Connect with us

DUNIA ISLAM

INDONESIA PAPARKAN CAPAIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KESETARAAN GENDER PADA OKI

Published

on

INDONESIA PAPARKAN CAPAIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN KESETARAAN GENDER PADA ANGHOTA OKI

BURKINA FASO, Janoerkoening.com, –Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise memimpin delegasi Indonesia pada 7th Ministerial Conference On The Role of Women In The Development In The OIC Member States Ouagadougou, di Burkina Faso, Afrika Barat. Pertemuan yang berlangsung sejak 30 November – 1 Desember 2018 dihadiri oleh menteri terkait dari negara-negara OKI dan negara peninjau.

Ikut dalam delegasi Indonesia Wakil Direktorat HAM dan Kemanusian Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Tema yang diangkat dalam pertemuan kali ini adalah Pemberdayaan Perempuan Di Negara-Negara Anggota OKI (Organisasi Kerjasama Islam), Tantangan dan Prospek.

Pada pembukaan Senior Official Meeting yang diikuti delegasi Indonesia, Wakil Sekretaris Jendral OKI menegaskan, pentingnya pemberdayaan perempuan untuk memastikan peran perempuan dalam pembangunan, serta mendukung perjuangan perempuan di seluruh dunia yang terus menghadapi tantangan dalam merealisasikan hak maupun potensinya.

Dalam Senior Official Meeting, Menteri Yohana turut menyampaikan pandangannya tentang kemajuan perempuan. Menurutnya, banyak perempuan di dunia muslim saat ini telah mengambil peran kepemimpinan seperti menjadi presiden, menteri, wakil parlemen dan berpartisipasi dalam dunia kerja dan bisnis. Di samping itu, peran perempuan juga semakin meningkat di bidang keuangan, akademis dan sains serta diakui secara internasional atas pencapaian mereka.

Pada kesempatan tersebut Menteri Yohana juga mengungkapkan, Pemerintah Indonesia sangat menghargai komitmen berkelanjutan dan upaya mempromosikan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender yang ditunjukkan oleh anggota OKI melalui pertemuan ini. Telah banyak kemajuan, namun di sisi lain pekerjaan dan tantangan harus kita atasi bersama.

“Misalnya saja, sangat disayangkan melihat masih tingginya tingkat buta huruf perempuan di dunia muslim, kemiskinan dan kematian ibu, serta diskriminasi, kekerasan, marjinalisasi, kawin paksa, dan kurangnya akses hak-hak dasar yang masih dihadapi perempuan,” papar Menteri Yohana. (Amhar)

Continue Reading
104 Comments

104 Comments

  1. Pingback: generic lasix

  2. Pingback: how to see if someone is on tinder

  3. Pingback: free pakistan dating

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

DUNIA ISLAM

Memburuknya Kemanusiaan Di Gaza, FOZ Keluarkan Sikap

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Peningkatan eskalasai konflik Israel dan Palestina semakin memanas sejak Senin, 10 Mei 2021. Konflik ini tidak terlepas dari tindakan penggusuran Tentara Israel di wilayah Sheikh Jarrah, tidak jauh dari kompleks Masjid Al-Aqsa,

Hal itu di sikapi Warga Palestina dengan munculnya aksi damai warga. Tindakan kekerasan berlebihan dari tentara Israel terhadap peserta aksi damai tersebut yang akhirnya memicu meningkatnya eskalasi perang.

Korban warga sipil terus berjatuhan, menurut Aljazeera, sedikitnya 219 orang Palestina, termasuk 63 anak-anak telah meninggal di Gaza sejak kekerasan mulai terjadi pada 10 Mei. Sementara 1.500 warga Palestina lainnya luka-luka.

Sementara itu, 12 warga di Israel meninggal, termasuk 2 anak dan 300 orang mengalami luka-luka. Hingga pernyataan sikap ini dikeluarkan, penyerangan Israel ke Jalur Gaza Palestina masih berlanjut.

Sebagaimana telah diketahui, telah dicapai kesepakatan gencatan senjata antara Pihak Palestina dan Israel. Kesepakatan ini harus ditindak-lanjuti dengan berbagai upaya yang dipandang perlu untuk memberikan pertolongan, penyelamatan, dan pemulihan trauma bagi warga sipil dan kalangan paling rentan terdampak kekerasan.

Menyikapi perkembangan terkini di Palestina, Forum Zakat (FOZ) yang merupakan asosiasi organisasi pengelola zakat yang beranggotakan 163 lembaga dari berbagai latar belakang hari ini, Jum’at 21 Mei 2021 menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, menyambut baik penghentian aksi kekerasan melalui kesepakatan gencatan senjata antara pihak Palestina dan Israel dan mendesak agar disegerakan segala upaya untuk memberikan pertolongan mengurangi penderitaan, dan menangani trauma yang dialami warga sipil, anak-anak, perempuan, dan lansia akibat rangkaian kekerasan yang terjadi.

Kedua, mengutuk keras atas tindakan kekerasan bersenjata yang dilakukan tentara Israel di wilayah Gaza serta Yerusalem Timur, Palestina, tentang hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan warga sipil Palestina yang dilakukan oleh Israel. Tindakan kekerasan, diskriminatif, bahkan menjurus pada praktek apartheid di wilayah Palestina adalah pelanggaran atas Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948 yang menjadi konsensus global atas penghormatan dan perlindungan hak manusia, terutama di situasi konflik bersenjata.

Ketiga, mendukung langkah diplomasi pemerintah Indonesia selaku anggota dewan HAM PBB 2020-2022 pada pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait aksi penggusuran dan kekerasan bersenjata, praktek diskriminatif menjurus pada apartheid yang dilakukan Israel dan berencana membawanya menjadi salah satu agenda pada pertemuan Dewan Keamanan PBB dan mendorong peran aktif pemerintah

Keempat, mendukung setiap upaya pemerintah Indonesia agar bantuan kemanusiaan dapat segera dibuka dan dikirim secara langsung kepada masyarakat terdampak di wilayah Gaza maupun Yerusalem Timur.

Kelima, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengirimkan doa sekaligus memberikan dukungan moril melalui saluran-saluran sosial media agar konflik yang terjadi di Palestina segera berakhir dan dukungan materil melalui Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) Anggota FOZ.

Jakarta, 20 Mei 2021

  1. Bambang Suherman, Ketua Umum
  2. Nana Sudiana, Sekretaris Jenderal
  3. Agus Budiyanto, Direktur Eksekutif.

Amhar, melaporkan.

Continue Reading

DUNIA ISLAM

AHY Kecam Pasukan Bersenjata Israel Serang Masjid Al-Aqsa

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengecam keras tindakan anarkis pasukan bersenjata Israel di Masjid Al-Aqsa, serta serangan-serangan yang terus dilancarkan Israel kepada warga Palestina.

“Cara kekerasan, sampai melukai warga sipil yang tidak bersenjata, bahkan sedang beribadah sangat menyakiti kita semua, khususnya umat Islam,” ujar Ketum AHY, di DPP Demokrat, Selasa (11/5/2021).

Dia tambahkan, atas nama kemanusiaan dan hukum humaniter internasional, hal ini tidak bisa dibenarkan. Saya menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri. Solusi damai dua negara, hanya bisa terwujud dengan cara-cara damai.

“UUD 1945 menyatakan kemerdekaan adalah hak segala bangsa, tidak terkecuali bagi bangsa Palestina,” pungkas Ketum AHY.

Diketahui, Pasukan Israel menyerang umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah shalat tarawih di Masjid al-Aqsa, pada Jumat (7/5/2021) malam. (Amhar)

Continue Reading

DUNIA ISLAM

MHQH Ke 13, Menag: Amalkan Al-Quran dan Hadis dalam Keharmonisan Masyarakat

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini, Kamis 25 Maret 2021, menutup gelaran Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat Nasional ke-13.

Dalam sambutannya Menag mengajak kaum muslimin untuk menjadikan Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman dan menciptakan kehidupan yang harmonis dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Bagaimana kita hidup dalam perbedaan baik agama, keyakinan maupun bangsa, hendaknya kita selalu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dengan senantiasa menjaga persaudaraan dan respek kepada pihak lain,” kata Gus Menag dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Dituturkan Gus Menag, perbedaan adalah sunnatullah, keniscayaan, yang perlu disikapi secara matang. Perbedaan perlu dijadikan sebagai kekuatan untuk membangun kerjasama dengan banyak pihak.

“Mari kita wujudkan dan wariskan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara dengan mengacu pada upaya pembangunan peradaban dan berorientasi masa depan,” ujarnya.

Dia tambahkan, Kita semua yakin dengan Al-Qur’an dan Hadis. Kita akan mampu beradaptasi dengan setiap perubahan yang terjadi.

“Al-Qur’an dan Hadis adalah jalan terang yang menekankan kita untuk memikirkan masa depan yang cerah, lebih dinamis, dan optimis,” sambungnya.

Menurut Menag, Indonesia dan Arab Saudi adalah bangsa besar yang mampu berjalan dan seiring menjunjung tinggi nilai-nilai Universal Islam. Bangsa yang besar dan maju adalah bangsa yang selalu berfikir dalam tiga dimesi, yaitu: masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.

Kepada para pemenang, Gus Menag mengingatkan bahwa kemenangan bukan segala-galanya.

“Hal terpenting dari gelaran MHQH adalah bagaimana kita mampu menggerakkan masyarakat untuk mencintai, memahami, mendalami kemudian berprilaku sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis demi kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia,” pesannya.

Sebanyak 40 penghafal Al-Qur’an berhasil melaju ke babak final untuk kategori putra dan putri. Sedangkan babak final cabang hadis diikuti 10 penghafal hadis terbaik dari 34 provinsi di Indonesia.

Berikut daftar pemenang MHQH 2021 berdasarkan Keputusan Dewan Hakim yang diketuai oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Husin Al Munawar dan Sekretaris Dr. Muchlis Hanafi:

I. Putra
Cabang 10 Juz, yakni:
1. Bayu Wibosono Damanik, Riau

2. Uli Satria, Aceh

3. Ali Hamzal Alfansuri, Kepulauan Riau

Cabang 15 Juz, yakni:
1. Andi Rahmad Yusuf Ikhradja, Sulawesi Selatan

2. Ahmad Faiz Fikri, Sulawesi Tenggara

3. Khairullah, Kepulauan Riau

Cabang 20 Juz, yakni:
1. Wildan Syukrillah, Banten.

2. Muhammad Adzim Fadlan, Sulawesi Selatan.

3. Alfin Firkham Maulana, DKI Jakarta

Cabang 30 Juz, yakni:
1. Yazid Fadillah, Lampung

2. Bambang Alfino Adi Utomo, Jambi

3. Muhammad Juaini, Nusa Tenggara Barat.

II Putri
Cabang 10 Juz, yakni:
1. Nurul Iffah Khumairoh, Sulawesi Tenggara.

2. Musta Dewi Indriyani, Kepulauan Riau

3. Fatihah Az-zahro, Papua

Cabang 15 Juz, yakni:
1. Norma, Kalimantan Barat

2. Nabillah Suharso, Sumatera Utara

3. Nur Fadhillah Wahid, Sulawesi Selatan

Cabang 20 Juz, yakni:
1. Sri Rahayu Lestari Putri, Kepulauan Riau

2. Qurrota A’Yun, Jawa Timur

3. Fitriani, DKI Jakarta

Cabang 30 Juz, yakni:
1. Rifdah Farnidah, Banten

2. Istiqomah, Kepulauan Riau

3. Indana Zulfa, DKI Jakarta

Hafalan Hadis Kitab Umdatul Ahkam, yaitu:
1. Rozin Nasrullah, Sulawesi Selatan.

2. Za’im At-Thory, DKI Jakarta

3. Mohammad Alunk, Jawa Timur. (Amhar)

Continue Reading

Trending