Connect with us

Uncategorized

Koalisi Mahasiswa Minta Pihak Berwenang Ungkap Kematian 600 lebih KPPS dan Tragedi 21-22 Mei

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Saat ini bangsa indonesia sedang menghadapi goyangan politik atas adanya proses perebutan kepemimpinan yang memakan korban 600 lebih KPPS dan peserta Demonstra 21 dan 22 mei 2019.

Menurut Zainuddin Arsyad S. Ip (Koordinator) Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Penjaga Kedaulatan NKRI mengungkapkan, beberapa pihak beranggapan ada kejanggalan dalam proses pesta demokrasi hingga melahirkan gelombang demonstrasi yang dapat berujung disintegrintas bangsa.

“Selain dari pada itu bangsa asing juga nampaknya ikut terlibat mengambil bagian dari konflik politik demi mempertahankan kepentingan mereka,” tegasnya saat memberi sambutan dalam diskusi menyikapi persoalan bangsa.

Melihat kejadian diatas dan dengan kesadaran sejarah, Kami dari beberapa element Oraganisasi Pemuda yang tergabung di dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Penjaga Kedaulatan NKRI hadir menjadi bagian dari komponen Bangsa lndonesia untuk tetap mempertahankan kedaulatan bangsa dan mencegah perpecahan dengan menyatakan sikap.

Kami Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Penjaga Kedaulatan NKRI pada hari ini, Rabu 29 Mei 2019, di Gedung Stovia (Gedung Musium Kebangkitan Nasional) Jakarta Pusat menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Mengajak Seluruh Element Bangsa Khususnya Mahasiswa dan Pemuda Untuk Menjaga Keutuhan Dan Persatuan NKRI
  2. Meminta Kepada Pihak Yang Berwenang Untuk Mengungkap Dugaan Pelanggaran HAM atas Meninggalnya kurang Lebih 500 KPPS dan tragedi mei atas Korban Luka-luka Serta Meninggal Pada Saat Unjuk Rasa 21-22 Mei 2019 (Demokrasi Memakan Korban)
  3. Meminta Kepada Elit Politik Khusunya Calon Presiden Untuk Menenangkan Rakyat dan Terus Mendorong Kesejukan di situasi politik yang sedang memanas
  4. Mendorong seluruh mahasiswa untuk hadir menyikapi persoalan yang sedang di hadapi bangsa kita.
  5. Mengajak Seluruh Mahasiswa dan Pemuda Untuk Mempertahankan Kedaulatan Bangsa Dari Segala Intervensi Politik, Budaya, Ekonomi, Politik pecah belah, politik adu domba, atau devide et impera oleh Bangsa Asing.
  6. Mengajak Seluruh Element Bangsa Untuk Mempertahankan Pancasila dan UUD 45. (Amhar)
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

HUT RI Ke 74, Kodim 0503 JB Gelar Wayang Kulit Semalam Suntuk

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Unit Pengelolaan Musium Seni Dinas Pariwisata dan Kebudaan kerjasama dengan Kodim 0503 Jakarta Barat mengadakan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk di ruang publik halaman Kodim 0503/JB. Pagelaran ini dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 74, dan diperuntukan untuk masyarakat.

Pagelaran Wayang Kulit yang berlangsung pada Sabtu malam, 17 Agustus 2019 ini dibuka oleh Letkol Kav Valian Wicaksono Magdi, S. SOS sebagai Dandim 0503 / JB yang baru. Dalam sambutannya Dia mengatakan, ini adalah kegiatan kesenian asli Bangsa Indonesia yg perlu dikestarikan.

“Kita paham dan kita tahu bersama bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat ini seakan-akan kesenian tradisional ini tidak kekininan kata anak muda skarang,” ujarnya, di jakarta (17/8)

Saya selaku tuan rumah atas nama Kodim 0503 JB mengucapkan terima kasih kepada museum seni dan persatuan wayang kulit se-Indonesia atas terselenggaranya acara pagelaran ini dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 74. “Dan Kami menyadari banyak keterbatasan dan kekurangannya, dan Kami mohon ma’af yang sebesar-besarnya,” pungkas Letkol.

Sementara itu, Kepala unit pengelolaan musium seni Dinas Pariwisata DKI Jakarta bidang wayang, Lily Suhaedi S.H., dalam kata sambutan mengungkapkan ucapkan terima kasih kepada Kodim 0503/JB atas kesediaan menyediakan Halamannya untuk penyelenggaraan ke 5 pagelaran wayang kulit malam ini.

“Dimana telah dilakukan pagelaran wayang kulit sebelumnya yaitu yang pertama di bulungan, Jaksel, pagelaran 2 di Tuprok, pagelaran 3 di Sentul, pagelaran 4 di kampung tutul sebrang terminal kampung rambutan, dan ini pagelaran ke 5, dan rencananya pagelaran ke 6 akan dilaksanakan di RRI,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Lily mengatakan, bahwa pagelaran seni wayang kulit ini untuk melestarikan budaya wayang yang sudah mendunia dan sudah diakui Unesco sebagai seni budaya dunia.

“Dan kita, wajib menjaga atau memperkenalkan dan melestarikan seni budaya wayang ke masyarakat agar generasi muda mengenal seni budaya peninggalan jaman dahulu untuk dilestarikan,” tutup Lily Suhaedi S.H. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Implikasi OBOR Ancaman atau Peluang

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Isu negatif Tiongkok dan hubungannya dengan Indonesia masih tetap hadir dalam masyarakat. Menyikapi hal tersebut, Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) DKI Jakarta menggelar Seminar “Kebangkitan Tiongkok, OBOR dan Implikasinya Terhadap Indonesia” pada hari Sabtu 17 Agustus 2019, bertempat di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat

Prof. Anwar Nasution,Ph. D., dalam paparannya mengatakan, RRC telah mengintrodusir enam jenis kebijakan strategis dibidang ekonomi, politik dan keamanan yang akan mempengaruhi sistem ekonomi, keuangan, politik dan keamanan regional dan internasionalnya. Kebijakan itu mencerminkan kesiapan negara itu untuk mengambil peranan yang Iebih besar dalam kepemimpinan politik. ekonomi dan militer dunia.

Lalu, Dr. Indra Wahidin, Ketua Harian Perhimpunan INTI mengatakan, sejalan dengan kebangkitan Tiongkok di sektor ekonomi dan kancah perpoIitikan internasional, sudah pasti strategi jalur sutera akan terbentuk suatu komunitas ekonomi yang diperhitungkan dan menjadi motor penggerak atau lokomotif meningkatkan perekonomian dan peradaban, mensejahterakan kehidupan rakyat sepanjang jalur, dan memberi kontribusi terhadap perdamaian dunia.

Sementara Dr. Drs. Krisno Legowo, Msi., mengatakan, Kepentingan nasional sering dapat dibaca dalam konstitusi maupun pernyataan- pernyataan para pemimpin formal negara seperti kebijakan maupun pelaksanaannya, dalam hal ini, sifat dan arah hubungan Iuar negeri Republik Rakyat Tiongkok (Tiongkok) dalam berinteraksi dengan dunia yang sering dinyatakan Presden Xi Jinping, Menlu Wang Yi, maupun Dubes Tiongkok untuk Amerika, Cui Tian kai (yang menggantikan Tang Jiaxun).

Ada dua hal pokok strategi yang dilaksanakan sebagai arah bangsa dan negara. Pertama, “menata ulang hubungan antar Negara besar” (xin xing daguo guanxi), dan kedua, mewujudkan ” Mimpi China” (Zhongguo Meng), strategi ini untuk memenuhi inti kepentingan nasional, “pungkas” Krisno. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

Proyek Preservasi Jalan Di Jatim Diduga Gunakan Dokumen Palsu

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Proyek preservasi jalan di Jawa Timur menjadi isue yang tidak sedap di kalangan peserta lelang. Persoalanya proyek yang tengah dikerjakan di beberapa titik, ada dugaan pemalsuan dokumen oleh pemenang tender. Jelas Kholis salah satu peserta tender.

Dia menjelaskan, proyek proservasi jalan tersebut adalah proyek jalan nasional terdapat dibeberapa titik. Misalnya di Jalan Probolinggo-Lumajang, dan Turen-Kepanjen.

Menurutnya dokumen yang dipalsukan itu di antaranya refrensi kerja dan surat kesanggupan material,” kata Kholis, Sabtu (10/8)

Proyek APBN tersebut dikerjakan oleh PT. Mina Fajar Abadi, alamat Jl. Kuala Bagok Dusun Mesjid Gampong Keude Bagok Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur dengan pagu anggaran senilai Rp 98 miliar.

ia juga menduga dokumen persyaratan lelang tidak begitu diverifikasi saat dikumpulkan. Persyaratan yang tidak diverifikasi, syarat dengan pemalsuan dokumen. Sehingga bisa lolos memenangkan tender.

“PT. Mina Fajar Abadi diduga melakukan pemalsuan data kepada Dinas PU Balai Besar Waru, sehingga bisa lolos memenangkan tender,” tudingnya.

Dugaan pemalsuan dokumen tersebut harus ditindak oleh Kementerian PUPR. Jangan sampai hal ini di abaikan. Sehingga kedepan pelanggaran yang sama tidak terulang.

Sisi lain, Khairul Kalam Direktur Lingkar Studi Pemerintahan mengecam kontraktor yang mencoba bertindak di luar aturan. Pihaknya akan konsisten mengawal kasus hukum ini bisa berjalan. Karna menurutnya dugaan Pemalsuan dokumen merupakan pelanggaran hukum apabila terbukti bisa dikenakan UU pidana. Jelasnya. (red)

Continue Reading

Trending