Connect with us

Uncategorized

MK: PKPA harus Dilakukan oleh Perguruan Tinggi / Sekolah Tinggi Ilmu Hukum

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Peranan Organisasi advokat dan pelaksanaan PKPA profesi membawa sisi yang delimatis terkait dengan putusan MK no 95/puu-XIV/2016 dan permen ristek No.5 tahun 2019

Organisasi advokat (OA) adalah ranah pelaksana fungsi kelembagaan terkait dengan regulasi tata laksana dari advokat itu sendiri dalam pembinaan dan pengawasan, inilah peran Organisasi advokat, ujar Andi Darwin R Ranreng dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senen (25/3/2019).

Bagaimana dengan PKPA sendiri apakah ranah tersebut menjadi domein OA? Tentunya iya, masih domein OA, akan tetapi sejak diputuskan permohonan dari asosiasi pimpinan perguruan tinggi sebagai pemohon, maka Makamah konstitusi dengan melalui putusan no 95/PUU-XIV/2016 mengabulkan sebagian permohonan pemohon.

MK berpandangan PKPA yang di jalankan OA sebagai penyelenggara profesi advokat adalah bertentangan dengan konstitusi. Nah, pertanyaannya, gimana kalau mereka OA sudah banyak menciptakan advokat-advokat baru? Apakah ini termasuk cacat hukum juga terkait dengan bertentangannya terhadap konstitusi?

Andi Darwin R. Ranreng, Praktisi dan Presidium Kongres Advokat Indonesia menjelaskan, hal macam inilah yang menjadi delimatis, seyogyanya make azas Lex supervisor derigate Lex inferior luntur tidak sepenuhnya advokat bisa mengatur dan menata dirinya, harus ada campur tangan pihak ke dua.

Putusan MK itu menjadi suatu barometer baru bahwa pendidikan Profesi advokat tindak sepenuhnya bisa di jalankan oleh OA sendiri melainkan harus di ikutan ratakan perguruan tinggi tentu nya yang sudah berakreditasi, tambahnya.

“Maka kewenangan OA tersebut dalam pelaksanaan PKPA tidak sepenuhnya bisa di akomodir oleh OA melainkan harus bekerja sama dengan PT yang terakreditasi dan disini perlu di garis bawahi mengingat Organisasi Advokat lebih dari 25 OA termasuk 8 OA yang lama,” lanjut Darwin.

Hal ini menimbulkan permasalahan tentang materi-materi apa yang hendak diberikan maka itu perlu diseragamkan dan di bekukan menjadi standar baku, hal ini perlu diperhatikan, siapa yang dapat mengusulkan tentunya Organisasi advokat itu sendiri disesuaikan dengan kebutuhannya.

Oleh karena hal tersebut merupakan kepentingan bersama hendaknya OA yang ada sekarang ini terutama OA yang mempunyai Badan Hukum Sesuai dengan pendiriannya dan tercacat di ahhu kementerian hukum dan ham harus merapat dan mempererat.

Agar bisa menentukan standarisasi materi PKPA sesuai dengan kebutuhannya. Hal inipun terkait dengan permen Ristek Dikti no. 5 tahun 2019 Permenristekdikti ini sebagai tindak lanjut Putusan MK No.95/PUU-XIV/2016.

Lebih lanjut, Darwin menjelaskan, mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa oleh karena dalam pelaksanaan PKPA dimaksud harus terdapat standar mutu dan target capaian tingkat keahlian/keterampilan tertentu dalam kurikulum PKPA, maka dalam kaitan tersebut kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki program studi ilmu hukum atau sekolah tinggi hukum.

Tentunya ini bukan lagi suatu hal yang serius bagi OA-OA yang sudah melakukan kerja sama dengan Perguruan tinggi. Akan tetapi standarisasi di perlukan guna menciptakan SDM yang handal dalam peranan dan fungsinya sebagai advokat.

“Kiranya para Ketua organisasi advokat bisa saling rembug dalam permasalahan arahnya pendidikan advokat sesuai dengan apa yang di kehendaki,” tutup Andi Darwin R Ranreng, Praktisi dan Presidium Kongres Advokat Indonesia. (Ary)

Continue Reading
25 Comments

25 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Uncategorized

Pakar Etiket, Mien R. Uno Terima Gelar Doktor Kehormatan Bidang Kewirausahaan dari UPI

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pakar etiket, Mien R. Uno resmi menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) bidang Kewirausahaan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pada Senin, 18 Oktober 2021.

“Gelar tersebut diberikan atas andil Mien dalam upaya mendorong bertumbuhnya wirausahawan dan prinsip kewirausahaan yang tangguh di Indonesia,” tutur Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., Rektor Universitas Pendidikan Indonesia.

Solehuddin menjelaskan, sejak tahun 2008, Ibu Mien R. Uno terlibat dalam pendidikan kewirausahaan, khususnya untuk mahasiswa dan generasi muda. Melalui program Entrepreneur Development for Youth, beliau mengembangkan pendidikan kewirausahaan, dan telah menghasilkan lebih dari 400 wirausahawan baru yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

“Hingga saat ini juga sekitar 60% dari alumni program tersebut juga masih menjalankan usahanya sehingga berdampak terus bagi lingkungan di seluruh pelosok negeri,” ungkap Rektor Universitas Pendidikan Indonesia.

Kiprah Mien dalam mendukung pengembangan wirausaha di Indonesia telah dirintis sejak tahun 1976, saat ia merancang sebuah program pengembangan soft skill bagi para pengusaha muda. Program yang di kemudian hari dikenal dengan nama Total Image ini mendukung terwujudnya karakter mulia, positif, dan unggul yang ditanamkan melalui pendekatan etika yang memuliakan sikap (behavior), intelektualitas (brain), dan orientasi kesehatan (be healthy).

Mien semakin gencar memberikan dukungan bagi para wirausahawan ketika ia mendirikan Mien R. Uno Foundation pada tahun 2000. Lewat yayasan yang didukung oleh suami dan kedua anaknya inilah Mien dapat dengan leluasa menciptakan berbagai pelatihan dan pembinaan wirausaha yang berkelanjutan, baik dari aspek ilmu maupun dari aspek integritas.

“Pemikiran, kerisauan, dan pengalaman saya berkenaan dengan etika, pengembangan karakter dan entrepreneurship, serta padu-padan komponen-komponen tersebut menjadi formulasi yang saling mendukung dalam pembentukan entrepreneur yang tangguh, yang menjadi landasan terwujudnya pribadi yang memiliki integritas, mampu berpikir mandiri, inovatif, dan sikap positif entrepreneurship lainnya yang menunjang dalam berbagai bentuk aktivitas dan interaksi,” tutur Mien, dikutip dari pidato ilmiahnya.

“Mendapatkan gelar kehormatan akademis tertinggi seperti ini adalah anugerah yang begitu besar bagi saya. Sesuatu yang sungguh tak terduga dan merupakan apresiasi yang tak terhingga nilainya bagi saya. Hal ini tentu menjadi kebanggaan untuk saya pribadi maupun keluarga saya, karena tidak pernah sekalipun membayangkan mendapatkan gelar kehormatan akademis tertinggi seperti ini.” tambahnya.

Saat ini, Mien R. Uno masih menjabat sebagai Komisaris Lembaga Pendidikan Duta Bangsa dan juga memimpin Mien R. Uno Foundation (MRUF). Semangatnya untuk terus berpikir dan bergerak membuat berbagai inovasi, terobosan dan beragam aktivitas di berbagai bidang, menjadi salah satu faktor penilaian yang membuat lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (d.h IKIP Negeri Bandung) jurusan Administrasi Pendidikan ini dianggap layak mendapatkan gelar kehormatan akademis tertinggi dari almamaternya tersebut. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Memupuk Rasa Nasionalisme, CNN Gelar Touring Bela Negara

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pada Jumat, 8 oktober 2021 bertempat di Hotel Ibis Harmoni Jakarta, Panitia Nasional Cars & Nationalism (CNN) yang diketuai oleh Irwantoko SP menggelar Kick Off meeting untuk menandai dimulainya kerja Panitia Nasional ini dalam menyelenggarakan gelaran Cars & Nationalisme selama setahun ke depan.

Acara Cars & Nationalism dengan mengambil tema Touring Bela Negara ini diinisiasi oleh Lembaga Bakorcadnas dan perwakilan beberapa club otomotif diseputaran jabodetabek yang ingin menggabungkan antara hobby otomotif dengan penanaman kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan.

Gelaran touring otomotif ini akan digelar sebanyak 6 putaran selama 1 tahun kedepan dengan mengambil tema atau momentum perayaan-perayaan hari nasional bangsa Indonesia.

Wakil Ketua Umum Bakorcadnas, Mangatur Simanjuntak yang hadir pada acara ini mengatakan bahwa lembaga yg dipimpinnya memang memiliki tugas dan turut berperan aktif dalam membumikan Pancasila dan kesadaran bela negara.

“Salah satu upaya membumikan pancasila yang kita lakukan dan sudah terbukti efektif adalah melakukan kegiatan-kegiatan bersama-bersama dengan komponen masyarakat yang memiliki hobby otomotif dan sekaligus peduli terhadap nilai-nilai pancasila. Sebab kita semua tahu, banyak berita hoax yang dikuatirkan menggerus semangat persatuan dan kesatuan.”

Bakorcadnas terus melakukan upaya menggugah kesadaran bela negara dan juga pembumian nilai-nilai pancasila, salah satunya dengan menggelar acara Touring Bela Negara dan terlibat aktif dalam panitia Nasional touring ini, pungkasnya.

Acara gelaran tuoring ini juga menggelar sosialisai dan edukasi wawasan kebangsaan dengan melibatkan tokoh nasional dan kalangan cendekiawan lainnya dengan cara mengajak touring mobil bersama mengunjungi tempat-tempat yang bisa membangkitkan rasa patriotisme.

Pada kick off meeting ini pula dilakukan penandatangan sponsorship untuk mendukung acara ini, di antaranya hadir Donny pur, pengusaha hotel yang juga CEO PT. Global Inti Kapital, serta perwakilan dari beberapa sponsor di antaranya Bank CIMB Niaga, Kimia Farma, PRO Motor Mercedes – Benz , Enkasari, dan Diversey.

“Kegiatan kami juga banyak di dukung oleh club2 otomotif dengan berbagai varian jenis mobil, dari mulai MPV, sedan, SUV sampai mobil sport & mewah semua ada,” pungkas irwantoko SP yg akrab dipanggil Adoy ini saat memberikan sambutan dalam acara ini.

Donny pur saat menyampaikan sambutannya menyebutkan bahwa gelaran Touring Bela Negara ini harus didukung semua pihak. “Ke depannya dilakukan secara rutin karena sangat bagus. Salah satu upaya memupuk rasa nasionalisme” kata pria yg juga menjabat sebagai Presiden Direktur Kairos Group.

Ada beberapa lembaga atau instansi yg menyatakan akan ikut mengirimkan perwakilanmya meramaikan gelaran acara ini.

Pada acara Perdana Touring Bela Negara yg akan di selenggarakan dlm wkt dkt di tahun 2021 ini, direncanakan akan di hadiri oleh mantan Menpora Roy Suryo, Letjend TNI purn Ediwan Prabowo dan Ir Samsul Hadi (Lembaga Kajian Nawacita) serta beberapa tokoh otomotif, ketua Club dan para penggiat otomotif.

Humas Panitia Nasional CNN, Jeremy Timothy yg juga menjabat sebagai Sekjen Wuling Club Indonesia didampingi oleh Ahmad Sujay yg juga Waketum Car Club Avanza Xenia menambahkan, “Pendaftaran kepersertaan sdh di tutup dengan jumlah kendaraan sekitar 250 unit terdiri dari 42 club & komunitas otomotif di Jakarta dg berbagai varian mobil.” (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Menuju 2045, Wujudkan Indonesia Maju

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Jika dibandingkan dengan negara-negara Korea, Jepang, China, bahkan juga Vietnam, kita masih jauh lebih baik, karena waktu mereka mulai melaukan pembangunan, kondisinya lebih berantakan dari kita,” kata Nugroho Dewanto saat menjadi narasumber pada Peluncuran Buku Indonesia Menuju 2045 di Lemhannas RI, (6/10/2021).

Lebih lanjut Nugroho memaparkan, kondisi Indonesia saat ini sedang mengalami penurunan kondisi ekonomi. Sebelumnya Indonesia sempat masuk ke level pendapatan menengah ke atas, namun karena pandemi Covid-19, turun level menjadi pendapatan menengah ke bawah.

Dia tambahkan, tidak hanya kondisi ekonomi yang mengalami penurunan, namun kesehatan generasi emas Indonesia juga masih perlu dibenahi. Sekitar 54% angkatan kerja di Indonesia terindikasi menderita stunting, yang tersebar di sektor kerja swasta, birokrasi sipil, kepolisian, dan kemiliteran.

“Kondisi stunting ini sangat memprihatinkan dan mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap kualitas SDM di Indonesia, terutama pada usia produktif,” jelas Nugroho.

Oleh sebab itu, Nugroho menyampaikan ada tiga pondasi yang dimiliki negara maju untuk membenahi masalah tersebut, yaitu, investasi di bidang kesehatan, bidang pendidikan, dan saat bersamaan membangun infrastruktur secara massive. Selain itu, juga melakukan investasi pada riset di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Peluncuran buku Indonesia Menuju 2045 berlangsung pada  Rabu, 6 Oktober 2021,  pukul 15.00 s.d. 18.00 WIB dilaksanakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber terkemuka

Narsum tersebut di antaranya, Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P; Direktur Eksekutif CSIS, Phillips J. Vermonte; Penulis Buku Indonesia Menuju 2045, Nugroho Dewanto; serta Direktur Komunikasi Kompas Group, Glory Ojong. Hadir sebagai moderator Wakil Pemred Kompas, Tri Agung Kristanto.

Kegiatan ini diharapkan mampu menggambarkan capaian dan juga tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Merdeka. Sehingga Indonesia mampu bersaing dengan negara lain untuk mewujudkan generasi emas Indonesia Maju. (Amhar)

Continue Reading

Trending