Connect with us

Uncategorized

Fitnah Muldoko, Tito, dan Wiranto Terbantahkan

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Pada hari Jum’at 31 Mei, bertempat Di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, berlangsung Jumpa Pers terkait “Mayor Jenderal TNI (Purn.) Soenarko (Mantan Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda) Trial By The Press”, yang diselenggarakan oleh Advokat Senopati-08, dengan penanggung jawab Zaenal Abidin, S.H., M.H. (Ketua Umum Advokat Senopati-08), Susiasih (Sekjed) dan dihadiri oleh sekitar 100 undangan.

KPAA Ferry Firman Nurwahyu, S.H (Wakil Ketua Advokat Senopati-08) menegaskan bahwa, pemberitaan yang beredar adalah bentuk fitnah yang sangat keji demi membunuh karakter Pak Sunarko, tanpa didukung oleh bukti apapun.

“Kami prihatin dengan penangkapan purnawirawan TNI dan Polri karena mereka tidak mungkin melanggar sumpah TNI dan Polri. Kalau mereka berbeda pendapat seharusnya dijawab juga dengan pendapat,” tegasnya.

Firman juga tegaskan, bahwa tuduhan yang diarahkan kepada Mayjen TNI (Purn) Sunarko yang diberitakan secara luas di media massa adalah pernyataan yang tidak benar dan menyesatkan serta telah menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami menghimbau kepada pers untuk menghormati prinsip praduga tidak bersalah,” harapnya.

Firman juga mengungkapkan, bahwa Mayjen TNI (Purn) Sunarko dengan ini membantah isu bahwa tidak pernah memasukkan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine ke Indonesia. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah membuat senjata M16 A1 maupun M4 Carbine.

“Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menerima senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menyimpan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah menyembunyikan senjata M16 A1 maupun M4 Carbine. Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah mengangkut senjata M16 A1 maupun M4 Carbine,” tambahnya.

Lebih lanjut, Firman juga menegaskan, Mayjen TNI (Purn) Sunarko tidak pernah melakukan, tidak pernah menyuruh melakukan, tidak turut serta melakukan perbuatan atau terlibat kericuhan dalam aksi massa pada 22-23 Mei 2019, sebagaimana dimaksud dalam surat dari Bareskrim Polri Direktorat Tipidum Nomor : B/98-5a. Subdit I/V/2019/Dit Tipidum, Perihal Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan tanggal 18 Mei 2019.

Dalam kesemoatan yang sama, hadir Letnan Jenderal TNI (Purn.) Johannes Suryo Prabowo yang juga turut memperjelas hal yang sebenarnya. Dia katakan, bahwa Kami minta para media jangan mudah menuduh dengan mengutip statemen orang. Sepertinya media benci sekali dengan purnawirawan. Ini mirip dengan tahun 65. Sebelum menangkap para jenderal, dihembuskan isu Dewan Jenderal. Saya sakit hati dengan pemberitaan soal penangkapan Pak Sunarko.

“Tidak ada jenderal yang pengalaman tempurnya menyamai Pak Sunarko. Sekalipun Menkopolhukam, yang mungkin kakinya belum pernah berlumpur. Jadi tidak benar Pak Sunarko ditangkap di bandara, juga tidak benar Pak Sunarko menggunakan senjata rakitan.

“Jangan mudah menggunakan kata makar. Jangan sekali sekali menuduh kami tidak cinta merah putih. Pemberitaan mengenai Pak Sunarko jelas bukan hanya menyakiti hati keluarga Pak Sunarko dan menyakiti korps baret merah,” ungkapnya.

Sementara Mayor Jenderal TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim yang turut hadir mengatakan, Saya hadir disini karena saya khawatir dengan keamanan Indonesia ke depan. Ada ribuan pensiunan Kopassus datang menyampaikan kerisauan mereka. Situasi ini tidak bagus. Kami menghargai jalur hukum yang ada. Pak Sunarko punya jasa sangat besar, mendapat pujian dari dunia Internasional.

“Jangan sampai kita mengalami perang saudara karena persoalan ini. Sekarang Pak Sunarko yang merupakan seorang patriot dituduh makar. Saya masih percaya dengan aparat penegak hukum kita agar klir masalahnya. Jangan sampai kita mengalami situasi yang dapat membubarkan NKRI,” ujarnya.

Selain itu hadir juga Kolonel Inf. (Purn) Drs. Sri Radjasa Chandra, MBA dan menyampaijan, bahwa Pak Sunarko dituduh melakukan penyelundupan senjata jenis M4 yang merupakan senjata sniper dan akan digunakan pada aksi 22 Mei 2019. Pak Sunarko tidak pernah sekalipun menghukum anak buahnya dengan kekerasan.

“Pak Narko tidak pernah memiliki senjata tersebut seperti yang dituduhkan Pak Wiranto, Pak Moeldoko dan Pak Tito.
Pak Sunarko tidak pernah menyelundupkan senjata. Senjata yang dikirim ke Jakarta bukan untuk 22 Mei 2019,” pungkasnya.

Kemudian Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat (Mentan Sesmenkopolhukam) mengatakan, Saya tahu persis Pak Narko. Agak aneh kalau diberitakan Pak Narko mau makar dan menyelundupkan senjata. TNI itu disumpah siap mati untuk bangsa dan negara. Masa seorang Pak Narko dituduh menyelundupkan senjata untuk makar. Senjatanya hanya satu bagaimana mau makar? Senjatanya juga sudah kadaluarsa, dan dimodifikasi. Kami ini siap mati untuk bangsa dan negara.

“Kami sangat marah mendengar Pak Narko dituduh makar. Ini hanya kepentingan politik. Kami tidak pernah melihat selama bertugas, pak Narko berbuat yang aneh-aneh. Kopassus itu lingkupnya sangat kecil, sehingga hubungan antara atasan dan bawahan sangat erat. Ini menyangkut harga diri Kopassus. Ini dagelan politik. Kalau Pak Narko seperti itu, leher saya taruhannya,” ujarnya. (Amhar)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

HUT RI Ke 74, Kodim 0503 JB Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Unit Pengelolaan Musium Seni Dinas Pariwisata dan Kebudaan kerjasama dengan Kodim 0503 Jakarta Barat mengadakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk di ruang publik halaman Kodim 0503/JB. Pagelaran ini dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 74, dan diperuntukan untuk masyarakat.

Pagelaran Wayang Kulit yang berlangsung pada Sabtu malam, 17 Agustus 2019 ini dibuka oleh Letkol Kav Valian Wicaksono Magdi, S. SOS sebagai Dandim 0503 / JB yang baru. Dalam sambutannya Dia mengatakan, ini adalah kegiatan kesenian asli Bangsa Indonesia yg perlu dikestarikan.

“Kita paham dan kita tahu bersama bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat ini seakan-akan kesenian tradisional ini tidak kekininan kata anak muda skarang,” ujarnya, di jakarta (17/8)

Saya selaku tuan rumah atas nama Kodim 0503 JB mengucapkan terima kasih kepada museum seni dan persatuan wayang kulit se-Indonesia atas terselenggaranya acara pagelaran ini dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 74. “Dan Kami menyadari banyak keterbatasan dan kekurangannya, dan Kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya,” pungkas Letkol.

Sementara itu, Kepala unit pengelolaan musium seni Dinas Pariwisata DKI Jakarta bidang wayang, Lily Suhaedi S.H., dalam kata sambutan mengungkapkan ucapkan terima kasih kepada Kodim 0503/JB atas kesediaan menyediakan Halamannya untuk penyelenggaraan ke 5 pagelaran wayang kulit malam ini.

“Dimana telah dilakukan pagelaran wayang kulit sebelumnya yaitu yang pertama di bulungan, Jaksel, pagelaran 2 di Tuprok, pagelaran 3 di Sentul, pagelaran 4 di kampung tutul sebrang terminal kampung rambutan, dan ini pagelaran ke 5, dan rencananya pagelaran ke 6 akan dilaksanakan di RRI,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Lily mengatakan, bahwa pagelaran seni wayang kulit ini untuk melestarikan budaya wayang yang sudah mendunia dan sudah diakui Unesco sebagai seni budaya dunia.

“Dan kita, wajib menjaga atau memperkenalkan dan melestarikan seni budaya wayang ke masyarakat agar generasi muda mengenal seni budaya peninggalan jaman dahulu untuk dilestarikan,” tutup Lily Suhaedi S.H. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Implikasi OBOR Ancaman atau Peluang

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Isu negatif Tiongkok dan hubungannya dengan Indonesia masih tetap hadir dalam masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) DKI Jakarta menggelar Seminar “Kebangkitan Tiongkok, OBOR dan Implikasinya Terhadap Indonesia” pada hari Sabtu 17 Agustus 2019, bertempat di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat

Prof. Anwar Nasution,Ph. D., dalam paparannya mengatakan, RRC telah mengintrodusir enam jenis kebijakan strategis dibidang ekonomi, politik dan keamanan yang akan mempengaruhi sistem ekonomi, keuangan, politik dan keamanan regional dan internasionalnya. Kebijakan itu mencerminkan kesiapan negara itu untuk mengambil peranan yang Iebih besar dalam kepemimpinan politik. ekonomi dan militer dunia.

Lalu, Dr. Indra Wahidin, Ketua Harian Perhimpunan INTI mengatakan, sejalan dengan kebangkitan Tiongkok di sektor ekonomi dan kancah perpoIitikan internasional, sudah pasti strategi jalur sutera akan terbentuk suatu komunitas ekonomi yang diperhitungkan dan menjadi motor penggerak atau lokomotif meningkatkan perekonomian dan peradaban, mensejahterakan kehidupan rakyat sepanjang jalur, dan memberi kontribusi terhadap perdamaian dunia.

Sementara Dr. Drs. Krisno Legowo, Msi., mengatakan, Kepentingan nasional sering dapat dibaca dalam konstitusi maupun pernyataan- pernyataan para pemimpin formal negara seperti kebijakan maupun pelaksanaannya, dalam hal ini, sifat dan arah hubungan Iuar negeri Republik Rakyat Tiongkok (Tiongkok) dalam berinteraksi dengan dunia yang sering dinyatakan Presden Xi Jinping, Menlu Wang Yi, maupun Dubes Tiongkok untuk Amerika, Cui Tian kai (yang menggantikan Tang Jiaxun).

Ada dua hal pokok strategi yang dilaksanakan sebagai arah bangsa dan negara. Pertama, “menata ulang hubungan antar Negara besar” (xin xing daguo guanxi), dan kedua, mewujudkan ” Mimpi China” (Zhongguo Meng), strategi ini untuk memenuhi inti kepentingan nasional, “pungkas” Krisno. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Proyek Preservasi Jalan Di Jatim Diduga Gunakan Dokumen Palsu

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Proyek preservasi jalan di Jawa Timur menjadi isue yang tidak sedap di kalangan peserta lelang. Persoalanya proyek yang tengah dikerjakan di beberapa titik, ada dugaan pemalsuan dokumen oleh pemenang tender. Jelas Kholis salah satu peserta tender.

Dia menjelaskan, proyek proservasi jalan tersebut adalah proyek jalan nasional terdapat dibeberapa titik. Misalnya di Jalan Probolinggo-Lumajang, dan Turen-Kepanjen.

Menurutnya dokumen yang dipalsukan itu di antaranya refrensi kerja dan surat kesanggupan material,” kata Kholis, Sabtu (10/8)

Proyek APBN tersebut dikerjakan oleh PT. Mina Fajar Abadi, alamat Jl. Kuala Bagok Dusun Mesjid Gampong Keude Bagok Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur dengan pagu anggaran senilai Rp 98 miliar.

ia juga menduga dokumen persyaratan lelang tidak begitu diverifikasi saat dikumpulkan. Persyaratan yang tidak diverifikasi, syarat dengan pemalsuan dokumen. Sehingga bisa lolos memenangkan tender.

“PT. Mina Fajar Abadi diduga melakukan pemalsuan data kepada Dinas PU Balai Besar Waru, sehingga bisa lolos memenangkan tender,” tudingnya.

Dugaan pemalsuan dokumen tersebut harus ditindak oleh Kementerian PUPR. Jangan sampai hal ini di abaikan. Sehingga kedepan pelanggaran yang sama tidak terulang.

Sisi lain, Khairul Kalam Direktur Lingkar Studi Pemerintahan mengecam kontraktor yang mencoba bertindak di luar aturan. Pihaknya akan konsisten mengawal kasus hukum ini bisa berjalan. Karna menurutnya dugaan Pemalsuan dokumen merupakan pelanggaran hukum apabila terbukti bisa dikenakan UU pidana. Jelasnya. (red)

Continue Reading

Trending