Connect with us

KELUARGA MUSLIM

Tiga Agenda Utama di Sorot dalam Munas II PPMI-PI

Published

on

Tiga Agenda Utama di Sorot dalam Munas II PPMI-PI

JanoerKoening, Jakarta – Presiden Perkumpulan Persaudaraan Muslim Internasional Perwakilan Indonesia (PPMI-PI) Dr. KH Hasan Basri Rahman resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) II PPMI PI di Paragon hotel, Jakarta, Sabtu (3/11/2018). Munas tersebut dihadiri anggota dari 23 provinsi di Indonesia akan berlangsung dua hari, 3-4 November 2018.

Ada tiga agenda utama yang akan dibahas dalam Munas II yang mengambil tema “Membangun Persaudaraan Muslim dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Berbangsa dan Bernegara yang Diridhoi Allah swt” ini, yakni pemilihan Ketua baru, menyusun program kerja lima tahun kedepan, dan menyusun rekomendasi.

“Munas ini juga adalah sebagai konsolidasi dengan empat program penting yaitu: Pendidikan, Dakwah, Ekonomi, dan Sosial”, kata Hasan Basri dalam sambutannya saat membuka Munas.

Hasan Basri juga memaparkan ada enam sub program dalam program pendidikan yakni bagaimana mengajarkan masyarakat membaca quran, kedua tajwid karena banyak masyarakat sekarang cara ngajinya sudah nggak beres, ketiga hafiz quran agar kembali menjadi primadona, keempat bahasa Arab dan bahasa Inggris agar bisa dakwah secara internasional, kelima ceramah dan khutbah targetnya tiap kelurahan 10 persen umat Islam bisa khutbah, dan keenam kitab kuning yaitu pendidikan.

“Semuanya sudah berjalan. Terutama di Indonesia Timur”, ujar Hasan Basri.

“Untuk Dakwah, bagaimana agar quran dibuka dari rumah ke rumah, baik pribadi, keluarga, masjid, tempat kerja, tetangga dan famili”, tambahnya.

Sementara untuk pemilihan Ketua, lanjut Hasan Basri, kriterianya adalah kualitas iman yang bagus, dan punya kepedulian.

“Kandidat dalam kacamata kita ada tiga orang. Pemilihannya tidak one man one vote tapi kita musyawarah, siapa yang tertinggi pengetahuan agamanya. Itu yang disepakati. Dan tidak ada bisa konflik, karena memang kriteria agama begitu”, pungkas Hasan Basri. (Ary/apip)

Continue Reading
80 Comments

80 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

KELUARGA MUSLIM

100 Tahun Pak Harto, Masyarakat Panjatkan Do’a Bersama, Tahlil, Tahmid dan Yasin

Published

on

By

Dalam rangka Peringatan 100 tahun Kelahiran Jenderal Besar HM Soeharto, berbagai kalangan masyarakat berkumpul di Masjid At Tin pada Selasa sore hingga Maghrib 8 Juni 2021

Serempak, Masyarakat memanjatkan doa bersama untuk almarhum Pak Harto, serta membacakan Yasin, tahmid, dan tahlil.

Ratusan peserta mengikuti acara tersebut secara offline dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, “dan juga diikuti secara online oleh ratusan masjid di berbagai wilayah di Indonesia,’ ujar Salah satu Panitia acara.

Terpantau sejumlah tokoh nampak hadir, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Ulama Din Syamsudin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Politikus Senior Golkar Akbar Tandjung, dan Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal.

Hari ini, 8 Juni 2021, menjadi momentum satu abad kelahiran Pak Harto, dan ini adalah peristiwa yang sangat istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi keluarga Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto. (Amhar)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Seabad Pak Harto, Keluarga Besar GolkarJatim Gelar D’oa dan Tahlilan Bersama

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Pengetan atau Peringatan 100 tahun Presiden ke-2 HM. Soeharto tidak hanya ditanah kelahirannya Dusun Kemusuk, Bantul Yogyakarta. Namun juga berlangsung di Kantor Golkar Provinsi Jawa Timur.

Diketahui, hari ini adalah hari kelahiran HM. Soeharto 8 Juni 1921/2021. Soeharto sebagai Bapak Pembangunan menjadi presiden Indonesia terlama selama 32 tahun.

Menandai peringatan seabad kelahiran Pak Harto, Melansir WartaTransparansi.com, Golkar Jawa Timur menggelar Doa dan Tahlil bersama di Masjid Al Mujahidin, Kantor Golkar Jatim Jalan A. Yani Surabaya Selasa (8/6/2021)

Doa dan Tahlil bersama dipimpin oleh Ustad Zaman Suyuti, salah satu pengasuh Ponpes di Surabaya.

Ada 50an kader Golkar dan masyarakat yang hadir dan mengikuti doa bersama. Selebihnya mengikuti doa dirumah masing masing secara virtual menghindari meluasnya Pandemi Covid-19.

Doa bersama untuk Prsiden ke-2 Indonesia tersebut terasa lebih istimewa karena langsung dihairi oleh keluarga Cendana yakni Danny Bimo Hendro Utomo, putra ke 3 Mbak Tutut (Siti Hardiyanti Indra Rukmana), Muhammad Ali Reza, menantu Mbak Tutut.

Kedua cucu Pak Harto ini datang lebih awal di kantor Golkar Jawa Timur yang disambut Ketua DPD M. Sarmuji. Lalu diajak untuk keliling dan melihat Masjid Al Mujahidin yang berada bersebelahan dengan kantor Golkar.

Masjid ini menjadi jujugan masyararakat Surabaya karena secara kebetulan berada dipinggir jalan raya.

Ketua Golkar Jawa Timur M. Sarmuji mengatakan malam ini warga dan kader Golkar Jawa Timur melakukan doa bersama untuk arwah Jendral Besar HM. Soeharto.

“Dengan segala kelebihan dan kekurangan beliau kewajiban kami Golkar Jawa Timur. Sebagaimana dalam pepatah bahasa jawa yakni mikul dhuwur mendhem jero (Memikul setinggi tingginya, memendam sedalam-dalamnya: menghormati). Semua manusia punya kelebihan dan kekurangan,” kata Sarmuji dalam sambutan sebelum doa dimulai.

Ketua M. Sarmuji berharap kelurga besar pak Harto masih mau bersilahturahmi dengan keluarga besar partai Golkar. Karena bicara Golkar pasti ada pak Harto. Kalau bicara pak Harto juga tidak lepas dari partai Golkar.

Semetara itu Muhammad Ali Reza mewakili kelarga Cendana menyampaikan rasa terimakasih atas atensi dan apresiasi yang dilakukan oleh DPD Partai Golkar Jawa Timur. Kami hadir disini untuk mewakili keluarga besar Cendana, tandasnya

Keluarga Pak Harto sangat bersyukur atas apresiasi dari Golkar Jawa Timur khususnya. Sekaligus keluaraga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua salah dan khilaf dari eyang kami.

Semoga Golkar Jawa Timur bertambah Jaya dan besar hingga ke pelosok-pelosok desa di Jawa Timur. (Amhar)

Continue Reading

KELUARGA MUSLIM

Memperkokoh Indonesia Maju, LPPKS dan BKPRMI Gelar Silaknas

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Keluarga Sakinah (LPPK Sakinah) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar silaturahmi kerja nasional (Silaknas) sekaligus silaturahmi idul fitri 1442 H.

Silaknas dengan mengambil tema ‘Silaturahmi memperkokoh semangat, mengabdi menuju Indonesia maju’ ini berlangsung di Hotel Alia Matraman, Jakarta Timur, pada hari ini Jum’at 28 mei hingga Sabtu 29 2021.

Ketua Umum DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus dalam sambutanya mengatakan, LPPKS ini adalah lembaganya dari BKPRMI. Dengan di gelarnya Silaknas ini kami berharap adanya sinergi antara silaknas Provinsi dan Kabupaten Kota Seluruh Indonesia.

Dan tentunya “kami juga berharap adanya sinergi dengan pihak-pihak stake holder yang ada di daerah seperti Pemerintah Kabupaten Kota, Bupati – Walikota, Gubernur dan Kapolda serta Kapolres di Kabupaten Kota, dan ini adalah bentuk dari sinergi yang sekarang kita gool,” ujarnya.

Said menambahkan, adapun salah satu bentuk sinergi kami dengan Polri di daerah masing-masing, kami akan melaporkan bila ada tetangga-tetangga kami yang jadi bandar narkoba atau pun juga mereka menjadi transit dari para pelaku-pelaku kejahatan narkoba.

“Ini adalah bentuk sinergi kami dengan Polri dan juga BNN dimanapun kami berada. Karna ini untuk menjaga generasi kita, generasi qur’ani. Dimana Adik-adik Kita, Anak-anak kita yang nanti kedepan bakal memimpin menjadi pemimpin bangsa, jadi jangan ada yang terkena narkoba,” pungkas Said Aldi Al Idrus.

Sementara itu, Direktur Nasional LPPK Sakinah Pusat, Heriyanto saat wawancara media mengatakan, Silaknas hari ini membawa 2 program yang ingin kami tekankan sebagai aktifis pemuda remaja Masjid Indonesia yang bermarkas di Masjid Istiqlal Jakarta.

Pertama, kata Heriyanto, kami ingin memperkokoh ketahanan keluarga Indonesia, karna bagaimanapun negara Indonesia ini tidak akan kuat kalau keluar-keluarga kecil kita keropos.

“Nah, bagaimana upaya mengokohkan keluarga-keluarga kita ini? Tentunya sebagai umat Islam kita mempunyai program ketahanan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,” paparnya.

Yang kedua Heriyanto menngungkapkan, bagaimana mencetak generasi usia dini, mulai dari 0 tahun hingga 6 tahun ini? Ya kami kenalkan yang namanya Masjid, Kami tanamkan yang namanya cinta dan hormat kepada orang tua, serta kami tanamkan solidaritas bermasyarakat yang dilandasi dengan nilai-nilai ahlakul karimah.

“Dengan Dua hal tersebut, mudah-mudahan generasi emas Indonesia yang menjadi pemimpin ini nanti cinta Masjid, Cinta Alqur’an, Cinta Orang Tuanya dan tentu menjadi generasi sholeh dan sholehah. Itulah program yang kami design pembahasannya selama dua hari Silaknas,” Tutup Heriyanto. (Amhar)

Continue Reading

Trending