Connect with us

Nasional

Oknum MRP Ancam Mahasiswa Papua Lakukan Eksodus

Published

on

Jakarta – Para Oknum dari Majelis Rakyat Papua (MRP) diduga telah melakukan provokasi dan ancaman terhadap mahasiswa untuk melakukan eksodus. Berdasarkan data yang diterima, mahasiswa asal Papua yang paling banyak melakukan eksodus atau kembali ke Papua berasal dari Manado, meskipun Manado sendiri daerah yang tidak pernah bersinggungan dengan kasus rasisme . Mengapa Manado tempat asal terbanyak ?

Pada tanggal 26 Agustus tercatat terdapat 16 anggota MRP melakukan perjalanan dari Jayapura ke Denpasar via Timika yang diketahui menyebar ke beberapa daerah di Indonesia yang terdapat mahasiswa asal Papua belajar disana.

Khusus di Manado pada tanggal 29 Agustus bertempat di Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih dilakukan pertemuan antara oknum MRP dan mahasiswa Papua se Sulut dan Gorontalo yang membacakan maklumat MRP agar para mahasiswa kembali ke Papua.

“Bahkan waktu di asrama didatangi oleh oknum MRP, kami diberitahu bahwa kami harus kembali ke Papua. Karena orang Papua telah membumi hanguskan orang non Papua dan Katanya Papua akan segera merdeka sehingga kami harus membantu,” kata salah seorang mahasiwa yang tidak berani menyebutkan namanya.

Diduga salah seorang oknum MRP yang memprovokasi adalah Steady Penggu yang diketahui meninggalkan Jayapura pada tanggal 26 Agustus. Oleh karena itu, ada sekitar 750 asal Sulut dari kurang lebih 1.300 mahasiswa asal Papua yang sedang belajar diseluruh Indonesia yang kembali ke Papua atau eksodus.

Ketika mereka sudah kembali tiba di Jayapura dan daerah lainnya, mereka melihat bahwa kondisi Papua baik-baik saja. Memang terdapat sisa-sisa kerusuhan di Jayapura, namun kehidupan telah berjalan normal seperti sediakala.

Namun ketika mereka ingin kembali ke daerah mereka melakukan studi dengan menggunakan pesawat Hercules yang disediakan oleh Panglima TNI, para oknum MRP tersebut kembali memprovokasi untuk tidak kembali ke daerah asal studi.

Mereka melarang kami kembali, “Kata mereka kami harus mendapat izin dulu dari Gubernur Papua baru kami bisa kembali. Padahal sebagian besar kampusnya telah mulai masa kuliah, itulah mengapa mereka ingin segera kembali ke kota asal studi,” tutupnya (red)

Continue Reading
108 Comments

108 Comments

  1. Pingback: hydroxychloroquine and hair loss

  2. Pingback: hydroxychloroquine sulfate australia

  3. Pingback: update on hydroxychloroquine

  4. Pingback: viagra lyrics

  5. Pingback: how much does cialis cost at cvs

  6. Pingback: canada drug pharmacy review

  7. Pingback: ivermectil dosage adult

  8. Pingback: coupon for priligy by manufacturer

  9. Pingback: iverm 6

  10. Pingback: stromectol 1000 mg

  11. Pingback: fluoxetine hcl 20 mg side effects

  12. Pingback: does zoloft make you lose weight

  13. Pingback: sildenafil coupon

  14. Pingback: normal dose of hydrochlorothiazide

  15. Pingback: generic viagra canada

  16. Pingback: can atorvastatin cause weight gain

  17. Pingback: ivermect 875

  18. Pingback: cost of viagra

  19. Pingback: buy real viagra online

  20. Pingback: cheap generic viagra online

  21. Pingback: how much for cialis pills

  22. Pingback: difference sertraline and escitalopram

  23. Pingback: where can i purchase cialis

  24. Pingback: cialis discount

  25. Pingback: viagra without doctor prescription

  26. Pingback: deltasone 20 mg 21 capsules price

  27. Pingback: cheap viagra online

  28. Pingback: sildenafil citrate 100mg

  29. Pingback: can i buy cialis online

  30. Pingback: buy viagra online

  31. Pingback: buy female viagra uk

  32. Pingback: clavamox 250 mg

  33. Pingback: sildenafil tablets coupon

  34. Pingback: what is the difference between viagra and cialis

  35. Pingback: ivermectin for ascariasis infection

  36. Pingback: viagra 100mg

  37. Pingback: where can i buy viagra or cialis

  38. Pingback: buy prednisone australia

  39. Pingback: viagra price

  40. Pingback: cialis rx cost

  41. Pingback: availability of ivermectin over the counter

  42. Pingback: can you buy over the counter viagra

  43. Pingback: viagra cream for sale

  44. Pingback: where to order ivermectin online

  45. Pingback: where can i buy cialis online without a prescription

  46. Pingback: generic viagra from canada pharmacy

  47. Pingback: stromectol and prednisone for scabicide

  48. Pingback: injectable ivermectin for humans

  49. Pingback: buy zithramax online overnight

  50. Pingback: where to buy female viagra in india

  51. Pingback: ventolin pi

  52. Pingback: generic viagra for female

  53. Pingback: ivermectin fda label

  54. Pingback: reputable online viagra

  55. Pingback: how much is generic viagra now

  56. Pingback: daily cialis

  57. Pingback: tadalafil prescription

  58. Pingback: zithromax acne

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

PAUDHI untuk SDM Unggul dan Berdaya Saing

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum selaku Guru Besar dan Ketua LPPM Universitas Pendidikan Indonesia menyatakan bahwa Webinar yang berlangsung hari ini, Senen 11 Oktober 2021 adalah kerjasama dengan LPPM UPI dengan BAPPENAS

Adapun tema dalam webinar ini yang disepakati tentang PAUD Holistik Integratif untuk SDM Unggul dan Berdaya saing (Pengasuhan, Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial Anak).

Tema PAUD menjadi penting karena melibatkan literasi dasar bagi sekurang kurangnya 72% anak usia 7 hingga 17 tahun berdasarkan Data BPS dan data Kemendikbud Ristek yang diantaranya 27% anak usia balita yang artinya banyak anak bangsa yang menjadi lingkup diskusi webinar tersebut.

Pada webinar kali ini, bahwa kita masih memiliki Pekerjaan Rumah 1,75% keaksaraan nasional dengan tantanga APK 8,2 tahun, dan kita mengetahui bahwa kemenko PMK sebagai koordinator bidang Pendidikan dan sosial lainnya akan mampu mereduksi persoalan dari mulai PAUD sampai Pendidikan menengah.

“Kerjsama ini dilakukan karena Universitas yang selalu berada di garda depan dari PAUD Hingga Sarjana, UPI ada jenjang studi PAUD dari S1 sampai S3 begitu juga untuk Pendidikan dasar dan menengah,” ujar Prof. Dadang Sunendar.

Dikatakan Dadang, bahwa Di LPPM ada satu kajian Pengembangan Wanita, Gender dan Perlindungan Anak yang bersinergi langsung dengan Kementerian PNN / BAPPENAS dan KPPPA, hal tersebut lah yang mendasari terlaksananya Webinar PAUD HI.

Sementara itu, Dr. Ir. Subandi Sardjoko, MSc. Menyampaikan keynote pada Webinar bertema “PAUDHI untuk SDM Unggul dan Berdaya Saing” yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah (Bappenas) dan Perguruan Tinggi (Lembaga Pengabdian dan Penelitain Masyarakat-UPI).

“Di dalam RPJMN 2020-2024 pemerintah telah menetapkan pembangunan manusia sebagai salah satu agenda penting dan dan strategis dalam pembangunan nasional. Diyakini sepenuhnya, modal manusia merupakan faktor yang sangat menentukan dalam mencapai kemajuan dan mewujudkan kesejahteraan,” papar Subandi.

Dia tambahkan, “untuk itu, pemerintah fokus pada upaya meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing,” jelasnya.

Pembangunan Manusia dilaksanakan berlandaskan pada Tiga Pilar pembangunan, yaitu: Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial, Produktivitas, dan Pembangunan Karakter, Pembangunan Manusia mencakup banyak dimensi merujuk suatu intervensi kebijakan, yang diarahkan antara lain untuk:

  1. Meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta;
  2. Meningkatkan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas; dan
  3. Meningkatkan kualitas anak, perempuan, dan pemuda. Pembangunan Manusia tidak hanya menjadi Komitmen Nasional, namun juga merupakan Komitmen Dunia melalui pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). (Amhar)
Continue Reading

Nasional

EKSAMINASI PUTUSAN PERKARA HRS DKK

Published

on

By


Pada kesempatan ini disampaikan hasil kajian ekasaminasi perkara Habib Rizieq Syihab dkk (Putusan PN. Jakarta Timur Nomor: 225/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim), yang pada pokoknya sebagai berikut:

  1. Bahwa pada awalnya telah terjadi rekayasa sistematis melalui pengelompokan (klasterisasi) perkara (in casu Prokes Petamburan, Megamendung dan RS UMMI) tanpa menggunakan ketentuan perbuatan berlanjut (vorgezette handeling) sebagaimana diatur dalam Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Seandainya ketentuan Pasal 64 Ayat (1) KUHP diterapkan, maka dapat dipastikan tidak akan pernah ada klasterisasi perkara yang didalamnya terdapat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
  2. Bahwa Judex Factie bahwa telah menyalahi asas legalitas dengan melakukan analogi terhadap makna “keonaran”. Tidak dapat dibenarkan penentuan adanya hubungan antara sikap batin (mens rea) dengan perbuatan (actus reus) dan timbulnya akibat ditentukan secara menyimpang dan tidak ada keterpautan hukum dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
  3. Bahwa delik penyertaan (deelneming) pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana tergolong kejahatan terhadap Kemanan Negara. Dengan demikian mempersyaratkan harus adanya permufakatan jahat (dolus premeditatus) dan oleh karena itu kesengajaan yang terjadi bukan bercorak ‘dengan kemungkinan’, melainkan bercorak ‘dengan maksud’ (als oogmerk).
  4. Bahwa terdapat keterhubungan yang siqnifikan antara pemenuhan unsur “dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat” dengan tindakan plagiarisme dalam pertimbangan hukum putusan aquo. Doktrin opzet metwaarschijnlijkheidsbewustzijn/dolus eventualis yang menjadi dalil Judex Factie dalam pemenuhan unsur “kesengajaan dengan kemungkinan” tidak sesuai dengan maksud penggunaannya.
  5. Bahwa Judex Factie tidak menerapkan pembuktian hubungan sebab akibat (kausalitas) guna menentukan secara objektif sebab terjadinya akibat. Mengacu pada doktrin kausalitas, maka sebab yang relevan dan paling dominan terjadinya kegaduhan di media sosial termasuk aksi demonstrasi sebagaimana yang dimaksudkan oleh Judex Factie justru oleh media-media sosial yang sebelumnya menebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian kepada Pemohon Kasasi (in casu Habib Rizieq Syihab). Diduga kuat media-media tersebut memang sengaja dibentuk guna kepentingan rekayasa pemenuhan dalil terjadinya kegaduhan di media sosial.
  6. Bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana telah dihapuskan dalam Rancangan KUHP Tahun 2019. Berdasarkan interpretasi futuristik terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana seharusnya tidak lagi dapat diterapkan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa perkara Habib Rizieq Syihab dkk tidaklah murni perkara hukum, namun mengandung kepentingan politis. Dengan demikian pemenuhan unsur delik cenderung sangat dipaksakan.

Kami memberikan dukungan penuh kepada Majelis Hakim Kasasi Mahkamah Agung untuk memutus dengan keberanian dan kejujuran agar terwujud kepastian hukum yang adil. Demikian Siaran Pers ini disampaikan.
 
Jakarta, Senin 11 Oktober 2021.

Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H.
(Direktur HRS Center selaku Ketua Tim Eksaminasi)

Dr. H. Ahmad Yani, S.H., M.H.
(Dewan Penyantun HRS Center)

Continue Reading

Nasional

Partai Ummat Nilai Jokowi Gagal Kelola Konflik Agraria

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Partai Ummat menilai Presiden Jokowi gagal mengelola konflik agraria yang terjadi selama lima tahun terakhir yang menyebabkan meluasnya ketimpangan dan ketidakadilan di seluruh tanah air.

Data yang dihimpun Partai Ummat menunjukkan dalam lima tahun terakhir telah terjadi 2.288 konflik agraria yang mengakibatkan 1.437 orang mengalami kriminalisasi, 776 orang mengalami penganiayaan, 75 orang tertembak, dan 66 orang tewas.

Padahal, kata Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi, al-Qur’an telah mengingatkan melalui Surat al-Maidah Ayat 32, “bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia.”

“Mereka adalah korban ketidak-adilan struktural, tetapi pemerintah masih berkilah dan memberikan kesan seolah-olah mereka korban konflik horizontal,” jelas Ridho dalam jumpa persnya di DPP Partai Ummat, jum’at (8/10/2021) di Jakarta.

Tidak cuma itu, lanjut Ridho, penguasaan tanah oleh segelintir elit oligarki semakin menunjukkan ketimpangan yang memperdalam jurang kaya-miskin yang ujung-ujungnya rakyat banyaklah yang menjadi korban dan mengalami ketidak-adilan struktural.

“Sebanyak 68 persen tanah yang ada di seluruh Indonesia saat ini dikuasai oleh satu persen kelompok pengusaha dan badan korporasi skala besar. Sementara itu, di sisi lain, lebih dari l6 juta rumah tangga petani yang menggantungkan hidupnya dari bertani, masing-masing hanya menguasai lahan di bawah setengah hektar,“ Ridho menambahkan.

Berdasarkan data di atas, Partai Ummat menyimpulkan bahwa ketimpangan dan ketidak-adilan penguasaan tanah di Indonesia sudah sangat parah. Konflik yang berakar pada perampasan tanah yang hampir merata terjadi di seluruh Indonesia sering tidak ada sangkut-pautnya dengan kepentingan rakyat.

Namun ironisnya, Partai Ummat menyesalkan, meskipun konflik agraria ini sudah sampai pada tahap yang sangat mengkhawatirkan di mana keutuhan bangsa jadi taruhannya, tapi belum ada tanda-tanda upaya penyelesaian yang komprehensif dan menyentuh akar masalah.

“Pemerintah masih bermain-main dengan cara penyelesaian yang parsial, kagetan, bahkan tak jarang melibatkan aparat keamanan yang haram hukumnya dalam negara demokrasi,“ ujar Ketum Partai Umat.

Ridho Rahmadi mengibaratkan cara pemerintah menyelesaikan konflik agraria selama ini tak ubahnya seperti mengobati kanker stadium lanjut dengan menempelkan koyo pada bagian tubuh yang sakit.

“Untuk menutupi wajah konflik agraria yang sudah pucat-pasi digerogoti kanker ganas, mereka memoleskan lipstik di bibir untuk menyembunyikan kenyataan,” ungkapnya.

Yang lebih ironis lagi, lanjutnya, di masa pandemi ini justru konflik agraria meningkat. Ini karena perusahaan besar memanfaatkan pandemi untuk melakukan ekspansi bisnis di wilayah pedesaan yang kondisinya tidak separah perkotaan.

Data Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menunjukkan bahwa khusus di masa pandemi ini (2020) terjadi peningkatan konflik agraria masing-masing 28 persen di sektor perkebunan dan 100 persen di sektor kehutanan dibandingkan tahun sebelumnya (2019).

Ridho menegaskan sebagai kekuatan politik bangsa, Partai Ummat merasa berkewajiban untuk memberi peringatan kepada pemerintah supaya jangan lagi bermain-main atau menganggap sepele konflik agraria yang sangat potensial menyulut kerusuhan sosial.

“Soal ketidak-adilan ini adalah soal redistribusi lahan, bukan soal sertifikasi lahan. Dengan segala hormat, jangan lagi anggap bagi-bagi sertifikat sebagai solusi,” lanjut Ridho.

Atas dasar hal di atas, Partai Ummat dengan ini menyampaikan tiga tuntutan kepada pemerintah;
Pertama, agar pemerintah segera membentuk Badan Otorita Reforma Agraria, yang merupakan perintah dari Tap MPR Nomor IX/2001 tentang Pembaruan Agraria dan Pengelolaan Sumber Daya Alam (PA dan PSDA).

Kedua, agar pemerintah segera mengumpulkan data penguasaan agraria yang valid dan terintegrasi.

Dan ketiga, agar pemerintah segera mewujudkan “Peta Tunggal Agraria” dan road map penyelesaian sengketa agraria.

Selanjutnya, Ridho Rahmadi melanjutkan, sebagai bentuk konkret partisipasi dan peran aktif Partai Ummat dalam upaya menyelesaikan konflik agraria di tanah air, insya Allah Partai Ummat akan mendirikan Kantor Bantuan Hukum Ummat (Kabah Ummat).

Lembaga bantuan hukum ini, kata Ridho, akan memberikan bantuan hukum kepada anggota masyarakat yang menjadi korban konflik agraria atau konflik struktural lainnya, juga akan memberikan pendampingan kepada anggota masyarakat untuk mendapatkan sertifikat atau kepastian hukum dari lahan yang sudah digarap dan dikuasainya sangat lama.

“Terakhir, Partai Ummat juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk turut aktif mengawasi pelaksanaan Perpres No. 86/2018 tentang penyelenggaraan Reforma Agraria,” pungkas Ridho Rahmadi. (Amhar)

Continue Reading

Trending