Connect with us

Sosial

KPPPA – LPSK Tandatangani Nota Kesepahaman Perlindungan Perempuan dan Anak

Published

on

KPPPA – LPSK Tandatangani Nota Kesepahaman Perlindungan Perempuan dan Anak

JanoerKoening, Jakarta – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), bersama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Menandatangi Nota Kesepahaman untuk perlindungan Perempuan dan Anak yang menjadi korban maupun saksi tindak pidana, termasuk penyandang disabilitas. kegiatan ini diselenggarakan pada Hari Senin, 5 November 2018 bertempat di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.

Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan, tindak lanjut dari nota kesepahaman bersama akan dilanjutkan dengan membuat kelompok kerja yang ditetapkan dengan surat keputusan (SK Menteri) PPPA. Dalam SK tersebut nantinya akan tertuang perihal tugas dan tanggung jawab kedua belah pihak, baik Kemen PPPA maupun LPSK.

Diantaranya, Kemen PPPA akan menerima pengaduan, melakukan analisis kasus, penjangkauan, memberikan pendampingan, hingga memberikan rujukan ke LPSK tentang perempuan dan anak yang menjadi korban dan saksi tindak pidana untuk mendapat layanan yang dibutuhkan. Sedangkan LPSK akan memberi bantuan tidak hanya advokasi, tetapi juga memberi bantuan secara teknis, tambahnya.

Dikatakan, kualitas hidup anak akan sangat ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan hak anak berupa hak kelangsungan hidup, tumbuh dan kembang, perlindungan, partisipasi, serta identitas. Namun, upaya mengawal agar anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara optimal menemukan tantangan yang cukup serius.

“Sehingga Rapat Koordinasi ini penting utamanya untuk meningkatkan evektifitas kelembagaan perlindungan anak agar terwujud kejelasan mandat dan akuntabilitas lembaga-lembaga terkait perlindungan anak dalam pelaksanaan layanan secara terpadu dan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Kemen PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu.

Pada kesempatan yang sama, Kemen PPPA yang diwakili oleh Sekretaris Kemen PPPA dan Deputi Bidang Perlindungan Anak meluncurkan Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota (IKKA) 2016. IKKA ini berisi gambaran kondisi anak dari berbagai aspek terutama kebutuhan dasar anak dan hak-hak dasar anak yang akhirnya bermuara bagi peningkatan perlindungan anak secara komprehensif dan holistik.

Hari pertama Rakortek diisi dengan panel diskusi terkait praktik kerja terbaik penyelenggaraan perlindungan anak di daerah dengan pembicara dari pejabat Pemerintah Daerah Kab. Berau, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Rakortek PA rencananya akan berlangsung hingga 7 November 2018 di Jakarta. (Amhar)

Continue Reading
162 Comments

162 Comments

  1. Pingback: lasix pills for sale

  2. Pingback: tinderentrar.com

  3. Pingback: top 10 free dating websites

  4. Pingback: hydroxychloroquine over the counter in canada

  5. Pingback: can people take hydroxychloroquine

  6. Pingback: buy hydroxychloroquine sulfate

  7. Pingback: generic ivermectil online

  8. Pingback: stromectol meaning

  9. Pingback: generic dapoxetine 60 mg

  10. Pingback: humans antiparasitic stromectol trihydrate potassium antiparasitic

  11. Pingback: stromectol type of antibiotic

  12. Pingback: ivermectin antibiotic price

  13. Pingback: buy ivermectin pills

  14. Pingback: ivermectin overdose symptoms

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Sosial

Gandeng BAPPENAS, Tanoto Foundation Dorong Implementasi Indeks Perkembangan Anak Usia Dini

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto di tahun 1981, hari ini menyeleggarakan seminar daring bertajuk “Komitmen Bersama Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

Acara Webinar yang di gelar hari ini Kamis, 21 Oktober 2021 dilaksanakan oleh Tanoto Foundation bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), UNICEF, dan Sekretariat Nasional SDGs/ BAPPENAS.

Hadir sebagai pembicara adalah Eddy Henry, Head of ECED Tanoto Foundation; Ahmad Avenzora, Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat, BPS; Nina Sardjunani, Koordinator Tim Ahli Sekretariat SDGs/ BAPPENAS

Pembicara berikutnya yakni; Nugroho Warman, Education Specialist dan Bheta Arsyad, Social Policy (Statistics) Specialist, UNICEF; beserta
Asmara Wreksono, anggota Technical Advisory Group Tanoto Foundation dan Perwakilan Orang Tua.

Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry dalam paparanya mengatakan, Indonesia diprediksi akan menjadi negara berpenghasilan tinggi dan kekuatan ekonomi dunia pada 100 tahun kemerdekaannya di tahun 2045. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi Indonesia akan memiliki 318,9 juta penduduk.

“BPS pada 2018 menyebutkan jumlah penduduk tersebut didominasi oleh angkatan usia produktif (15-64) mencapai 70%,
sementara usia non-produktif sekitar 30%. Dari prediksi angka tersebut, Indonesia akan
mengalami bonus demografi yang menunjukkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Namun, kata Eddy, masih banyak tantangan yang harus dihadapi; kesenjangan sosial, ketimpangan ekonomi, dan belum optimalnya kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi sejumlah persoalan yang perlu kita atasi.

“Upaya mengatasi persoalan dan menjawab tantangan di atas dilakukan pemerintah melalui
pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutan dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs),” imbuhnya.

Menurutnya, salah satu komitmen pemerintah dalam bidang pembangunan manusia adalah dengan dicanangkannya program nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI).

“Komitmen tersebut selaras dengan indikator SDG 4.2.1. Perpres No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD-HI mengamanatkan agar semua pihak, lintas kementerian/ lembaga, dan kalangan non-pemerintah bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, dan
perlindungan serta kesejahteraan sosial, baik di tingkat nasional maupun daerah,” urai Eddy.

Oleh karena itu lanjut Eddy, melalui program Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (Early Childhood Education and Development/ECED), Tanoto Foundation secara aktif dan kolaboratif mendukung upaya pemerintah dalam pencapaian SDGs dan mendorong pembangunan SDM Indonesia yang berkualitas.

Pada tahun 2020, Tanoto Foundation mendukung BPS dan UNICEF guna melakukan analisis data ECDI2030 (Early Childhood Development Index 2030) yang merupakan alat ukur berstandar global yang komprehensif untuk merekam pencapaian dari pertumbuhan kunci anak pada usia 24-59 bulan.

“Tanoto Foundation berkomitmen pada pembangunan anak usia dini dalam kerangka SDGs. Dengan adanya laporan analisis ECDI 2018 dan tersedianya instrumen ECDI2030, kami percaya pembangunan generasi bangsa Indonesia akan lebih terukur dan terarah”, jelas Head of ECED Tanoto Foundation, Eddy Henry.

Dia tambahkan, Kolaborasi tersebut dilanjutkan dengan peluncuran video dan materi edukasi ECDI2030, yang diluncurkan 21 Oktober 2021 dalam rangkaian webinar “Komitmen Bersama Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.

Bheta Arsyad, Social Policy (Statistics) Specialist UNICEF menimpali, “Webinar ini bertujuan untuk mensosialisasikan ECDI2030 kepada para pemangku kepentingan terkait, baik dari lembaga pemerintah, swasta, masyarakat sipil maupun masyarakat pada umumnya dan khususnya para orang tua, sebagai ukuran yang berstandar global, untuk memonitor kemajuan perkembangan anak usia dini.

“Ini menjadi sangat penting bagi kita untuk menciptakan generasi mendatang yang tangguh, berkualitas, sehat dan berpendidikan tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sementara itu, Nugroho Warman, Education Specialist UNICEF menyampaikan, bahwa webinar ini sangat penting untuk memahami mengapa kita perlu mengadaptasi instrumen global ECDI2030 dan apa kepentingannya untuk anak-anak usia dini di Indonesia.

“Saya apresiasi Badan Pusat Statistik
Indonesia yang merencanakan implementasi instrumen ini secara regular melalui Susenas mulai tahun 2022 nanti,” tutur Nugroho, menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Kepergok! Ulama dan Walikota Jaksel Ngumpul di Kediaman Ketum GPMI

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Kepergok!Para Ulama dan Umara serta Walikota Jakarta Selatan yang baru saja dilantik, Munjirin pagi ini kumpul di rumah kediaman Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia ( GPMI ), Ada Apa ?

Terungkap! Syarief hidayatulloh yang di kenal aktifis GoodBener ternyata mengadakan Tasyakuran 4 tahun Kepemimpinan dan Keberhasilan Anies Rasyid Baswedan dalam memimpin DKI Jakarta, dan sangat luar biasa pemotongan kue yang di lakukan oleh Walikota Jakarta Selatan

Sederetan Ulama Besar hadir dari mulai Ketua MUI KH Munahar Muktar, KH Makmun Al Ayyubi, Ketua (DMI )KH Luftu Zawawi Ketua Forum Ulama Habaib (Fuhab), KH Nurfadillah ( Ustad Tile) Habib Ali Abdulrahman Al Habsi ( Islamic Center Kwitang)
KH Fahrudin Albantani., KH Mahfud Asirun ketua Masjid Raya Jakarta Barat, Habib Hud.

Selain para alim ulama hadir juga Walikota Jakarta Selatan, yang baru saja di lantik, H.Munjirin di kediaman H. Syarief Hidayatulloh terlihat juga Perangkat Camat dan Lurah se- Kecamatan Mampang Prapatan

Tasyakuran yang di laksanakan bertepatan dengan pelantikan Gubernur DKI Jakarta 17 Oktober 2017 sampai Sekarang 17 Oktober 2021 tepat 4 tahun Anies Memimpin Jakarta.

Menurut Syarief Hidayatulloh, pria berkumis tebal mengatakan semua Janji kampanye Gubernur Anies telah terselesaikan dengan baik.

“Lhat saja perubahan Kota Jakarta yang sangat dahsyat selama 4 tahun ini di pimpin anies dan sudah bermanfaat bagi semua warga Jakarta Raya yang telah merasakan Maju Kotanya Bahagia warganya,” ungkap Pri Berkumis.

Menurutnya jika ada kekurangan tentunya hal wajar anies sebagai manusia biasa tidak sempurna.100% .

“Tetapi keberhasilan selama memimpin Jakarta di nilai sangat baik dan berhasil,” Pungkas Syarif menutupnya. (Amhar)

Continue Reading

Sosial

Ke Gorontalo, Menteri Suharso Tinjau Vaksinasi Hingga Lokasi Banjir

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo, Sabtu (9/10/2021).

Di Provinsi ini, Menteri diagendakan mengunjungi sejumlah tempat. Tempat pertama yang Menteri sambangi adalah Desa Talumelito. Disana Menteri meninjau sungai yang dindingnya ambrol akibat diterjang banjir beberapa minggu yang lalu.

Menteri mengatakan, masyarakat harus di edukasi agar menjauh dari bantaran sungai. Menurutnya, di beberapa negara yang pernah Menteri sambangi, sungai-sungai sudah kembali ke alam.

“Tidak perlu dibeton, justru harus di kasih tanaman. coba lihat sungai tadi, yang di sebelahnya ada pohon dan tanaman dia tidak di terjang banjir, tapi kalau ada perumahan, mereka bikin turap itu mereka di terjang sama air, jadi itu yang harus di ajarkan ke masyarakat dan hulunya harus di hijaukan kembali,” ungkap Menteri.

Usai meninjau lokasi banjir, Menteri melanjutkan perjalanan menuju lokasi vaksinasi di Sport Center Limboto. Disana. Menteri memantau pelaksanaan vasinasi warga sebanyak 2000 orang.

Berdasarkan data yang dihimpun Bappenas, kasus positif Covid-19 di Gorontalo sudah menurun drastis. Dalam sepekan terakhir, tercatat hanya ada 16 kasus baru.

Namun, capaian vaksinasi di provinsi ini tercatat masih rendah. Diketahui, capaian vaksinasi disini baru mencapai 19,12% untuk dosis ke dua, dan 40,59% untuk dosis pertama.

Saat meninjau pelaksanaan vaksinasi, Menteri mengimbau agar masyarakat dapat menerima semua jenis vaksin. Karena menurutnya, Gotontalo masih memerlukan 1 juta dosis vaksin lagi.

“Tadi saya di kasih tau Dinas Kesehatan, ada stok 50 ribu moderna disini. Jadi gak usah khawatir, karena vaksin punya tujuan yang sama. Kita tidak mengatakan mana yang terbaik,” pungkasnya. (Amhar)

Sumber: Tim Komunikasi Publik Bappenas

Continue Reading

Trending