Connect with us

Entertainment

“7 Years” dan “Love Sameone” akan Hadir Menyapa Jakarta

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Attention all! The wait is over. Yes, tak terasa tinggaI beberapa pekan lagi, Lukas Graham, grup band asal Denmark yang terkenal dengan singIe-nya ‘7 Years’ dan ‘Love Someone’, akan menyapa penggemarnya di Indonesia untuk pertama kalinya melalui konser ‘Lukas Graham The Purple Asian Tour Live in Jakarta 2019’ pada 01 Oktober 2019 di The KasabIanka Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Konser tersebut dipersembahkan oleh Traveloka, dipromotori oleh Fullcolor Entertainment dan didukung oleh DoubleTree by HiIton Jakarta-Diponegoro.

David Ananda, Managing Director Funcolor Entertainment, mengungkapkan dirinya sangat bangga dapat menghadirkan konser grup band fenomenal seperti Lukas Graham ke Indonesia.

Pasalnya, grup band yang memuIai karir dari bawah ini selain dapat menjadi panutan bagi generasi muda Indonesia yang sedang berjuang meneIti karir di bidang musik dan juga merupakan momen langka yang tidak boleh dilewatkan, karena ini pertama kalinya Lukas Graham menjejakkan kaki mereka di Indonesia melalui rangkaian tur Asia mereka, sambungnya.

“Perjuangan dan semangat yang ditunjukkan oleh Lukas Graham dapat menjadi pendorong dan pembangkit semangat bagi generasi muda Indonesia,” kata David Ananda, Rabu, di jakarta (11/9/2019)

Selain itu, tambah David Ananda, ini akan menjadi konser perdana Lukas Graham di Indonesia dan Indonesia patut berbangga hati karena masuk dalam daftar negara Asia yang akan disinggahi dalam rangkaian tur album baru mereka bertajuk The Purple yang menghadirkan single ‘Love Someone’ yang saat ini banyak diputar di stasiun radio di Indonesia. Terlebih Iagi, konser ini pun dapat terwujud berkat dukungan dan kerja sama dari Traveloka sebagai Exclusive Online Ticketing Partner.

David mengungkapkan, tak hanya bangga dapat menghadirkan Lukas Graham pertama kali di Indonesia, kami juga bangga bisa mendapatkan dukungan dan bekerja sama dengan Traveloka sebagai Exclusive Online Ticketing Partner. Dengan kehadiran Traveloka yang menjadi solusi gaya hidup masyarakat sekarang ini, kami harap dapat memudahkan para penggemar dalam pemesanan tiket konser musik secara online.

“Jadi, ngga perlu nunggu ‘7 Tahun’ untuk bisa menyaksikan penampilan Lukas Graham di Indonesia. Segera beli tiketnya dan saksikan Lukas Graham di The Kasablanka Hall, Mal Kota Kasablanka, Jakarta, tanggal 1 Oktober 2019 mendatang,” tandas David Ananda, menjelaskan.

Sementara itu, Terry Santoso, Head of Marketing Traveloka Xperience menjelaskan, “Traveioka bangga dapat menjadi Exclusive Online Ticketing Partner untuk LUKAS GRAHAM THE PURPLE ASIAN TOUR 2019. Traveloka sebagai discovery platform, salah satu misi kami adalah memperkaya hidup para pengguna dengan pengalaman yang tak terbatas.

“Kami juga memahami bahwa traveling bukan hanya berpergian ke luar kota, namun untuk mendapat pengalaman baru guna memperkaya hidup juga bisa ditemukan di sekitar kita. Salah satunya untuk menikmati hiburan berkualitas seperti konser musik yang saat ini juga tengah digemari masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Terry Santoso mengungkapkan, “Untuk dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup para pengguna, Traveloka hadir sebagai end-to-end lifestyle solution bagi para pengguna dalam persiapannya menikmati konser. Mulai dari pemesanan tiket konser, persiapan akomodasi atau hotel bagi penggemar yang berasai dari luar kota, hingga transportasi yang dibutuhkan menuju lokasi acara.

Selain itu menurut Terry, Traveloka juga menyediakan promo khusus bagi para penggemar Lukas Graham yaitu promo “Love Someone” spesiai untuk para pemesan tiket via Traveloka. Dengan promo “Love Someone” para penggemar berkesempatan untuk mengajak orang terkasihnya turut menikmati Konser Lukas Graham secara gratis.

“Kemudahan lainnya yang kami berikan juga meliputi berbagai pilihan metode pembayaran yang sangat Iengkap Sehingga para pengguna dapat menikmati acara hiburan berkualitas, dari pengalaman pencarian hingga pemesanan yang nyaman dan aman melalui satu aplikasi, yaitu Traveloka,” pungkasnya.

Sedangkan sebagai Hospitality Partner, Fullcolor Entertainment mempercayakan kepada DoubIeTree by Hilton Jakarta Diponegoro untuk mengatur segala keperluan akomodasi Lukas Graham selama berada di Jakarta.

Nils-Arne Schroeder, General Manager DoubleTree by Hilton Jakarta-Diponegoro, mengungkapkan, “Sebagai wujud kelanjutan kerjasama yang telah kami bangun bersama FullcoIor Entertainment dalam beberapa tahun terakhir ini dengan menghadirkan artis-artis ternama, kami bangga dapat menjadi official hospitality partner untuk konser Lukas Graham di Jakarta pada 1 Oktober 2019 mendatang,” ungkap Nils-Ame Schroeder, General Manager DoubleTree by Hilton Jakarta Diponegoro.

“Hotel kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang berkesan, yang menghubungkan para tamu dengan para artis dalam cara yang berkesan serta dalam rangka membangun hubungan jangka panjang dengan para tamu,” tambah Nils. (Amhar)

Continue Reading
207 Comments

207 Comments

  1. Pingback: dr. colbert's keto zone diet: burn fat, balance appetite hormones, and lose weight

  2. Pingback: Atarax

  3. Pingback: what is fluoxetine 40 mg used for

  4. Pingback: when to take lexapro

  5. Pingback: adam4adam.com gay dating site

  6. Pingback: jama ivermectin

  7. Pingback: cialis pills for sale

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Entertainment

Fokus Serial Action, Unity Production Hadirkan Film “Kisah 3 Pembunuh!”

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Unity Production adalah Production House pertama di Indonesia yang akan fokus dalam pengembangan Film/Serial Action yang memiliki standar kualitas International.

Didirikan tahun 2021 ini oleh duo Handy Zhang dan Ruben Harjanto. Dalam sambutanya Ruben mengungkapkan, Unity Production diharapkan mampu mengangkat kualitas film Action Indonesia yang sudah begitu dikenal di dunia International berkat Film The Raid.

Dijelaskan Ruben, dalam karya perdananya ini, Unity Production bekerjasama dengan aktor laga international, Yayan Ruhian, yang populer lewat film The Raid dan pernah bermain di Film Hollywood, Star wars dan John Wick.

“Juga aktor-aktor hebat Indonesia seperti Randy Pangalila, Ray Sahetapy dan Yoriko Angeline akan terlibat di serial laga ini,” sebut ruben Harjanto saat jumpa pers, Selasa (14/12/2021) di Grand Orchardz Hotel Rajawali Kemayoran, Jakarta.

Sementara 3 pemeran utama kita semuanya adalah REAL ACTION STAR (Para ahli beladiri) yaitu : Volland Humonggio, Franki Darmawan dan Ismi Melinda, sehingga bukan aktor biasa yang dilatih action, melainkan benar-benar ahli beladiri. Ini diharapkan mampu menciptakan adegan-adegan laga yang real dan memikat penonton!

Kisah 3 Pembunuh bercerita tentang tiga orang pembunuh yang sudah pensiun, tanpa sengaja, dipertemukan oleh takdir di sebuah kota kecil bernama Kandang Harum Dengan masing-masing problematika yang dihadapi, pada akhirnya mereka bertiga harus bekerjasama demi menyelamatkan nyawa orang-orang yang mereka cintai, ketika terjadi pengepungan di sekolah SMA Kandang Harum oleh musuh berbahaya akibat masa lalu mereka yang buruk!

Yoga (Volland Humonggio) yang tadinya mau hidup tenang di kota kecil Kandang Harum terpaksa harus berurusan dengan masa lalunya gara-gara Yolanda anak kesayangannya terkena bullying, Body Shaming, oleh teman sekolahnya yang kebetulan adalah adik dari jagoan Ormas preman di kota tersebut.

Sementara Ara (Franki Darmawan) yang tadinya ingin menikahi Alika, seorang guru sekolah SMA di Kandang Harum juga harus berurusan dengan Ormas preman, gara-gara dimintai sumbangan.

Dan terakhir, mantan pembunuh ke-3, Indri (Ismi Melinda) yang pulang kampung ke Kandang Harum untuk mendirikan masjid di tanah wakaf warisan ayahnya menerima kenyataan pahit bahwa tanah tersebut telah dirampas oleh para Mafia Tanah.

Gara-gara urusan sepele ini, membuat Bang Jago (Yayan Ruhian) ketua ormas yang sangat ditakuti di Indonesia mengetahui keberadaan mereka bertiga, dan mengirimkan pembunuh terhebatnya, Mas Monon (Randy Pangalila) untuk menghabisi nyawa 3 pembunuh!

Serial Action yang mengangkat Issue kekinian yang dekat dengan masyarakat kita, Body Shaming, Ormas rusuh dan mafia tanah.

Ditulis dan disutradarai oleh Archie Hekagery yang sebelumnya sukses membesut film Action remaja, Tarung Sarung dan Sitcom Tetangga Masa Gitu, “Kisah 3 Pembunuh” menjanjikan cerita yang memikat dan adegan aksi yang mencengangkan!

Saksikan serial Action “Kisah 3 Pembunuh” di layanan streaming berbayar (OTT) favorit anda. (Amhar)

Continue Reading

Entertainment

Gitaris Naif Tegaskan, Naif Masih Ada

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Gitaris Naif , Fajar Endra Taruna alias Jarwo mengatakan Naif masih ada. Dengan tegas! Jarwo membatah adanya kabar bubarnya band yang terbentuk pada Tahun 1995.

Menanggapin beredarnya bubarnya Naif di media, Jarwo mengungkapkan, “Di sini Gue mau bilang, Naif masih ada,” ujarnya saat jumpa pers di Kantor RAP, Bintaro, Tangerang Selatan, Jum’at (22/10/2021).

Lebih lanjut, Jarwo mengungkapkan bahwa pembubaran Naif tidak sah secara internal Naif. Jarwo pun menduga adanya paksaan untuk menandatangani surat pembubaran grup bandnya itu.

Surat pembubaran grup band Naif belakangan diketahui atas nama dua personelnya yakni Emil dan Pepeng. Surat tersebut juga dikirim melalui kurir.

Dalam kesempatan yang sama, Ramdhan Alamsyah selaku kuasa hukum Jarwo menilai surat yang dilayangkan Emil dan Pepeng terhadap kliennya mengandung unsur pemaksaan.

Pengacara Ganteng nan kondang itu bahkan menyebut kedua mantan personel Naif layaknya musuh dalam selimut bagi Jarwo.

“Padahal ke belakang mereka yang tak ada itikad baik maksa Jarwo tanda tangan (surat) Naif bubar. Tidak bicara seperti sahabat tapi seperti musuh dalam selimut,” ujar Ramdhan Alamsyah. (Amhar)

Continue Reading

Entertainment

Dari 92 Film Tayang, 35 Judul Film Masuk Unggulan Festival Film Wartawan

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Festival Film Wartawan Indonesia (FFWI) ke-XI telah menyeleksi film unggulan menjadi 35 judul film dari 92 film Indonesia yang tayang sejak September 2020 hingga September 2021.

30 film di antaranya tayang di bioskop, sisanya 62 film tayang di OTT, seperti Netflix, Disney+Hotstar, Klik Film, Bioskop Online, dan lainnya). Masing-masing terdiri dari tiga sampai lima unggulan.

Hal ini terungkap dalam Diskusi Kegiatan Penjurian FFWI XI yang berlangsung di Hotel Amaroossa Grande, Bekasi, Minggu, 19 September 2021.

Yan Widjaya selaku Ketua Bidang Penjurian FFWI XI menjelaskan, sampai saat ini telah dipilah 7 film Komedi, 7 film Horor dan 21 film Drama, selanjutnya masih akan mengalami kurasi unggulan.

“Unggulannya akan diumumkan pada 18 Oktober 2021. Kemudian akan menghasilkan sembilan unggulan yang akan kita nilai, meliputi sembilan unsur, yakni Film, Sutradara, Penulis Skenario, DOP (Penata Kamera), Aktor Utama, Aktris Utama, Aktor Pendukung, Aktris Pendukung, dan Penyunting (Editor),” kata Yan Widjaya.

Yan Widjaja menambahkan, setelah unggulan FFWI XI diumumkan pada 18 Oktober, selanjutnya pemenangnya akan diumumkan di malam puncak FFWI XI, pada 28 Oktober 2021.

Ketua Panitia FFWI XI, Wina Armada Sukardi sebelumnya mengatakan, penilaian FFWI XI bersifat sangat independen, tanpa harus berpretensi, dengan hanya menilai sembilan unsur.

Sebelumnya direncanakan empat kategori yang dinilai, yaitu Drama, Horor, Komedi dan Laga (Action). Tapi karena jumlah film berkategori Laga sedikit, sehingga dewan juri hanya menilai untuk tiga kategori dari 27 unsur yang ada. Plus tiga piala khusus.

FFWI tahun 2021 menjadi gelaran kesebelas, mengingat sebelumnya wartawan sudah menggelar sepuluh kali. Urutannya, empat kali oleh PWI dari 1970 sampai dengan 1975, dua kali oleh PWI Jaya pada 1985 dan 1986.

Selanjutnya, dua kali Festival Film yang didukung oleh Jak TV dan Usmar Ismail Awards dua kali.

Edy Suwardi selaku Kepala Kelompok Kerja (Kapokja) Apresiasi dan Literasi Film (Alif) Direktorat Perfilman dan Media, Kemendikbud Ristek RI mengatakan, pihaknya hanya menjadi pendamping dan memfasilitasi kegiatan FFWI XI.

Pokja Alif, juga meyakini hasil penjurian yang dilakukan dan didapatkan Juri FFWI XI akan baik.

“Intinya kami mendukung kegiatan FFWI XI, sebagai bagian ekosistem perfilman Indonesia. Dengan tujuan akhir dapat turut membuat film menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Edy Suwardi. (Amhar)

Continue Reading

Trending