat flora dan fauna Raja Ampat); Water Activities (snorkling, diving);

Kemudian ada juga Island Hopping (mengunjungi pulau Piyainemo dan Kepulauan Fam); Opening-Closing Ceremony (Rangkaian acara pembukaan dan penutupan Festival Pesona Bahari Raja Ampat dengan menampilkan kesenian, budaya, produk ekonomi kreatif, dll).

Provinsi Papua Barat terdiri dari 12 kabupaten dan 1 kota yang memiliki 49 daya tarik wisata palaing populer (versi TripAdvisor) di antaranya; Kepulauan Raja Ampat, Kepulauan Pianemo. Pulau Wayag, Desa Arborek, Pagoda Sapta Ratna.

Pada tahun 2016 jumlah kunjungan wisman ke Papua Barat sebanyak 14.215 wisman dan 3.475 wisnus, sedangkan kunjungan wisatawan ke Raja Ampat tahun 2018 yang Ialu sebanyak 43.4910 terdiri atas; 23.099 wisman dan 20.811 wisnus. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Oknum MRP Ancam Mahasiswa Papua Lakukan Eksodus

Published

on

By

Jakarta – Para Oknum dari Majelis Rakyat Papua (MRP) diduga telah melakukan provokasi dan ancaman terhadap mahasiswa untuk melakukan eksodus. Berdasarkan data yang diterima, mahasiswa asal Papua yang paling banyak melakukan eksodus atau kembali ke Papua berasal dari Manado, meskipun Manado sendiri daerah yang tidak pernah bersinggungan dengan kasus rasisme . Mengapa Manado tempat asal terbanyak ?

Pada tanggal 26 Agustus tercatat terdapat 16 anggota MRP melakukan perjalanan dari Jayapura ke Denpasar via Timika yang diketahui menyebar ke beberapa daerah di Indonesia yang terdapat mahasiswa asal Papua belajar disana.

Khusus di Manado pada tanggal 29 Agustus bertempat di Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih dilakukan pertemuan antara oknum MRP dan mahasiswa Papua se Sulut dan Gorontalo yang membacakan maklumat MRP agar para mahasiswa kembali ke Papua.

“Bahkan waktu di asrama didatangi oleh oknum MRP, kami diberitahu bahwa kami harus kembali ke Papua. Karena orang Papua telah membumi hanguskan orang non Papua dan Katanya Papua akan segera merdeka sehingga kami harus membantu,” kata salah seorang mahasiwa yang tidak berani menyebutkan namanya.

Diduga salah seorang oknum MRP yang memprovokasi adalah Steady Penggu yang diketahui meninggalkan Jayapura pada tanggal 26 Agustus. Oleh karena itu, ada sekitar 750 asal Sulut dari kurang lebih 1.300 mahasiswa asal Papua yang sedang belajar diseluruh Indonesia yang kembali ke Papua atau eksodus.

Ketika mereka sudah kembali tiba di Jayapura dan daerah lainnya, mereka melihat bahwa kondisi Papua baik-baik saja. Memang terdapat sisa-sisa kerusuhan di Jayapura, namun kehidupan telah berjalan normal seperti sediakala.

Namun ketika mereka ingin kembali ke daerah mereka melakukan studi dengan menggunakan pesawat Hercules yang disediakan oleh Panglima TNI, para oknum MRP tersebut kembali memprovokasi untuk tidak kembali ke daerah asal studi.

Mereka melarang kami kembali, “Kata mereka kami harus mendapat izin dulu dari Gubernur Papua baru kami bisa kembali. Padahal sebagian besar kampusnya telah mulai masa kuliah, itulah mengapa mereka ingin segera kembali ke kota asal studi,” tutupnya (red)

Continue Reading

Trending