Connect with us

Uncategorized

FMB9: Kita Indonesia, Kita Pancasila

Published

on

JanoerKoening, Jakarta – Menjelang peringatan hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni mendatang, amanat Bung Karno yang menyatakan bahwa, kita mendirikan suatu negara, semua untuk semua, masih relevan di tengah meruncingnya polarisasi masyarakat akibat kesenjangan ekonomi, sosial, ekonomi, budaya dan kepentingan politik dalam persaingan di Pilkada maupun Pilpres dinilai sebagai pemicu terbelahnya masyarakat.

Namun sangat disayangkan belakangan ini paparan paham radikalisme makin berkembang di tengah masyarakat yang tentunya menjadi ancaman terhadap Pancasila.

Ancaman terhadap Pancasila sebagai dasar negara ini semakin nyata di depan mata, dengan munculnya ideologi transnasional yang bermetamorfosa dalam berbagai organisasi keagamaan. 

Karena itu, tantangan penguatan Pancasila ini dikupas dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang digelar Kementerian Kominfo, yang bertajuk “Kita Indonesia, Kita Pancasila” dan upaya Mengadang Hoaks dan Radikalisme, di Gedung Serbaguna, Kementerian Kominfo Jakarta, Selasa (28/5/2019).

“Kerusuhan yang terjadi kemarin menjadi tantangan tersendiri, meskipun kalau Pancasila itu teruji tangguh, tapi ternyata masih ada oknum yang berusaha untuk mencoba mengganggunya”, ujar Drs Sujatmiko selaku Kasubdit Kontrapropaganda Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Karena itu untuk mengembalikan nilai nilai Pancasila BNPT bekerjasama dengan Menkopolhukam berusaha mengembalikan kembali nilai Pancasila dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan.

“Mari kita bersatu dan mengaplikasikan Pancasila dalam kehidupan masyarakat”, ungkap Sujatmiko.

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. StevBemE

    November 27, 2019 at 12:16 am

    Vigra Online Viagra Und Alkohol cialis price Purchase Propecia Viagra Barata Espana Pain Pills Online

  2. Pingback: sildenafil generic

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Uncategorized

Air Susu Berbuah Bisul, Wouw!!

Published

on

By

Oleh: Jamhari alias Amhar, penggiat medsos dan juga peneliti independen

Ternyata rajin minum susu bisa berkibat timbulnya bisul loch.., oh ya..? Hmm… Percaya atau tidak itu semua terserah Anda masing-masing pribadi. Coba, renungkanlah oleh Mu dan cermati cerita saya ini.

Singkat cerita. Hal ini baru aku sadari hari ini, Senen 11 Mei 2020, dimana saya mengalami serangan bisul secara marathon baik muncul satu bisul hingga muncul serangan bisul yang berkelompok.

Mengingat! Serangan bisul secara maraton tiada jeda aku alami dari awal bulan maret hingga saat ini muncul lagi di bulan mei. Bisul itu muncul saat bisul lama mau sembuh lalu muncul bisul berikutnya

Serangan bisul yang terus-menerus tiada jeda, jelas menyiksa dan mengganggu konsentrasi di setiap aktifitas. Hal ini membuat hati ku bertanya-tanya, ini penyakit apa? Adakah kaitan dengan makanan?

Pertanyaan tersebut membuat ku merenung setiap saat rasa nyeri bisul menyengat! Dan aku berusaha mencari tau dari berbagai sumber, baik dari curhat teman, konsultasi dokter, hingga browshing google.

Dalam curhatan teman lebih dari 10 orang, mereka jawabannya sama, karna banyak konsumsi telor. Sementara Dokter katakan, bisul timbul dari imun yang rentan. Google bilang, karna garuk-garuk kulit

Sementara firasat saya menyebut, bahwa munculnya bisul itu pertanda terhindar dari serangan tumor. Ada sel-sel membentuk tumor namun kandas tergerus mati melalui bisul yang meletus.

Merasa tidak puas dengan jawaban dari 3 sumber tersebut, dimana jawabannya tidak sepaham dan tidak serasa yang aku alami. Saya pun terus menggali dan intropeksi, zat apa yang saya konsumsi rutin?

Oo oo.. Akhirnya ketahuan juga, bahwa saya dalam 3 bulan terakhir ini memang rutin minum susu. Alasannya untuk penguat gizi melawan Corona, selain itu karna minum kopi campur susu serasa lebih nikmat

Oh ya, diketahui, Saya mengalami serangan bisul itu sudah sangat sering, tapi hanya muncul satu bisul dan tidak pernah diobati, sembuh sendiri setelah meletus. Baru kali ini terserang bisul secara marathon, ku yakin penyebabnya rutin minum susu

Continue Reading

Uncategorized

Tegas! Bela yang Benar, Anies Lindungi Kaum Teraniaya

Published

on

By

*Tony Rosyid*
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Beberapa hari lalu, ada keributan di Thamrin City. Antara pedagang pemilik kios dengan pengelola (PPPSRS). Dalam konteks ini, pengelola mewakili pengembang. Karena Thamrin City masih dikelola oleh orang-orang utusan pengembang.

Keributan dipicu oleh masalah pengambilan barang. Pemilik kios, karena aturan PSBB, tidak boleh dagang di kios. It’s right. Karena itu, mereka mau ambil barang dan jualan online dari rumah. Tapi, dilarang oleh pengelola. Alasannya? Karena belum bayar iuran listrik dan air.

Bagaimana bisa bayar listrik dan air, untuk makan saja susah, kata mereka. Justru dengan jualan online, agar ada pemasukan. Dengan pemasukan itu, nanti baru bisa bayar listrik dan air, kata para pedagang itu. Pengelola gak mau tahu. Tutup telinga dan gak peduli. Security dipasang di depan kios untuk hadang mereka. Ribut? Pasti. Para pedagang gak kuasa melawan.

Diantara pedagang itu, ada yang lapor ke Gubernur DKI, Anies Baswedan. Tepat tanggal 28 April, ba’da sahur, Gubernur dapat japrian. Di infokan terkait peristiwa itu kepada Gubernur. Dikirim juga video penghadangan pedagang oleh security. Apa jawab gubernur? TL. Apa artinya? Tindak Lanjuti

Paginya, gubernur kirim petugas dari dinas perumahan. Dikawal beberapa mobil satpol PP. Meminta kepada pengelola Thamrin City: pertama, agar memberikan kelonggaran waktu bagi para pedagang terkait iuran listrik dan air. Kedua, memberi ijin kepada para pedagang untuk ambil barang di kiosnya, supaya mereka bisa jualan online. Clear!

Pengelola pun gak bisa berkutik. Apalagi, posisi pengelola sangat lemah. Sebab, sesuai dengan pergub No 33 Tahun 2019, pengembang tak lagi berhak untuk menjadi pengelola Thamrin City. Harus diserahkan kepada pemilik apartemen dan kios. Posisi saat ini, PPPSRS Thamrin City sudah dibekukan oleh Pemprov DKI. Hanya tunggu waktu untuk diganti oleh warga Thamrin City.

Kasus ini mengingatkan peristiwa di salah satu apartemen di Kemayoran. Hampir mirip. Saat itu, gubernur dapat laporan bahwa listrik dan air di apartemen tersebut dimatikan oleh pengelola. Lagi-lagi, alasannya gak jauh-jauh dari iuran. Dapat laporan itu, Anies telpon CEO apartemen. Anies bilang: “air dan listrik bagi warga apartemen ibarat nyawa. Kalau anda matikan, sama saja anda bunuh mereka. Sekarang, anda hidupkan air dan listrik itu, atau semua ijin Usaha anda di Jakarta saya matikan (alias dicabut).” Hari itu juga air dan listrik di apartemen itu hidup.

Begitulah seharusnya seorang pemimpin bersikap. Pro wong cilik. Mengayomi warganya yang lemah. Berani ambil risiko dengan menghadapi siapapun, termasuk para kapitalis kakap. Mafia pengembang!

Soal ketegasan tidak diukur dari tingginya volume suara dan atraksi di depan media. Tapi, dengan sikap dan keputusan. Jika ini yang jadi ukuran, maka siapa yang masih bisa mengatakan Anies tidak tegas?

Penyegelan reklamasi itu fakta, bukan sandiwara. Hingga hari ini, 13 pulau yang rencananya akan menghasilkan ratusan triliun itu gak bisa dibangun. Sogokan oleh oknum tertentu kepada Anies, mulai 50 miliar hingga 10 triliun, rupanya tak berhasil menjebol semangat nasionalisme dan idealisme Anies. Jika informasi ini benar, sikap Anies ini layak diapresiasi.

Ketegasan itu bukan hanya diukur dari keberanian mengambil keputusan berisiko. Tapi juga harus berani menolak kompromi dan suap terhadap setiap keputusan yang berisiko itu.

Saatnya bangsa ini obyektif di setiap memberi penilaian terhadap para pemimpinnya. Katakan salah jika ada data untuk menyatakan salah. Kritik dan beri masukan yang konstruktif kepada mereka. Dan beranikan untuk mengakui kebenaran kalau faktanya memang benar.

 

Continue Reading

Uncategorized

Di Dalam Air Susu Ibu ada Stem Cell Terbaik

Published

on

By

Ditulis hari Jum’at, 24 April 2020, Oleh: Dr.Eng. Iwan Tutuka Pambudi, Penulis adalah Karyawan Astra International

Stem cell atau sel punca secara umum adalah sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis sel yang berbeda. Dan juga berfungsi sebagai sistem perbaikan untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak.

Saat sel punca membelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau menjadi sel dari jenis lain dengan fungsi yang lebih khusus, misalnya sel otot, sel darah merah atau sel otak.

Sel punca adalah sel yang belum terspesialisasi yang mempunyai dua sifat:

1. Kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi sel lain, yaitu mampu berkembang menjadi berbagai jenis sel matang, misalnya: sel saraf, sel otot jantung, sel otot rangka, sel pankreas, dan lainnya.

2. Kemampuan untuk memperbaharui atau meregenerasi dirinya sendiri, yaitu dapat membuat salinan sel yang persis sama dengan dirinya melalui pembelahan sel.

Berdasarkan kemampuan berdiferensiasi, sel punca dibagi menjadi:

1. Totipotent adalah sel yang dapat berdiferensiasi menjadi semua jenis sel.

2. Pluripotent adalah sel yang dapat berdiferensiasi menjadi tiga lapisan germinal: ektoderm, mesoderm, dan endoderm, tapi tidak dapat menjadi jaringan ekstra embryonik seperti plasenta dan tali pusar.

3. Multipotent adalah sel yang dapat berdiferensiasi menjadi banyak jenis sel, misalnya sel punca hematopoietik.

4. Unipotent adalah sel yang hanya dapat menghasilkan satu jenis sel. Dan sel punca ini mempunyai sifat dapat memperbaharui atau meregenerasi diri.

Sel punca ditemukan dalam berbagai jaringan tubuh, sehingga sel punca dibagi menjadi beberapa berdasarkan asal selnya:

1. Zygote, yaitu pada tahap sesaat setelah sperma bertemu dengan sel telur.

2. Sel punca embrionik yaitu sel yang diambil dari inner cell mass dari suatu blastocyst (embrio hari ke-5 pasca pembuahan). Sel punca embrionik biasanya didapatkan dari sisa embrio yang tidak dipakai pada IVF (in vitro fertilization). Tapi saat ini telah dikembangkan teknik pengambilan sel punca embrionik yang tidak membahayakan embrio tersebut, sehingga dapat terus hidup dan bertumbuh. Hal ini mungkin dapat mengurangi kontroversi etis terhadap sel punca embrionik.

3. Fetus adalah perkembangan pada fase seteleh embrio dan sebelum kelahiran. Fetus dapat diperoleh dari klinik aborsi.

4. Sel punca darah tali pusar, yaitu sel yang diambil dari darah plasenta dan tali pusar segera setelah bayi lahir. Sel punca dari darah tali pusar merupakan jenis sel punca hematopoietik, dan ada yang menggolongkan jenis sel punca ini ke dalam sel punca dewasa.

5. Sel punca dewasa, yaitu sel yang diambil dari jaringan dewasa, antara lain dari sumsum tulang.

Kita tahu bahwa air susu ibu (ASI), sudah sejak lama bermanfaat sebagai nutrisi bagi bayi yang baru lahir, ASI sama pentingnya untuk perkembangan bayi. Sebuah penelitian membuktikan, sel punca atau sel punca telah ditemukan dalam ASI.

Pada tahun 2007, Prof Peter Hartmann bersama Dr Mark Cregan pada University of Western Australia pertama kali menemukan keberadaan sel punca di dalam ASI. Lalu Dr Foteini Kakutas mulai tahun 2012 melanjutkan penelitian ini dengan membuat terobosan baru, bahwa sel punca seperti embrionik ini ditemukan dalam ASI dapat diarahkan untuk menjadi jenis sel tubuh lainnya seperti sel tulang, sel lemak, sel hati, sel pankreas dan sel otak. Penelitian ini memunculkan kemungkinan baru untuk sumber sel punca yang dapat digunakan dalam pengobatan regeneratif tanpa perlu merusak embrio.

Dr Kakulas mempresentasikan temuannya untuk pertama kali kepada dunia Eropa di Simposium Medela. Dia menjelaskan bahwa penemuannya ini membuka beberapa jalan untuk dilanjutkan di berbagai bidang penelitian termasuk kanker payudara, terapi sel punca dan pengobatan regeneratif.

Beberapa tahun yang lalu Dr Kakulas mempresentasikan penemuan terakhirnya bersama tim biologi sel-nya pada Medela Simposium ke-10 di Warsawa. Dia bertekad untuk mengungkapkan peran sel-sel tersebut dalam perkembangan bayi yang sedang disusui. Bayi menelan jutaan hingga miliaran sel hidup dari ASI setiap hari, apakah ini hanya kebetulan? Bisakah mereka selamat dari perut bayi?

Presentasi yang menarik digambarkan pada eksperimen terbarunya dimana Dr Kakulas menggunakan model tikus untuk mengikuti kondisi sel-sel ini. Dengan menggunakan tikus yang mengekspresikan gen penanda Dr Kakulas bisa mengikuti sel-sel dari ASI ke neonates, yaitu bayi yang baru lahir 28 hari pertama kehidupan.

Eksperimen ini menunjukkan bahwa sel punca ASI bisa ditemukan dalam perut hidup-hidup, dan juga dalam darah, thymus (kelenjar dada), hati, pankreas dan juga otak. Sel-sel ini juga secara fungsional terintegrasi ke dalam organ-organ tersebut dan memproduksi protein spesisfik organ.

Temuan ini membuktikan tentang kelangsungan hidup sel punca ASI pada neonatus, dan menunjukkan bahwa sel-sel ini bermigrasi dan secara fungsional berintegrasi ke organ-organ neonatus di mana sel-sel ini dapat memberikan manfaat perkembangan pada neonatus.

Dr Kakulas mengatakan, “Penemuan di danai oleh Medela dan membuka banyak cakrawala penelitian baru. Karena keberadaan sel punca dalam jumlah yang relatif besar di dalam ASI, penemuan ini juga membuktikan bahwa ASI mempunyai manfaat lain tidak hanya sebagai nutrisi untuk bayi. Dan menjadi jelas bahwa ASI dapat berfungsi sebagai sumber yang etis, non invasif dan berlimpah bagi sel punca manusia. Selain itu saya sangat tertarik untuk meneliti lebih lanjut peran sel punca dalam regenerasi jaringan dan perkembangan bayi, serta dampak apa yang mungkin bisa menimbulkan penyakit”.

Seorang direktur pada National Childbirth Trust di Inggris mengatakan, “Penelitian ini mengungkapkan banyak faktor bahwa pada ASI yang kita ketahui hanya sedikit dan ternyata mempunyai berbagai keuntungan, seperti membantu sistem kekebalan bayi untuk tumbuh berkembang”.

Chris Mason, Professor regenerative medicine di University College London mengatakan, “Penemuan ini memberikan kita wawasan kepada penyakit payudara yang spesifik dan sangat berharga ketika kita akan mengkaji dan mengembangkan obat-obatan”.

Continue Reading

Trending