Connect with us

Nasional

Bila Jadi Menteri, Dokter Wanita ini akan Berikan Gajinya Untuk Negara

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Drg. Fransiska salah satu calon menteri sosial ini, menyatakan akan maju dan siap bertarung dengan candidat-candidat lainnya untuk merebut kursi kabinet di era kepemimpinan Joko Widodi periode 2019-2024. Alasannya agar dapat membantu kerja Jokowi yang sudah terbilang cukup sukses dalam kepemimpinannya.

Menurutnya, Jokowi sudah cukup baik dalam kerjanya namun masih membutuhkan lagi orang-orang yang mana bisa menjadi eksekutor dan mampu turun langsung dan mengawasi dilapangan agar 5 tahun kedepan jauh lebih baik dari 5 tahun sebelumnya, ujar Fransiska pada media, di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Sebagai seorang Dokter, Saya tertarik membantu kerja Presiden untuk memajukan Negara Indonesia. Saya juga seorang alumni Universitas Indonesia, setelah menjadi dokter maka panggilan saya untuk mengabdi kepada masyarakat Indonesia sangat tinggi.

“Ini bukan tentang materi yang saya harapkan melainkan bagaimana saya mampu memberikan pelayanan sosial yang maksimal terhadap mereka dengan baik dari segi Sosial, Medis, Pengobatan bahkan sampai pada Pendidikan,” jelasnya.

Dalam membantu Presiden, Saya sudah mempersiapkan programnya. Pertama, basic saya adalah medis, maka saya telah persiapkan Digital Health untuk kesehatan masyarakat marjinal seluruh Indonesia, dimana program ini kita membantu para medis, perawat maupun para Dokter yang ada dilapangan dimana memiliki program digital health yang bisa kita jangkau sampai ke pelosok nusantara.

Bila mana masyarakat membutuhkan pelayanan medis secara langsung, baik dan merata akan kami lakukan terhadap masyarakat Indonesia dari sabang sampai merauke, Imbuh Fransiska.

Ada pun program saya yang lain adalah Education, yang mana kita tau bahwa di Indonesia sendiri sebagian ada yang sudah bebas dari pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), namun ada juga masyarakat pelosok dipinggiran kabupaten pada tiap Provinsi yang belum untuk menjangkau sekolahnya karena jarak dari rumahnya yang begitu sulit dan juga kendaraan di daerah tersebut belum memadai.

“Maka dari itu saya drg. Fransiska akan menghadirkan Digital Education melalui Android karena itu adalah cara yang tepat untuk melayani masyarakat dan masih banyak program-program saya yang mana sudah saya siapkan jika saya terpilih nanti pada pertarungan di kursi kabinet periode 2019-2024,” ujarnya

Maka saya berjanji bahwa satu obsesi saya adalah saya akan berikan seluruh gaji serta tunjangan saya untuk Negara, saya berbuat untuk membantu Negara karena bukan apa yang negara berikan pada kami melainkan apa yang bisa kita berikan pada negara, tambahnya.

Oleh karna itu, Saya berharap lebih baik lagi pada nawacita 2 ini menggunakan orang-orang yang handal dan mau terjun ke lapangan dan mau melakukan sesuatu untuk Indonesia tanpa di bayar. Semua yang telah dilakukan oleh mereka dikarenakan rasa terpanggil oleh Ibu Pertiwi yang mana dapat membuat satu keindahan bagi Negri kita untuk Indonesia semakin maju, “pungkas” Drg. Fransiska. (Amhar)

Continue Reading
472 Comments

472 Comments

  1. Pingback: buy sildenafil

  2. Pingback: best otc ed pills

  3. Pingback: best ed pills non prescription

  4. Pingback: online ed medications

  5. Pingback: cialis 10 mg

  6. Pingback: rx pharmacy

  7. Pingback: generic cialis

  8. Pingback: cheap vardenafil

  9. Pingback: levitra 10 mg

  10. Pingback: casinos

  11. Pingback: online casino real money no deposit

  12. Pingback: purchase viagra

  13. Pingback: casinos

  14. Pingback: best online casino usa

  15. Pingback: generic cialis reviews

  16. Pingback: payday loans online

  17. Pingback: cash advance online

  18. Pingback: viagra prescription

  19. Pingback: cialis 5 mg

  20. Pingback: real money casino

  21. Pingback: 20 cialis

  22. Pingback: ewan

  23. Pingback: cialis internet

  24. Pingback: generic for cialis

  25. Pingback: 20 cialis

  26. Pingback: viagra price

  27. Pingback: gambling casino

  28. Pingback: chumba casino

  29. Pingback: play casino

  30. Pingback: viagra canada

  31. Pingback: generic viagra reviews

  32. Pingback: buy viagra cheap

  33. Pingback: viagra samples

  34. Pingback: viagra online usa

  35. Pingback: buy viagra online cheap

  36. Pingback: canadian pharmacy king

  37. Pingback: buying generic viagra online

  38. Pingback: tadalafil cialis

  39. Pingback: viagra connect

  40. Pingback: buy viagra now

  41. Pingback: cialis 10mg

  42. Pingback: real casino

  43. Pingback: casino

  44. Pingback: where can i buy viagra using paypal

  45. Pingback: buy viagra sydney

  46. Pingback: buy cheap viagra and cialis

  47. Pingback: buying cheap cialis online

  48. Pingback: cheap cialis online canada

  49. Pingback: viagra prices

  50. Pingback: ed drugs online canada

  51. Pingback: cheap cialis

  52. Pingback: sildenafil

  53. Pingback: viagra

  54. Pingback: canadian viagra

  55. Pingback: viagra without doctor prescription

  56. Pingback: cialis pills

  57. Pingback: how to buy arimidex 1mg

  58. Pingback: generic tadalafil vs cialis

  59. Pingback: augmentin 500/125mg otc

  60. Pingback: avapro 150mg online

  61. Pingback: buy viagra online no prescription

  62. Pingback: baclofen 25mg no prescription

  63. Pingback: tadalafil tablets

  64. Pingback: cialis online prescription

  65. Pingback: Premarin 0,3mg online pharmacy

  66. Pingback: buspar 5mg cost

  67. Pingback: sildenafil dosage recommendations

  68. Pingback: order cialis online without prescription

  69. Pingback: viagra online oversea

  70. Pingback: viagra without doctor prescription

  71. Pingback: catapres cost

  72. Pingback: ceclor medication

  73. Pingback: virgin casino online nj login

  74. Pingback: casino slot games

  75. Pingback: online casino usa

  76. Pingback: legitimate online slots for money

  77. Pingback: online casinos

  78. Pingback: betfair casino online nj

  79. Pingback: best online casino usa

  80. Pingback: car insurance quotes comparison

  81. Pingback: insurance for car

  82. Pingback: best price on pzier viagra

  83. Pingback: direct general car insurance quotes

  84. Pingback: windhaven car insurance quotes

  85. Pingback: progressive car insurance quotes

  86. Pingback: cheap full coverage car insurance quotes

  87. Pingback: progressive auto ins

  88. Pingback: cheapest online car insurance quotes

  89. Pingback: full coverage insurance

  90. Pingback: car insurance quotes

  91. Pingback: easy personal loans

  92. Pingback: Buy cheap viagra online

  93. Pingback: viagra activate

  94. Pingback: payday loans with no credit check

  95. Pingback: payday loans payday loans

  96. Pingback: silodosin package insert

  97. Pingback: no credit check installment loans

  98. Pingback: quick loans online quick loans

  99. Pingback: bad credit loan definition

  100. Pingback: online payday loans

  101. Pingback: personal loans corinth ms

  102. Pingback: charlotts web cbd oil for sale

  103. Pingback: cbd oil for cancer patients in colorado

  104. Pingback: cbd oil effects

  105. Pingback: viagra in sydney

  106. Pingback: cbd oil benefits and uses in books

  107. Pingback: best cbd oil for cancer

  108. Pingback: cherry flavored cbd oil

  109. Pingback: cbd oil for dogs

  110. Pingback: cbd oil for anxiety reviews

  111. Pingback: cbd pills for sale

  112. Pingback: essay write

  113. Pingback: write essay for money

  114. Pingback: professional essay writing services

  115. Pingback: buy essay online

  116. Pingback: best college essay writing service

  117. Pingback: does money buy happiness essay

  118. Pingback: how to write a good argument essay

  119. Pingback: wake county school assignments

  120. Pingback: free research paper writer

  121. Pingback: buy cheap essay

  122. Pingback: cleocin canada

  123. Pingback: clomid online

  124. Pingback: Us pharmacy viagra

  125. Pingback: clonidine no prescription

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Nasional

Komnas HAM: Tarik Perpres Pelibatan TNI Tangani Terorisme dari DPR

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta Presiden untuk menarik Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) Pelibatan TNI dari pembahasan dan penandatanganan sebelum ada kebijakan yang jelas berdasarkan prinsip negara hukum dan norma HAM.

Permintaan ini dituliskan dalam rekomendasi Surat Komnas HAM ke Presiden dan DPR pada 17 Juni 2020, sebagaimana disampaikan oleh Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsara dalam Seminar Online Kerjasama Academic TV dengan FISIP Universitas Lampung (UNILA) dengan Tema “Mendudukkan Peran TNI Dalam Upaya Penanggulangan Aksi Terorisme” pada 24 November 2020.

Beka Ulung mengungkapkan, Komnas HAM menilai Rancangan Perpres ini bertentangan dengan pendekatan hukum yang menjadi paradigma UU No 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, yaitu criminal justice system dan UU No 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia yang menekankan pelibatan TNI dalam penanganan terorisme sebagai perbantuan.

Sehingga pelibatan TNI adalah bersifat ad hoc, didasarkan pada keputusan politik negara dan anggaran hanya dari APBN. Secara prinsip menurut Beka Rancangan ini bertentangan dengan prinsip lex superior legi inferior.

Selanjutnya alasan permintaan penarikan rancangan menurut Surat Komnas HAM kata Beka, karena Rancangan Perpres ini bercirikan pendekatan War Model dalam penanganan terorisme yang melahirkan status kondisi ‘perang’ tanpa kejelasan hukum dan memicu pelanggaran HAM.

“Komnas HAM juga menyoroti potensi tumpang tindih peran yang dilahirkan Perpres dalam tata kelola penanganan terorisme, dimana di dalam UU No 5 Tahun 2018 telah diatur tugas dan kewenangan sejumlah Lembaga selain TNI,” pungkas Beka Ulung.

Dalam Webinar tersebut, Dr. Ahmad Irzal Fardiansyah S.H., M.H, Pakar Hukum Pidana UNILA dalam paparannya menyatakan bahwa dari sisi kebijakan, pemberantasan terorisme pada aspek preventif dan represif sudah dilakukan oleh dua Lembaga, yaitu Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kelopisian Negara Republik Indonesia (Polri).

“Jadi, apa yang diamanatkan ke pada TNI dalam Rancangan Perpres sudah dilakukan Lembaga lain, sehingga berpotensi tumpang tindih dan menambah beban keuangan negara,” ujarnya.

Karenanya Ahmad menegaskan bahwa jika pelibatan TNI diperlukan, maka itu terkait dengan ancaman yang melampaui kemampuan aparat penegak hukum untuk mengatasinya, dilakukan sebagai bentuk perbantuan dan kendali operasi tetap berada pada Polri, serta tunduk pada ketentuan dan norma hukum dan HAM.

Ahmad mengingatkan bahwa TNI bukan aparat penagak hukum, sehingga jika dipaksakan masuk dalam ranah penegakan hukum akan melanggar kepentingan penegakan hukum pidana yang melindungi hak negara, masyarakat, pelaku dan korban berdasarkan hukum acara pidana.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Robi Cahyadi Kurniawan, S.IP., M.A, Pakar Politik UNILA menyampaikan hasil pengamatannya bahwa dalam dua tahun terakhir eskalasi ancaman terorisme menurun, yang berkaitan erat dengan keberhasil penanganan oleh aparat penegak hukum dan pemerintah.

“Karenanya menjadi tidak elevan membicarakan penanganan TNI terhadap terorisme,” ujar Robi

Disisi lain, Robi juga menyoroti sumber anggaran TNI dalam Rancangan Perpres dari APBN, APBD dan sumber lain-lain yang tidak mungkin dipenuhi pemerintah karena saat ini anggaran negara difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Sementara Himawan Indrajat, S.IP., M.Si, Pakar Politik Pemerintahan UNILA dalam kritiknya terhadap Rancangan Perpres menyatakan perlunya produk hukum yang lebih jelas mengatur keterlibatan TNI karena Perpres ini tidak mengatur koordinasi dengan Lembaga lain

Hal ini agar tidak tumpang tindih, serta perlu diperbaiki aturan-aturannya agar jelas dalam upaya tetap menghormati HAM. “Jangan sampai Perpres ini menjadi Boomerang di kemudian hari,” Ujar Himawan Indrajat. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Doni Monardo: Kerumunan Manusia Menimbulkan Penularan COVID-19 dan Dapat Berakibat Fatal

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan bahwa setiap kegiatan yang menciptakan kerumunan sudah hampir pasti dapat menimbulkan penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Sejumlah aktivitas yang menciptakan kerumunan hampir pasti bisa menimbulkan penularan (COVID-19). Menulari dan tertular satu sama lainnya, ujar Doni dalam Konferensi Pers secara virtual dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (15/11).

Di samping itu, Doni juga mengingatkan bahwa para penyelenggara kegiatan yang menciptakan adanya kerumunan manusia pada masa pandemi akan mendapatkan sanksi tegas, baik di dunia maupun di akhirat. Sebab, mengumpulkan orang-orang dalam jumlah besar sehingga menimbulkan penularan penyakit hingga menyebabkan kematian adalah perbuatan yang dilarang baik oleh pemerintah maupun agama.

“Mereka yang menyelenggarakan kegiatan tersebut, nantinya bukan hanya mendapatkan sanksi di dunia oleh pemerintah, tetapi juga kelak di kemudian hari akan mendapatkan permintaan pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Karena tidak sedikit kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan itu menimbulkan penularan (COVID-19),” tegas Doni.

Lebih lanjut, Doni juga mengingatkan bahwa COVID-19 dapat menjadi mesin pembunuh bagi mereka yang masuk dalam kategori usia lanjut, maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.

Sebagaimana data Satgas Penanganan COVID-19, bahwa terdapat tren kasus kluster keluarga yang meningkat dari orang tanpa gejala yang menulari keluarganya di rumah sehingga akhirnya berujung fatal. Sehingga hal ini perlu diantisipasi agar ke depannya tidak terjadi hal serupa.

“Mungkin, bagi anak muda yang usianya relatif masih di bawah 36 tahun, sehat, tidak ada komorbid, rata-rata adalah tanpa gejala kalau terpapar COVID-19. Namun, ketika mereka kembali ke rumah, ketemu dengan orang-orang yang dicintai, ketemu dengan saudara-saudaranya yang lain, yang punya komorbid, usianya sudah lanjut, maka risikonya sangat fatal,” jelas Doni.

Adapun berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 hingga delapan bulan terakhir, angka kasus _fatality rate_ dari penderita komorbid dan lansia telah mencapai 85 persen.

“Data yang kami peroleh selama delapan bulan terakhir, angka kematian penderita komorbid dan lansia mencapai 80 sampai dengan 85 persen. Sebuah angka yang sangat tinggi,” jelas Doni.

Dengan melihat adanya prosentase angka tersebut, Doni meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar menghindari segala aktivitas yang menimbulkan kerumunan manusia dalam jumlah banyak. Dia juga mengajak antar anggota keluarga agar dapat saling mengingatkan satu sama lain, bahwa kegiatan kerumunan pada masa pandemi sangat berisiko.

“Sekali lagi, semua aktivitas yang berhubungan dengan timbulnya kerumunan, tolong untuk dihindari, dan kami juga mengajak kepada seluruh keluarga besar bangsa Indonesia, untuk mengingatkan keluarga kita satu sama lainnya, agar jangan menghadiri acara-acara yang menimbulkan kerumunan,” pinta Doni.

“Seluruh pihak di manapun berada, untuk tidak menyelenggarakan acara-acara yang dapat menimbulkan kerumunan, karena potensi tertular COVID, pasti akan semakin tinggi, dan ini nantinya akan menyulitkan kita semua,” pungkas Doni. (Amhar)

Continue Reading

Nasional

Tegakkan Protokol Kesehatan, Doni Monardo Berikan Masker Ke Panitia Kegiatan Rizieq Shihab

Published

on

By

JanoerKoening Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 pusat memberikan bantuan berupa masker kain, masker medis dan handsanitizer kepada satgas yang mengelola atau panitia kegiatan Maulid Nabi serta panitia perayaan pernikahan putri Rizieq Shihab.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan, pemberian bantuan tersebut dilakukan setelah Satgas Penanganan COVID-19 melihat tidak adanya penerapan protokol kesehatan pada setiap kegiatan yang melibatkan Rizieq Shihab.

“Setelah beberapa hari terakhir, kita menyaksikan sejumlah aktivitas yang dihadiri oleh Habib Rizieq Shihab. Banyak sekali masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, tidak menjaga jarak dan banyak yang tidak menggunakan masker. Dan ini yang sangat kita sayangkan,” ungkap Doni Monardo di Media Center Satgas Penanganan COVID-19, Jakarta, Sabtu (14/11).

Di samping itu, Doni juga menekankan bahwa sebelumnya setiap pakar dan pimpinan, baik di tingkat pusat maupun setiap daerah telah mengingatkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

“Setiap pakar epidemiologis, pakar kesehatan masyarakat dan seluruh pimpinan baik di tingkat nasional dan juga di tingkat daerah selalu mengingatkan tentang bagaimana kita harus patuh kepada protokol kesehatan,” tegas Doni.

Lebih lanjut, Doni juga mengingatkan bahwa COVID-19 dapat menjadi mesin pembunuh bagi mereka yang masuk dalam kategori usia lanjut, maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbiditas.

“Mungkin bagi mereka yang usia muda, sehat apabila terpapar COVID-19 relatif bisa sembuh dalam waktu yang tidak lama. Namun pengalaman kita selama ini, ketika yang terpapar itu lansia dan penderita komorbid maka risikonya sangat fatal. Saya ulangi lagi sangat fatal,” jelas Doni.

Sebagaimana data Satgas Penanganan COVID-19, bahwa terdapat tren kasus kluster keluarga yang meningkat dari orang tanpa gejala yang menulari keluarganya di rumah sehingga akhirnya berujung fatal. Sehingga hal ini perlu diantisipasi agar ke depannya tidak terjadi hal serupa.

“Tidak sedikit saudara-saudara kita yang kelompok rentan, yaitu lansia dan penderita komorbid ini akhirnya wafat, akhirnya meninggal dunia. Karena tertular dari keluarga yang tidak ada gejala,” kata Doni.

Selanjutnya, Doni juga menjelaskan bahwa pemberian bantuan tersebut adalah dilakukan untuk menegakkan aturan pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 secara luas, dengan menerapkan protokol kesehatan. Dia berharap, bantuan tersebut kemudian dapat digunakan sebagaimana mestinya sehingga penularan COVID-19 dapat dicegah.

“Oleh karenanya pemberian bantuan berupa masker dan juga handsanitizer kepada panitia bukan hanya untuk menegakkan protokol kesehatan di lingkungan tersebut, tetapi juga bagian dari upaya untuk mengajak seluruh komponen yang ada di sekitarnya mau menggunakan masker,” jelas Doni. (Amhar)

Continue Reading

Trending