Connect with us

Sports

#EdyOut Menang, Adakah Revolusi di Tubuh PSSI?

Published

on

Setelah Petisi #EdyOut Menang, Adakah Revolusi di Tubuh PSSI?

JanoerKoening, Jakarta – Masyarakat menyambut gembira atas pemyataan Edy Rahmayadi yang memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI pada hari Minggu, 20 Januari 2019 Ialu.

Salah satunya Emerson Yuntho, penggagas petisi “Edy Harus Mundur sebagai Ketua Umum PSSI” (www.change.org/edyout). Petisi dimulai sejak enam bulan lalu di laman change.org setelah Edy menang dalam pemilihan Kepala Daerah di Sumatera Utara (Sumut). Hingga hari ini, petisinya telah ditandatangani oleh Iebih dari 135 ribu orang.

Dalam jumpa pers di kekini, Cikini, Jakarta, Kamis 24 Januari 2019, Emerson menjelasakan, desakan mundur ini didasarkan oleh tiga alasan, yakni:

Pertama, Edy seharusnya fokus terhadap satu jabatan saja, dalam hal ini sebagai pemimpin Sumut selama lima tahun ke depan. Jika Edy merangkap dua jabatan, dikhawatirkan akan menimbulkan fokus bercabang.

Kedua, adanya regulasi yang melarang Kepala Daerah merangkap jabatan sebagai pengurus PSSI. Larangan ini diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800/148/sj 2012 tanggal 17 Januari 2012 tentang Larangan Perangkapan Jabatan Kepala Daerah dan/atau Wakil Kepala Daerah pada Kepengurusan KONI, PSSI, Klub Sepakbola Profesional dan Amatir, serta Jabatan Publik dan Jabatan Struktural.

Alasan yang ketiga, adanya kekhawatiran timbulnya konflik kepentingan jika Edy merangkap sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus duduk dalam posisi pemerintahan. Kami tidak ingin PSSI hanya dijadikan kendaraan tanpa ada kemauan untuk menjalankannya apalagi hanya dijadikan bemper untuk kepentingan selama menjabat sebagai gubemur Sumut.

“Semua tentu tak mengharapkan ada pimpinan yang menganak emaskan satu klub saja,” tulis Emerson dalam petisinya.

Ignatius Indro, Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI), mengatakan bahwa sebagai organisasi suporter, PSTI mengapresiasi keputusan Edy untuk mundur.

“Kritik dari masyarakat yang dilakukan melalui Change.org bukan bersifat personal tapi ini adalah wujud kepedulian masyarakat terhadap dunia persepakbolaan Indonesia. Dengan mundumya Edy, jelas menunjukan bahwa PSSI ada masalah dan ini harus diselesaikan tidak hanya oleh internal PSSI saja tetapi juga oleh seluruh stakeholder sepak bola lndonesia,” tambahnya.

Indo juga mengatakan “Mundumya Edy bukan berarti pekerjaan kita selesai, namun harus semakin keras dalam membongkar semua mafia sepakbola termasuk yang masih bercokol di PSSI.”

Sementara itu, Peneliti hukum olahraga Eko Noer Kristiyanto memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, persoalannya bukan tentang kapasitas Edy sebagai pemimpin, karena baginya kepemimpinan Edy teruji melalui karir militernya.

“Sejujurnya kehadiran Edy selama ini justru sempat membuat kagok para pemain Iama karena Edy memang bukan orang yang gampang dikendalikan apalagi di-setting. Itulah sebabnya dalam berbagai diskusi terkait match fixing, saya seIaIu menolak jika sasaran akhirnya adalah suksesi ketua umum PSSI,” ujar Eko.

Karena masalah laten ada jauh sebelum Edy menjabat Ketua Umum PSSI. Terlebih Edy berulang kali menyatakan dukungan agar satgas anti mafia bola masuk dan bekerja walau harus menyentuh orang-orang dalam PSSI,” tambahnya. (Ary)

Continue Reading
3 Comments

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sports

Resmi Akuisisi, PSG PATI Ganti Nama AHHA PS PATI

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Klub Liga 2, PSG Pati berganti nama menjadi AHHA PS Pati. Pergantian nama itu terungkap dalam Konferensi pers pengumuman klub akuisisi PSG Pati menjadi AHHA PS Pati di Studio Teater Djakarta, Thamrin Senen (14/6/2021).

Keputusan ini dilakukan setelah secara resmi menyepakati kerja sama dengan dua anak muda kondang yakni Atta Halilintar dan Putra Siregar. Dalam struktur manajemen AHHA PS Pati, keduanya masing-masing menduduki posisi sebagai chairman.

Dalam paparannya, Pengusaha dan YouTuber Atta Halilintar mengatakan, bahwa kecintaannya terhadap dunia sepak bola telah ada sejak kecil. Namun, keinginan untuk menjadi pemain profesional terganjal restu orang tua.

Meski begitu, Atta tetap mencintai sepak bola, dan menjadikannya sebagai hobi. Berangkat dari kegemarannya itu, suami Aurel Hermansyah tersebut ingin berbuat lebih banyak bagi sepak bola Indonesia.

“Pengen sepak bola disukai kaum milenial,” kata Atta. Sebab, dia melihat 70-80 persen rakyat Indonesia atau sekitar 200 juta orang masih banyak menggemari klub sepak bola luar negeri.

Ingin sekali Atta Halilintar agar dari dalam (negeri) pengen ada tim yang punya reputasi dan berprestasi dalam dunia sepak bola yang disukai oleh dalam negeri dan juga luar negri seperti Tim di luar negeri.

Atta mengaku jatuh hati pada PSG Pati karena memiliki sistem pembinaan sejak dini, yang menurut dia akan sangat baik bagi masa depan dunia sepak bola Tanah Air. (Amhar)

Continue Reading

Sports

SDN Kebon Manggis 01 Pagi Ukir Sejarah Baru Rebut Medali Emas KOSN

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Adalah prestasi gemilang ditunjukan Muh Rashid Ridho siswa SDN Kebon Manggis 01 Pagi Kecamatan Matraman Jakarta Timur. Siswa tersebut mengukir perestasi di Cabang Olahraga Karate Putra.

Prestasi untuk katagori Kata Perorangan usia Sekolah Dasar (SD), dalam ajang Kejuaran Olahraga Siswa Nasional (KOSN) tingkat Nasional tahun 2020. Dengan merebut gelar sebagai juara satu dalam perhelatan bergengsi tersebut.

Menurut Kepala SDN Kebon Manggis 01 Pagi, Tatang Capetang, Rabu (23/12/2020), mengatakan lomba diadakan sangat singkat, waktu untuk persiapan kejuaraan sangatlah sedikit.

“Pengambilan gambar kegiatan dari luar rumah. Kemudian direkam dan dikirimkan ke panitia KOSN. Penilaian dilakukan secara virtual dan berjenjang mulai dari tingkat kecamatan,” ujarnya.

Kata Tatang lebih lanjut, tercatat Muh. Rashid Ridho merupakan siswa kelas IV di sekolah tersebut yang merebut prestasi gemilang itu.

“Tentu apa yang telah dicapai Ridho merupakan kebanggaan dan sebagai aset sekolah di bidang preatasi,” jelasnya.

Tatang berharap kepada siswa yang berprestasi dapat memberikan motifasi kepada kawan nya yang lain. Namun dalam hal dimaksud dibutuhkan disiplin, punya kemauan tinggi dan bersungguh – sungguh dalam berlatih.

Dengan harapan dapat lahir Ridho lainnya di masa mendatang,” pungkasnya.

Dia juga menyebut, selain mengangkat nama sekolah pencapaian preatasi tersebut. Secara tidak langsung mampu mengangkat nama baik Pemrov DKI Jakarta khususnya Dinas Pendidikan di kancah nasional.

Tatang berpesan kepada Ridho agar selalu rendah hati, terus rajin berlatih. Dan jangan lupa akan kewajiban utamanya belajar dengan sebaik mungkin.

“Jika dimungkinkan dapat menorehkan hasil prestasi yang sama. Maka prestasi yang telah dicapai siswa jadi kebanggaan dan kado yang sangat istimewa bagi sekolah di tengah – tengah masa pandemik,” kata Tatang lebih lanjut.

Sang juara perlu rasa optimis di iringi dengan realita menjadi modal tersendiri untuk kita mampu berkompetisi dan berprestasi.

“Tentu atas nama sekolah saya mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi tinggi kepada orang tua, pelatih, dan guru. Sekaligus Kasatlak Pendidikan wilayah Kecamatan Matraman Susamsa, M.Pd., atas bimbingan dan dukungannya selama ini,” tutup Tatang. (hsw)

Continue Reading

Sports

Wow! Soroti Gowes Ala Distamhut DKI Jakarta, FWJ Acungkan Jempol

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut, red) Provinsi DKI Jakarta, Ir. Suzi Marsitawati, S.Sos,M.Si  melakukan kegiatan Gowes sepeda beserta seluruh jajaran pegawai dan PJLP Distamhut di Taman Margasatwa Ragunan (TMR,red), Jakarta Selatan, pada Jumat (13/11/2020)

Kegiatan gowes ini bentuk nyata Distamhut dalam rangka mendukung program Pemerintah Daerah dan arahan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tentang ‘Bersepeda Menuju Kota Sehat’.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat, mari lihat sepeda bukan sekadar sebagai alat olahraga, tapi sebagai alat transportasi. Jadi, kalau mau pergi ke warung, bisa naik sepeda, mau pergi ke toko, bisa naik sepeda, au pergi ke rumah ibadah pake sepeda, mau ke kantor bisa naik sepeda, “jelas Anies beberapa waktu lalu.

Atas arahan Anies, Kadistamhut DKI Jakarta mencoba merealisasikannya dengan kegiatan gowes santai yang akan mulai diagendakan setiap hari Jumat pagi untuk seluruh wilayah di Provinsi DKI Jakarta.

“Gerakan sehat gowes sepeda sambil rekreasi santai ini merupakan awal permulaan yang nantinya akan dijadwalkan setiap Jum’at pagi di 5 wilayah DKI Jakarta, hal ini sekaligus untuk memperkenalkan taman-taman kota yang ada di Jakarta kepada publik, “kata Suzi kepada awak media.

Dalam kesempatan yang sama, Ir. M. Fajar Sauri, M.Si, Kabid Pertamanan dam Hutan Kota DKI Jakarta juga menyebut, dengan gowes bersepeda adalah solusi olahraga ringan tanpa biaya yang mahal, selain itu dengan bersepeda juga salah satu upaya pencegahan terjadinya pencemaran polusi udara.

“Ini yang kita syukuri apa yang telah dan terus diperjuangkan Gubernur Anies, sesuai slogannya maju kotanya bahagia warganya, “jelasnya di Jakarta, Jumat (13/11/2020) siang.

Dikatakannya, gowes sepeda ini juga diikuti oleh Kasudin 5 wilayah DKI Jakarta. “Cukup meriah dan penuh keakraban ketika kita bergowes santai bersama-sama. “Singkatnya.

Hal senada disampaikan Putut Widya Martata, Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Administrasi Jakarta Utara, menurutnya di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini banyak orang memilih bersepeda sebagai sarana berolahraga. “Himbauan Gubernur Anies patut kita realisasikan. Gowes bersepeda akan menjadi trend hidup sehat ditengah-tengah pandemi covid-19. “Ucap Putut.

Tentunya Gowes ala Distamhut DKI Jakarta telah mengambil simpatik dan sorotan penting Forum Wartawan Jakarta (FWJ) di masa pandemi covid-19 ini.

Dihubungi melalui selullarnya, Sabtu (14/11/2020) sore, Ketua Umum Forum Wartawan Jakarta (FWJ), Mustofa Hadi karya yang biasa disapa Opan cukup acungkan jempolnya apa yang dilakukan Distamhut DKI Jakarta.

Ia mengatakan salut dan mendukung hidup sehat dengan menggowes sepeda. “Solusi bagus dimasa Pandemi, kami mengapresiasi langkah Distamhut DKI Jakarta atas direalisasikannya himbauan Gubernur DKI Anies Baswedan. “Ungkap Opan.

Opan berharap sudah sepatutnya hal-hal membangun pola hidup sehat dan berpikir positif menjadi keharusan dan tanggungjawab bersama.

Jakarta itu kan Ibukota Negara, dan kalau boleh jujur, Jakarta sendiri salah satu kota penyumbang polusi terbesar didunia, oleh karenanya bila kita perduli dengan diri kita, saudara, teman dan lingkungan, ya.., ayo kita ikuti arahan dari pemimpin kita

“Bersepeda itu bukan hanya menyehatkan badan, tapi juga mampu mengurangi penguna kendaraan bermotor, secara otomatis udara di Jakarta ini akan berkurang polusinya, “pungkas Ketua FWJ, Mustofa Hadi karya alias Opan. (Amhar)

Continue Reading

Trending