Connect with us

EKONOMI

Forum A1: Indonesia Bukan Negara Miskin

Published

on

Forum A1: Indonesia Bukan Negara Miskin, Restoran Cikini Lima

JanoerKoening, Jakarta – Berdasarkan data Bank Dunia, saat ini Iebih dari 50 juta penduduk Indonesia, atau 20 persen dari populasi, telah masuk dalam kelompok kelas menengah, yaitu mereka yang tidak lagi miskin atau rentan jatuh miskin. Sementara itu, 120 juta Iainnya (45 persen) masuk kelompok ”Aspiring Class” tidak Iagi miskin meski belum memiliki keamanan ekonomi seperti kelas menengah.

Kedua kelompok ini berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup mereka dan mampu mengalokasikan pengeluaran untuk berinvestasi pada pendidikan, kesehatan, hingga modal dan alat produksi. Data terbaru ini menunjukkan 2/3 penduduk Indonesia bukan lagi tergolong kelompok miskin.

Mereka merupakan konsumen, pekerja yang giat, dan pembayar pajak. Selain itu, para kelas menengah ini juga berkontribusi dalam menumbuhkan kewirausahaan. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya daya beli dan belanja hiburan masyarakat Indonesia sebagai tanda dari kelas menengah yang bergairah.

Bertema ”Indonesia Bukan Negara Miskin”, diskusi perdana Forum A1 digelar pada Selasa, 22 Januari 2019, di Tjikinii Lima, Menteng, Jakarta Pusat. Diskusi akan dipandu oleh sosiolog dari Universitas Indonesia Imam Prasodjo, yang juga merupakan ketua dari Yayasan Nurani Dunia, dengan menghadirkan Narsum yakni: Sri Mulyani-Menteri Keuangan, M. Chatib Basri, serta Happy Salma-Artis.

Sri Mulyani berbicara tentang ekonomi Indonesia, tahun ini masih Januari 2019. Tapi 2018 itu satu episode yang sangat spesial. Tahun 2018 ekonomi dunia guncang, kenaikan suku bunga di AS menyebabkan perubahan arus modal.

Menurut Sri Mulyani, mengelola ekonomi tahun lalu memang dihadapkan situasi layaknya air pasang. “Kita harus jaga agar kapal tidak oleng,” ungkapnya.

Karena guncangan tadi, seluruh dunia kena imbas. Tidak hanya di Indonesia. Dalam situasi itu, pemerintah dan BI harus kelola ekonomi ini.

Menurutnya ancaman paling bahaya adalah ‘hijrahnya’ modal asing atau capital outflow dan tidak adanya arus modal masuk atau capital inflow.

Ia pun bercerita, di 2018 diharapkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh baik. Di mana Sri Mulyani memproyeksikan bisa mencapai 5,17%.

“Kemudian inflasi kita 3,5%, angka terakhir 3,2% Ini dalam situasi guncangan. Sering kita tidak melihat itu. Apalagi situasi politik, kita hanya ambil beberapa pilihan fakta sehingga kesannya Indonesia tidak mencapai sesuatu,” kata Sri Mulyani.

APBN defisit jauh lebih kecil 1,76% dan kita bisa melewati guncangan, tetap stabil dan growth momentum tetap jalan. (Amhar)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. StevBemE

    November 30, 2019 at 12:10 pm

    Acheter Viagra 30 Pilules Viagra 100mg Wie Teuer Ist Viagra My Secure Tabs Pharmacy where to buy cialis online safely Cialis Strips Amoxicillin What Is If For Cialis Rezeptfrei Forum

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EKONOMI

DuniaFintech.com Berikan Penghargaan 10 Startup Fintech

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – DuniaFintech.Com dengan bangga memberikan penghargaan kepada 10 Startup Fintecth/Digital Terbaik. Kesepuluh perusahaan ini dinilai memiliki kontribusi positif terhadap perkembangan inklusi keuangan dan industri digital di Tanah Air baik dari segi inovasi maupun legalitas.

Adapun DuniaFintech Awards tahun ini diberikan kepada: KreditPintar, TrueMoney, Indodax, DanaKini, Xendit, AJAIB, DANA, Paper id, IndoDana, dan Honest Mining.

Malam penghargaan yang dihelat pada hari Kamis, 20 Februari 2020 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta ini juga memberikan perspektif baru dari sisi pemerintah sebagai regulator.

Pada kesempatan ini, pemaparan di isi oleh Bapak Alvin Taulu selaku Kepala Perizinan dan Pengawasan Fintech Direktorat Kelembagaan dan Produk Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam kata sambutannya, Karin Hidayat, Editor in Chief DuniaFintech.com mengatakan, para pemenang ini merupakan mereka yang memiliki dedikasi untuk negeri dan berjuang untuk terus menghasilkan produk multi-manfaat dan aktif dalam mengedepankan Iegalitas yang jelas pada setiap pergerakan dan kebijakan yang dijalankan.

“Kami berharap dengan terselenggaranya program DuniaFintech Awards 2020 ini dapat menjadi pemacu semangat para inovator fintech dan industri digital dalam mempermudah akses keuangan yang Iebih baik Iagi bagi Indonesia,” pungkas Karin. (Amhar)

Continue Reading

EKONOMI

Yasunli 40 Tahun Berkontribusi dengan Produk Berkualitas

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Selama 40 tahun menjalankan bisnis secara B2B (business to business), Yasunli telah sukses mentransformasikan plastik menjadi berbagai macam produk yang memberikan kemudahan bagi kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.

Tanpa kita sadari, produk yang kita gunakan sehari-hari terbuat dari rangkaian plastik yang merupakan bagian dari kontribusi Yasunli, seperti kendaraan bermotor, helm, mesin cuci, printer, dan lainnya.

Selama 10 tahun terakhir, Yasunli telah membukukan pertumbuhan mencapai 200%. Kontribusi terbesar oleh produk parts mesin cuci dimana 40% dikuasai oleh Yasunli.

“Yasunli merupakan perusahaan yang selama 40 tahun ini turut berkontribusi dalam berkembangnya perusahaan-perusahaan multinasional di Indonesia dengan produk-produknya yang berkualitas.”

Jouw Erwin, Direktur Eksekutif PT. Yasunli Abadi Utama Plastik kepada media mengatakan, Kami telah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan berbagai perusahaan produsen multinasional dari berbagai industri seperti otomotif, barang-barang elektronik rumah tangga, dan barang elektronik kantor

“Seperti Astra Honda Motor, Epson, Sharp, Gojek, Grab, dan lainnya,” ujar Jouw Erwin, Direktur Eksekutif PT. Yasunli Abadi Utama Plastik saat ditemui pada Press Conference Yasunli 40″ Anniversary tanggal 12 Februari 2020 di Ocha & Bella, Hotel Morrissey, Menteng.

Untuk Grab dan Gojek, Erwin menambahkan, Yasunli berkontribusi dalam pembuatan helm untuk mitra pengemudi dari kedua perusahaan tersebut.

Sejalan dengan semangat Yasunli untuk terus memudahkan hidup masyarakat Indonesia produk berkualitas buatan Indonesia, kedepannya Yasunli akan menghadirkan produk lainnya yang befokus kepada home & living products sesuai dengan semboyan Yasunli, yakni “Shaping Life Together” dimana Yasunli memiliki tujuan untuk membentuk kehidupan yang ideal bersama konsumen.

Salah satu contoh kongkrit dari home & living products yang direncanakan oleh Yasunli adalah berupa peluncuran produk penerangan atau lampu, yang diberi nama “The Serenity Collection.”

“Kami bercita-cita untuk menjadi pionir dalam produksi lokal produk lighting di tengah pasar Indonesia yang sudah didominasi oleh banyak produk Impor. Harapan kami dengan adanya produk lighting ini, kami dapat menemani konsumen dan juga terus tumbuh bersama mereka,” ujar Jouw Erwin.

Produk lighting terbaru yang rencananya akan diluncurkan di bulan Jull 2020 ini merupakan hasil kolaborasi Yasunli dongan Yasuhide Yokoi, desainer industri dari Jepang, yang nantinya akan diproduksi di Indonesia. (Amhar)

Continue Reading

EKONOMI

Peleburan Bisnis Sampingan BUMN Era Industri 4.0

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Portal media nasional Jakartainsight.com menggandeng Topmetro.news pada Rabu, 5 Februari 2020 menggelar Seminar Nasional BUMN dengan tema ‘Menakar Kesiapan Perusahaan BUMN Menapaki Era Industri 4.0 dan Peleburan Bisnis Sampingan BUMN’.

Seminar digelar di Grand Sahid Jaya Hotel, Sudirman, Jakarta Pusat itu mengundang sejumlah pembicara di antaranya, Mohamad Toha, dari Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Andre Rosiade Fraksi Partai Gerindra yang juga dari Komisi VI DPR RI, dan Pengamat Ekonomi dari INDEF Bhima Yudhistira.

Dalam pandangannya, Mohamad Toha menyampaikan bahwa dalam menapaki era industri 4.0 banyak yang harus disiapkan, seperti sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, regulasi, dan juga komponen-komponen lainnya.

Kesiapan tersebut, menurutnya, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Bukan hanya dari perusahaan, tetapi pemerintah dan juga legislatif untuk membuat regulasi yang mendukung penerapan teknologi berbasis 4.0.

Sementara, Bhima Yudhistira juga menekankan bahwa bangsa Indonesia tidak perlu terburu-buru dalam menapaki revolusi industri 4.0. Seperti harus lebih melihat mana potensi yang diunggulkan dari bangsa ini untuk nantinya penerapan teknologi 4.0 bisa dijalankan pada sektor tersebut agar hasilnya menjadi efektif dan maksimal.

“Seperti Denmark yang tidak latah dengan tren global, termasuk pada penerapan teknologi 4.0. Denmark menerapkannya pada sektor unggulan mereka, di mana susu dan keju menjadi komoditas utama,” ungkap Bhima.

Denmark, katanya, tidak terburu-burur dalam revolusi industri 4.0 ini, mereka perlahan namun pasti. Teknologi mereka terapkan pada sektor unggulan seperti agriklutur peternakan.

“Sapi di telinganya dipasangkan chip untuk memantau kecukupan asupan makanan dan gizi guna menjaga produktifitas susu mereka. Dari teknologi 4.0 tersebut didapat banyak data kebutuhan produksi daging dan susu sapi. Lalu dari sisi pelayanan, Denmark menggunakan e-commerce untuk menjual hasil produksi mereka,” terang Bhima.

Adapun seminar Nasional BUMN Jakartainsight.com itu turut didukung Pimpinan Komisi VI Aria Bima, Pimpinan Komisi VII Alex Noerdin dengan memberikan ucapan selamat atas terlaksananya kegiatan ini melalui pesan video.

Ucapan selamat juga disampaikan anggota Komisi VI dari Fraksi PKB Tommy Kurniawan, Sondang Tampubolon dari Fraksi PDIP, dan juga Rafli Kande dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sayangnya Andre Rosiade yang dijadwalkan mengisi seminar berhalangan hadir dikarenakan dirinya harus mengikuti rapat di DPR. Meski begitu, materi dari Andre telah disampaikan ke peserta seminar yang terdiri dari perusahaan BUMN dan juga media.

Jalannya seminar terasa interaktif dengan berlangsungnya tanya jawab antara peserta dan narasumber, baik kepada anggota Komisi VI M Toha maupun ekonom INDEF Bhima Yudhistira. (Amhar)

Continue Reading

Trending