Connect with us

DUNIA ISLAM

Parmusi Tetapkan Jalan Perjuangan ke Arah Dakwah Oriented

Published

on

Malam Dakwah Membangun Umat Madani

Janoerkoening.com, Jakarta – Sebagai Organisasi Sosial kemasyarakatan Islam yang telah berkhidmat untuk melaksanakan gerakan dakwah, saat ini Parmusi berikhtiar untuk memberikan kontribusi membangun bangsa dan negara secara konkret, khususnya membangun kemajuan dan peradaban umat Islam Indonesia yang rahmatan lil’alamin.

Ketua Umum PP Parmusi, Drs. H. Usamah Hisyam dalam sambutannya di ‘Malam Dakwah Membangun Umat Madani’ mengungkapkan, Persaudaraan Muslimin lndonesia (Parmusi) telah menetapkan arah perjuangan organisasi melalui jalan dakwah. Tak lagi ada istilah political oriented, melainkan dakwah oriented.

“Oleh karenanya, kini Parmusi tak lagi eksklusif melainkan bersifat inklusif, terbuka bagi seluruh umat Islam,” ucapnya di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/12/2018)

Karena bagi Parmusi, dakwah itu sendiri merupakan high politic dalam arti politik peradaban bukan politik kekuasaan. Politik peradaban lebih mengarah pada upaya membangun kebaikan-kebaikan dan kemajuan-kemajuan umat agar menjadi masyarakat madani yang pada akhirnya mampu melahirkan kepemimpinan yang amanah untuk mengemban pembangunan masyarakat madani yang sejahtera lahir dan batin.

“Sebaliknya, politik kekuasaan cenderung dimanfaatkan untuk kepentingan kekuasaan semata, baik dirinya maupun golongan dengan menafikan aspirasi rakyat yang seharusnya diperjuangkan,” tambahnya.

Usamah juga mengungkapkan ada empat pilar utama yang akan diprioritaskan dalam gerakan membangun Desa Madani, yakni:

Pilar pertama, membangun iman dan takwa warga kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dai-dai Parmusi akan mengajak umat di desa-desa untuk mengaji menyelamatkan negeri.

Pilar Kedua, membangun kemandirian ekonomi warga. Para dai Parmusi tak hanya membina imtak warga, tetapi juga mengarahkan membentuk komunitas ekonomi warga desa, yang akan digerakkan oleh Parmusi Bisnis Center tingkat nasional dan propinsi untuk bekerja bersama-sama membangun perekonomian warga. Baik di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan industri kreatif.

Pilar ketiga, pemberdayaan sosial dan aksi kemanusiaan. Parmusi mengajarkan kepada warga desa untuk menjadi muzakki atau pembayar zakat, bukan menjadi mustahiq atau penerima zakat. Warga desa dibiasakan untuk berzakat.

Pilar keempat, meningkatkan kualitas pendidikan, baik formal maupun informal. Di sejumlah daerah, masihh ada wilayah kepulauan yang tidak memiliki sekolah, sehingga warganya terancam butu huruf. Itulah yang ditemui Parmusi di Pulau Kera, NTT.

Parmusi mengajak umat muslim Indonesia untuk bersikap peduli. Kita tentu tak boleh hanya mengandalkan pemerintah untuk mengatasi problematika sosial umat yang multikompleks, “pungkas” Ketum PP Parmusi, Drs. H. Usamah Hisyam. (Amhar)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DUNIA ISLAM

Ketua IIFP Ungkapkan Terimakasih Atas Keramahan Indonesia

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Penyelenggaraan pertemuan Forum Parlemen Muslim Internasional atau International Islamic Forum or Parliamentarins (lIFP) ke-4 yang dihelat sejak 13 Februari berakhir hari ini Sabtu, 15 Februari 2020 di Sahid Hotel, Jakarta.

Fraksi PKS DPR RI selaku tuan rumah mengucapkan selamat dan berharap
hasil-hasil yang dicapai dapat memperkuat peran IIFP dalam memperkuat kerjasama antaparlemen dan dunia internasional.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini yang juga Wakil Ketua lIFP dalam penutupan acara menerima ucapan terima kasih dan apresiasi dari Ketua lIFP Dr. Abdul Majid Menasrah (Aljazair).

“Terima kasih kepada Fraksi PKS atas kepanitian acara yang dinilai berhasil
optimal dan kepada Indonesia atas keramahannya dalam menyambut delegasi lIFP dari negara-negara peserta,” ucap Abdul Majid, (15/2).

Dia tambahkan, “Semua fasilitasi dan keramahan itu membuat lIFP merasa berada di rumah sendiri. Terima kasih,” ucapnya lagi.

Jazuli Juwaini menjelaskan lIFP dicetuskan di Indonesia pada 2007 yang saat deklarasi dihadiri delegasi anggota parlemen dari 28 negara dan diresmikan langsung oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

“Sejarah lIFP itu sangat istimewa bagi lndonesia. Semangatnya saat itu adalah
anggota parlemen muslim di seluruh dunia dapat berbagi pandangan dan
pengalaman serta bekerja sama erat dalam menghadirkan kedamaian dan
kesejahteraan masyarakat dunia melalui peran-peran kolektif parlemen,” terang Jazuli.

Oleh karena itu, Fraksi PKS selaku panitia dan tuan rumah punya tanggung jawab moral untuk kembali merevitalisasi peran lIFP sebagai forum yang berkontribusi bagi kemaslahatan dunia.

“Selama tiga hari penuh anggota parlemen muslim yang hadir bertukar pikiran tentang isu-isu hak asasi manusia dan kemanusiaan universal. Disamping itu kita juga membahas isu-isu demokratisasi, reformasi, pelayanan publik, hingga lingkungan hidup,” tandas Jazuli. (Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

Rakernas Asosiasi Khatib Indonesia Hadirkan Ratusan Perserta

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta Asosiasi Khatib Indonesia, akan menggelar Pembukaan Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Acara pembukaan ini  akan dibuka langsung oleh Wapres Prof DR KH Ma’aruf Amin pada Jumat, 14 Feb. 2020, Pukul 15.00-16.30 WIB.

“Insya Allah, acara akan dihadiri 250 Undangan dan peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari perwakilan masjid nasional, provinsi dan Kab/Kota, Masjid Kampus, Masjid Pemerintahan, Kementerian, BUMN, Masjid Korporasi, Masjid Komunitas maupun masjid fungsional,” papar Ketua Program, DR. Munawar Fuad.

Fuad menguraikan, Usai Pembukaan di Istana, besoknya pada Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 08.30-17.00 akan dilanjutkan Halaqah di Auditorium Hotel Royal Kuningan Jakarta. Seluruh rangkaian agenda akan ditutup dengan arahan dari HM Jusuf Kalla, Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia.

Ketua Umum MPP IK DMI, DR KH Hamdan Rasyid menegaskan bahwa Pembinaan dan peningkatan kualitas khatib di seluruh masjid di Indonesia mendapat perhatian serius dari Prof. KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI sejak lama. Saat ini terus diupayakan pelaksanaannya dalam skema “Dakwah yang Damai, Moderat, Toleran dan Harmoni” yang juga menjadi kebutuhan keumatan dan kebangsaan.

Majelis Pimpinan Pusat Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (MPP IK-DMI) –Badan Otonom PP DMI– menjadi asosiasi profesi yang sejak awal dibentuk untuk berperan mengembangkan program terkait dengan penyiapan, penyediaan, dan peningkatan mutu khatib di seluruh Indonesia.

Halaqah akan menghadirkan nara sumber : KH Masdar Farid Mas’udi, Prof Didin Hafiduddin, KH Manan Abdul Gani, Prof Masykuri Abdillah, Kemenag RI, BNPT dan Lembaga terkait. Diawali dengan Orasi dari Komjen Pol (P) Drs H Syafruddin, MSi tentang Khatib dalam Peran Keagamaan dan Kebangsaan.

Sejak 2018, MPP IK-DMI sudah merancang program dan aksinya.  KH Manan Gani, selaku Ketua PP DMI menjelaskan, Pada 2019, Bapak HM Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI/Ketua Umum PP DMI) bersama Prof KH Ma’ruf Amiin (saat itu sebagai Ketum MUI / Wakil Presiden RI Terpilih) menggelar komitmen bersama untuk melahirkan Program 10.000 Khatib Berstandar – Bersertifikat dimulai 2020.

Menurut KH Manan, Atas dasar itulah MPP IK-DMI menggelar Halaqah Khatib Indonesia untuk memulai langkah awal program 10.000 Khatib Bersertifikat pada 2020, selanjutnya dilanjutkan hingga 2025 ditargetkan 300.000 khatib, seiring dengan tahapan target setiap tahunnya secara nasional.

DR Mastuki HA, Sekjen MPP IK DMI, menambahkan bahwa Program tersebut sangat penting, signifikan dan mendesak, IK-DMI akan merealisasikan program tersebut dalam bentuk “Akademi Khatib Indonesia” yang terstruktur, berkesinambungan, dikelola profesional, tersebar di seluruh Indonesia.

“Dengan kurikulum yang sistematik untuk menghasilkan khatib yang mengedepankan faham wastahiyat al-Islam, nasionalisme yang tinggi, mengembangkan toleransi, dan menjaga suasana aman dan damai dalam tatanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Tujuan Akademi Khatib Indonesia,  untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas  khatib yang memiliki wawasan Islam moderat (wasathiyat al-Islam), berwawasan kebangsaan yang kuat (wathaniyah, nasionalisme), dan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang rahmah dan toleran dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara melalui mimbar khutbah.

DR Mastuki juga menjelaskan, halaqah akan mendiskusikan Syarat Kualifikasi Dan Kompetensi Dasar Khatib yang menjadi peserta AKHI ini akan ditempa dan diperkuat untuk memiliki syarat dan kompetensi dasar sebagai berikut:

1. Fasih membaca al-Qur’an (qira’at, tartil)

2. Memenuhi syarat sebagai imam shalat (imam)

3. Memahami dasar-dasar ilmu keislaman yang baik (faqih)

4. Latar belakang pendidikan Islam yang ditandai dengan ijazah atau bentuk lain (qualification) dari lembaga pendidikan Islam (pesantren, madrasah, perguruan tinggi)

5. Memiliki rekam jejak (track record) yang baik sebagai khatib berdasarkan rekomendasi dari individu/lembaga atau portofolio (pengakuan dari masyarakat)

6. Ketrampilan komunikasi dan teknik berceramah yang baik (skills)

7. Memiliki satu/lebih kemampuan berbahasa asing (Arab/Inggris) yang dibuktikan dengan performance dan portofolio. (Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

Baznas DKI Gelar Acara Puncak Jakbee Hackathon dan Masa Depan Jakarta

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Baznas (Bazis) DKI Jakarta menyelenggarakan Puncak Acara Jakbee Hackathon dan Masa Depan Jakarta di Gedung Velodrom Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (7/12/2019). Acara dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan beberapa pimpinan wilayah.

Wakil Ketua 2 Baznas (Baziz) DKI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saat Suharto mengatakan, acara ini merupakan rangkaian puncak dari tiga kegiatan besar yang diselenggarakan oleh Baznas (Bazis) DKI Jakarta dalam dua bulan terakhir.

Saat menguraikan, kegiatan pertama adalah Jakbee kependekan dari Jakarta Baznas (Bazis) Entrepreneur Empowerment atau Jakbee Bisnis Proposal merupakan kompetisi bisnis di tingkat pelajar SMP dan SMU/SMK. Dalam ajang kompetisi ini, tim para pelajar yang masing-masing terdiri dari 3 orang ditantang untuk membuat proposal bisnis dan mempresentasikannya di depan dewan juri.

Kompetisi ini diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari jenjang seleksi proposal yang masuk di tingkat wilayah mulai 20 Oktober, kemudian dari proposal itu dipilih 20 kelompok atau tim terbaik di masing-masing wilayah untuk memperebutkan 5 tiket yang akan dikirim ke jenjang final di tingkat provinsi.

Dari 6 wilayah DKI terpilih 26 tim yang berkompetisi di finali tingkat provinsi. Mereka diundang mempresentasikan proposal mereka di hadapan dewan juri di Balaikota Jakarta pada tanggal 4-5 Desember 2019.

Lebih lanjut, Saat mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk menumbuhkan jiwa-jiwa entrepreneur di kalangan pelajar sehingga ke depan mereka diharapkan bisa menciptakan lapangan-lapangan kerja baru sehingga bisa membantu pemerintah mengurangi angka pengangguran di ibu kota.

Kegiatan kedua adalah Hackathon yang merupakan ajang kompetisi di tingkat mahasiswa yang menantang mereka untuk ikut mencarikan solusi berbasis teknologi dan aplikasi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masayarakat Jakarta.

“Panitia menetapkan 4 kategori yang selama ini memang menjadi masalah krusial Jakarta sebagai ibu kota. Empat kategori itu adalah kesehatan, kemiskinan, pelayanan publik dan lingkungan hidup,” ungkap Saat.

Panitia telah menerima 60 proposal dari 60 tim mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi. Kebanyakan berasal dari Jabotabek, seperti UI yang terbanyak, lalu IPB, UIN dan UMJ. Bahkan ada tim yang berasal dari UGM dan Amikom Yogyakarta. Masing-masing tim terdiri dari 3 orang mahasiswa.

Selanjutnya Saat Suharto merinci, dari 60 proposal yang masuk, tim seleksi memilih total 25 proposal dari empat kategori masalah yang dipilih oleh peserta. Dari tiap kategori dipilih 6 kelompok (kecuali lingkungan hidup 7 kelompok) untuk bersaing di babak Hack Time, yang diselenggarakan mulai dari tanggal 5-6 Desember 2019 di Taman Wiladatika Cibubur Jakarta Timur. Babak ini dibuka langsung oleh Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Ahmad Lutfi Fathullah.

Dalam babak Hack Time, para peserta mendapat dua kali penjurian, yaitu penjurian inisial dan penjurian final. Penjurian inisial dilakukan pada saat tim diberi kesempatan menyusun koding untuk aplikasi yang mereka bangun. Di sini penilaian sepenuhnya menyangkut IT atau masalah teknis.

“Sedangkan penjurian Final dilakukan terhadap 12 tim terbaik yang terseleksi dari penjurian inisial. Mereka diambil dari tiga tim terbaik dari masing-masing kategori. Dari situ mereka diberi kesempatan mempresentasikan karya merea di hadapan para juri yang terdiri dari para ahli dan praktisi IT,” ujar Saat.

Ketiga adalah Launcing Program Masa Depan Jakarta (MDJ). Program ini memberikan bantuan biaya pendidikan bagi para mahasiswa Jakarta yang tidak mampu dan belum mendapatkan beasiswa dari lembaga manapun. Program ini berhasil menjaring 2264 mahasiswa Jakarta dari berbagai perguruan tinggal di Jabodetabek.

Para penerima bantuan ini setiap bulannya akan menerima bantuan sebesar 500 ribu rupiah, yang akan diberikan setiap tiga bulan sekali. Jadi, dalam satu tahun masing-masing mahasiswa ini akan mendapat bantuan sebesar 6 juta rupiah. Artinya, dalam satu tahun, Baznas (Bazis) DKI Jakarta akan mengeluarkan total bantuan beasiswa kepada mahasiswa sebesar 13.584.000.000.

“Selain bantuan berupa biaya pendidikan, mereka juga akan diberikan pembinaan dan mentoring serta peningkatan kapasitas lainnya agar mereka memiliki SDM yang lebih baik dan mampu bersaing di tengah kompetisi global,”tutup Saat Suharto. (Amhar)

Continue Reading

Trending