Connect with us

POLITIK

Menjelang Pilpres 2019, Terungkap Adanya Migrasi Suara

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Merujuk hasil survei jelang Pilpres 2019 terjadi pergeseran elektabilitas pada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Ini menjadi fenomena penting dalam politik elektoral di Pemilu 2019.

Perubahan indikator elektoral pada dua capres-cawapres Pilpres 2019, merupakan fenomena politik mutakhir Indonesia menjelang hari H Pilpres 2019.

Seperti apa proses pergeseran suara atau migrasi suara jelang hari H Pilpres 2019. Rumah Demokrasi menyelenggarakan diskusi politik di Warung Gado-Gado Boplo Cikini, Menteng, Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Hadir Narasumber antara lain: Ramdansyah (Direktur Rumah Demokrasi), Prof. Dr. Firman Noor, MA (Kepala Pusat Peneliti LIPI), Aisyah Putri (Peneliti LIPI), dan Rizaldi D. Priambodo (Tim BPN).

Ramdansyah, Direktur Rumah Demokrasi mengatakan, bahwa penelitian rumah demokrasi yang dilakukan pada periode 19 februari Hingham 1 Maret 2019 dan dirilis pada 15 maret 2019 menampilkan data bahwa kelompok tak tersentuh jumlahnya mencapai 14,25% dari total jumlah pemilih.

Selisih elektabilitas kedua pasangan calon (paslon) yang tipis menyebabkan kelompok tak tersentuh menarik untuk dibahas dalam diskusi. Pemenang pemilu pilpres 2019 dipastikan berasal dari migrasi pemilih tak tak tersentuh itu. Beberapa lembaga survey pun mulai melihat potensi ini. Kelompok tak tersentuh yaitu pemilih yang kurang informasi, pemilih partisan yang tertekan, independen dan pemilih tak acuh, ungkapnya.

Prof. Dr. Firman Noor, MA, Kepala Pusat Peneliti LIPI menjelaskan, keberadaan sebuah survei termasuk didalamnya polling  sesungguhnya adalah bagian dari alat akademis. Setidaknya ada tiga fungsi dari survei ini yakni, untuk memahami realita  memberi penilaian atas suatu fenomena dan membuat prediksi atau langkah-langkah selanjutnya.

Survei yang secara metodelogi masuk dalam ranah penelitian kuantitatif telah memberikan banyak manfaat terutama dalam penemuan konsep-konsep atau teori baru, tambahnya.

Sebagai alat untuk menangkap gejala empirik itu, keberadaannya secara praktis merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Tidak saja dalam memberikan pemahaman kekinian terhadap perilaku dan cara berpikir  masyarakat, namun pula menangkap banyak gejala yang dari sana seperangkat kebijakan dirumuskan dan dibuat.

Aisyah Putri, Peneliti LIPI menjelaskan, berdasarkan tren umum hasil survei dari banyak lembaga, pasangan Joko Widodo-Makruf Amin sejak september 2018 hingga saat ini masih diproyeksikan unggul dalam pemilihan presiden dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandi yakni dengan rentang keunggulan berada diantara 9,2–32% meskipun mayoritas hasil survei menyatakan selisih keterpilihan kandidat no 1 dan no 2 ada di angka 20%

“Migrasi suara menjelang Pilpres 2019 saat ini sangat mungkin terjadi dan perubahan angka elektabilitas berpeluang terus terjadi hingga hari pemungutan suara pada 17 April 2019. Migrasi ini berpotensi terjadi karena tiga hal, yakni tingginya unidentified voters, efek dari kampanye calon dan debat pilpres,” pungkas Aisah. (Amhar)

Continue Reading
32 Comments

32 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

POLITIK

Lulus Fitt and Proper Test, Rinto Subekti Nakhodai Demokrat Jateng

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan Uji Kelayakan dan Kepatutan atau Fit and Proper Test kepada calon tunggal hasil Musda DPD Jawa Tengah, Rinto Subekti, Selasa (22/6/2021), di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Jakarta Pusat.

“Saat ini Partai Demokrat tengah melaksanakan Musyarawah Daerah (Musda) Pimpinan di berbagai daerah, salah satu DPD yang menyelenggarakan Musda adalah Provinsi Jawa Tengah,” kata Ketum AHY.

Ia kemudian menjelaskan, fit and proper test terhadap calon ketua DPD hasil Musda merupakan proses yang telah diatur di dalam AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat.

“Fit and Proper Test Calon Ketua DPD Partai Demokrat ini dilakukan terhadap setiap Calon Ketua DPD yang dihasilkan melalui proses Musyawarah Daerah (Musda), yang sejatinya merupakan amanat AD/ART dan PO Partai Demokrat,” ungkapnya.

“Proses ini diharapkan menjadi sarana untuk Calon Ketua DPD memaparkan visi misinya untuk lima tahun ke depan, sekaligus bagi pihak Dewan Pimpinan Pusat untuk terus melakukan perbaikan dan evaluasi dari kinerja DPD selama lima tahun terakhir,” lanjutnya.

Dalam fit and proper test tersebut Ketum AHY didampingi Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya dan Kepala Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) Herman Khaeron.

Setelah mendengar penyampaian visi dan misi calon tunggal hasil Musda DPD Jawa Tengah, Rinto Subekti dalam membangun Partai Demokrat di Jawa Tengah, termasuk memenangkan Demokrat dan merebut simpati rakyat, khususnya masyarakat Jawa Tengah, Ketum AHY menyatakan Rinto Subekti lulus proses fit and proper test.

“Setelah kami bertiga menyimak pemaparan dari Mas Rinto, kami sepakat untuk memutuskan bahwa Mas Rinto telah lulus fit and proper test. Sehingga kemarin saya langsung menandatangani Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Ketua DPD Jawa Tengah dan mengangkat secara resmi Mas Rinto Subekti sebagai Ketua DPD Jawa Tengah,” tuturnya.

Herman Khaeron, Kepala BPOKK, menambahkan, Musda dan Muscab Partai Demokrat merupakan arena konsolidasi organisasi pada semua tingkatan dengan prinsip rekonsiliasi dan harmonisasi kader, dilaksanakan secara demokratis, berpedoman pada AD/ART dan Peraturan Organisasi Partai Demokrat periode 2020-2025 sehingga hasilnya partisipatif dan legitimit. (Amhar)

Continue Reading

POLITIK

Bustan Pinrang Membuka Sarasehan Partai UKM se-Jateng

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Hari ini di Plaza Hotel Kota Semarang, Minggu, 20 Juni 2021 dilangsungkan sarasehan dan sekaligus konsolidasi DPW dan DPD Partai UKM se-Jawa Tengah.

“Untuk diketahui bahwa sarasehan tersebut dibuka oleh Presiden Partai UKM Bustan Pinrang,” demikian dalam releasenya yang dikirim ke janoerkoening.com, Minggu (20/6).

Ketua Partai UKM DPW Jawa Tengah KRT Sandiyo, MM MH memaparkan bahwa sarasehan dan konsolidasi DPW dan DPD Partai UKM se-Jawa Tengah ini adalah ajang silaturrahmi dalam rangka penguatan basis pengkaderan.

“Kita juga membentuk forum bisnis untuk DPD Partai UKM se-Jawa Tengah yang tujuannya adalah agar nanti bisa saling berbagi peluang informasi berkaitan dengan umkm,” ungkap Sandiyo

Sekretaris Jenderal Partai UKM Muhajir, S.Kep.Ners.MMR salut dan bangga dengan kekompakan kader-kader Partai UKM Se-Jawa Tengah.

“Kita lihat langsung aksi nyata kader kader Partai UKM Jawa Tengah hari, ini adalah tolok ukur untuk DPW-DPW lainnya,” Ucap Muhajir.

Presiden Partai UKM mengajak kader-kader Partai UKM se-Jawa Tengah untuk tetap memilihara dan meningkatkan aksi nyata dan kekompakan soliditas kader.

“Saya bangga dengan kalian yang mampu membawa marwah Partai UKM dengan bukti konsolidasi hari ini, karena ini adalah konsolidasi perdana (pertama) bagi DPW untuk Partai UKM yang tuan rumahnya adalah DPW Jawa Tengah, katanya.

Dia tambahkan, “Partai UKM ini diibaratkan seperti pohon kelapa, semakin tinggi ia maka semakin berkibar tatkala dihembus angin,” tutur Bustan Pinrang.

Bustan juga mengajak tujuan Partai UKM ini bukan politik semata melainkan meningkatkan kesejahteraan.

“Atas nama DPW dan DPD Partai UKM se-Jawa Tengah mengucapkan terima kasih ke Presiden Partai UKM Bustan Pinrang telah membuka secara resmi Silaturrahmi dan Sarasehan DPW-DPD Partai UKM Se-Jawa Tengah. Begitu juga terima kasih kepada rombongan DPP yang ikut mendampingi,” Pungkas Sandiyo menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

POLITIK

Kunjungi Ponpes, AHY: Silaturahmi Membangun Semangat Ukhuwah Islamiyah

Published

on

By

JanoerKoening, Bogor – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Ma’had Nurul Fata, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (2/6/2021) siang.

Kedatangan Ketum AHY disambut hangat Ketua Pimpinan Ponpes Ma’had Nurul Fata Habib Hasan bin Abdul Kadir Alatas yang juga dikenal sebagai Habib Empang Bogor.

Mengawali acara ini, sesampai di Ponpes tersebut untuk yang pertama kalinya, Ketum AHY melaksanakan salat Dzuhur berjamaah sebelum memberikan sambutannya.

“Saya datang pertama kali di tempat yang mulia ini, mudah-mudahan bukan terakhir karena saya ingin membangun tali silaturahim dalam semangat ukhuwah. Islamiyah, wathaniyah, dan Insaniyah,” ujar Ketum AHY.

Ia meneruskan bahwa Partai Demokrat ingin terus membangun sinergi, kolaborasi, dan hubungan yang baik dengan semua elemen termasuk pondok-pondok pesantren.

“Kehadiran para ulama tentu sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalah negeri,” jelasnya.

Bagi Ketum AHY, sinergi ini diperlukan terutama dalam mengatasi ancaman Covid-19 dan tekanan ekonomi yang melanda Tanah Air.

“Banyak masyarakat yang hilang pekerjaan, penghasilan, daya beli, dan lain sebagainya. Oleh karena itu ini tugas kita semua. Kami ingin menjadi bagian dari solusi, bersama dengan pemimpin lainnya,” ungkap AHY.

Dalam kunjungan ini, Ketum AHY menerima banyak wejangan positif dari para jajaran pimpinan Ponpes Ma’had Nurul Fata.

Salah satunya datang dari Habib Abdullah bin Abu Bakar Alatas yang memberikan dukungan moral kepada Ketum AHY yang baru saja melewati tantangan besar GPK-PD (Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat) lalu.

“Semoga anda akan disinari oleh Allah SWT untuk bisa melangkah dan memimpin bangsa ini walaupun ada beribu rintangan,” kata Habib Abdullah.

Dia tambahkan, “Percayalah bahwa kekuatan cinta itu akan menjadi kekuatan dahsyat. Ikutilah jejak orang tua anda yang begitu indah dalam menaburkan kasih sayang kepada rakyat,” imbuhnya.

Sementara Habib Hasan secara langsung juga mengucapkan apresiasinya atas waktu yang telah diluangkan Ketum AHY untuk melakukan silaturahmi ini.

“Alhamdulillah beliau berada di tengah-tengah kita hari ini. Atas kedatangannya kita ucapkan terima kasih,” ucap Habib Hasan.

Turut mendampingi Ketum AHY diantaranya, Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Wakil Ketua MPR RI Fraksi Partai Demokrat Syarief Hasan, Wasekjen Partai Demokrat Agust Jovan Latuconsina dan Inggrid Kansil.

Hadir juga Anggota DPR RI Anton Suratto, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Irfan Suryanagara, dan Ketua DPC Kota Bogor Dodi Setiawan. Turut hadir pula berbagai jajaran tokoh dan pemuka agama mewakili Ponpes Ma’had Nurul Fata. (Amhar)

Continue Reading

Trending