Connect with us

Uncategorized

Agun: Satukan Pileg & Pilpres, Berdampak Pemenangan Keduanya

Published

on

JanoerKoening, Banjar – Agun, Caleg Golkar mengutarakan pengalaman di lapangan sejak Juni 2018 hingga hari ini 3 mei 2019. Bahwa Pileg dan Pilpres 2019 yang disatukan membawa dampak sangat kuat terhadap pemenangan keduanya dalam pemilu tersebut.

Sepanjang pengamatan saya di lapangan di dapil jabar 10, pileg dan pilpres akan dimenangkan keduanya apabila kedua syarat terpenuhi, kata Agun Gunandjar Sudarsa pada media, jum’at (3/5/2019), Banjar, Jabar.

“kedua syarat yakni: Pertama, konsistensi atas garis kebijakan/keputusan Partai dalam mengusung paslon pilpres. Dan kedua, soliditas partai dan seluruh elemen kekuatan pendukung,” terangnya.

lebih lanjut, Agun menjelaskan, kalau kedua syarat terpenuhi, hasilnyapun antara suara partai dan suara pilpres, tidak akan berselisih sangat jauh. Terkecuali didapatkan hal-hal tertentu yang sifatnya khusus atau kasuistik.

“Kita bisa lihat pada Kemenangan Kota Banjar paslon 01 menang 53 persen dan Golkar juara ke satu. Sangat berkorelasi,” ungkap Agun.

Begitu juga kemenangan 01 di Kab. Pangandaran Golkar juara ke dua PDIP juara ke satu. Juga sangat berkorelasi suara pileg dan pilres, tambahnya.

Agun juga menerangkan adanya hal berbeda dengan kemenangan paslon 02 di Kab. Kuningan dan Kab. Ciamis. Namun pemenang pileg nya partai PDIP paslon 01 di kedua kab. tersebut.

Karena apa? Karena faktanya konsistensi dan soliditas perjuangan partai-partai pengusungnya dan para caleg-caleg nya dari paslon 02 jauh dan jauh lebih baik dibandingkan konsistensi dan soliditas dari struktur masing-masing partai maupun perjuangan para caleg caleg nya paslon 01.

“Jauh lebih baik 02 dibanding 01 di Ciamis dan Kuningan. Hal ini bisa dilihat dari hasil pileg 2019 dapil jabar 10 dan suara caleg-caleg terpilihnya,” ungkapnya.

Partai dan caleg paslon 02 memdominasi suara pemenangan pileg pada posisi kedua PKS dan Gerindra ke tiga, sementara PDIP di urut ke satu dan golkar diurut keempat. Sementara pilpresnya dimenangkan paslon 02.

“Artinya kemenangan 02 di ciamis dan kuningan sangat relevan dengan perolehan yang sangat signifikan dari PKS dan gerindra pada atas menggeser golkar yang menang di Banjar dan kedua di Pangandaran,” pungkas Agun.

Hal ini terjadi, karena tidak ada nya konsistensi dan soliditas partai dan para calegnya dari Paslon 01.

Ini pembelajaran berharga buat urus partai ke depan yang lebih baik, yang harus mau dan mampu bergotong-royong dan sinergi, pentingnya konsistensi dan Soliditas diantara sesama partai dan caleg yang telah mengikatkan diri. Tidak berjuang sendiri-sendiri.

“Tulisan ini dirujuk apabila kita ingin tetap mempertahankan Pileg dan Pilpres di satukan,” tutup Agun Gunandjar Sudarsa (AGS), Caleg Golkar yang Lolos ke DPR RI dalam Pileg 2019. (Amhar)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Di Gedung Koni, PB PTMSI Pimpinan Peter Resmi Di Lantik

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – KONI Pusat Tono Suratman melantik pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB. PTMSI) masa bakti 2019-2022 dengan Ketua Umum Ir. Peter Layardi Lay, di Gedung KONI Pusat, Jakarta Pada hari Jumat 24 Mei 2019.

Usai dilantik, Peter selaku ketua PTMSI menyampaikan harapannya, supaya teman-teman pengurus bekerja cepat dan mewujudkan keinginan koni pusat. Karna tenis meja ini mendapat perhatian lebih dari ketum koni pusat.

“Jadi kami tidak ingin nengecewakan beliau dan kami akan bekerja keras mewujudkan prestasi yg lebih baik,” ujarnya.

Oleh karna itu, pasca pelantikan ini, kami akan melakukan rapat pleno menentukan langkah program kerja kedepan.

“Pertama yang kami lakukan adalah konsolidasi organisasi, kedua membuat program pembinaan yang terkait seperti membuat liga prifesional untuk menampung adik-adik kita yang sudah senior supaya tetap bisa berprestasi,” Pungkasnya. (Amhar)

Continue Reading

Uncategorized

IKB- UI: Hentikan Tindakan Represif/Brutal – Aparat Keamanan.

Published

on

By


JanoerKoening, Jakarta – Sehubungan adanya aksi damai massa yang sudah dimulai sejak Selasa, 21 Mei 2019, sehingga mengakibatkan benturan dengan aparat keamanan terutama dengan pihak Kepolisian (Polri). Akibatnya, telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka pada masyarat sipil, maka pada hari ini, Rabu 22 Mei 2019, kami Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia (IKB- UI) menyampaikan pernyataan seperti berikut :

  1. Mendesak kepada pimpinan DPR RI untuk segera bersikap pro aktif dengan membentuk Tim Pencari fakta guna investigasi, mengusut tuntas para pihak yang terlibat atas tewas dan timbulnya ratusan korban dari masyarakat sipil ;
  2. Mendesak Presiden Joko Widodo untuk me gambil langkah-langkah hukum normatif dan tegas dan kepada Kapolri dan Menkopolhukam yang telah membiarkan tindakan aparat yang represif & anarkis terhadap massa pengunjuk rasa, dengan menerapan gaya militeristik, brutal dengan melanggar asas demokrasi dan perlindungan HAM ;
  3. sebagaimana Peraturan Kapolri No. 16 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengendalian Massa, pihak Polri seharusnya kebih mengedepankan cara-cara humanis dan tidak represif. Faktanya Polri terindikasi telah melakukan tindakan diluar batas kewajaran, over akting, dan diluar prosedur dalam penanggulangan aksi massa.
  4. Bahwa kami juga mencurigai adanya proses pelaksanaan Pemilu terutama Pilres 2019 ini yang berjalan secara tidak Jurdil, karena tidak netralnya aparat negara/birokrat dan pemanfaatan fasilitas negara oleh Petahana ;
  5. Kepada lembaga negara terkait ; DPR RI, Komnas HAM, dan Ombudsman agar segera membentuk Tim Investigasi atas banyaknya korban meninggal para pengunjukrasa, dan bisa juga untuk dibawa ke lembaga HAM Internasional.

Kami himbau di era demokrasi ini, terutama kepada aparat keamanan agar menghentikan segala bentuk tindakan kekerasan atau represif, yang justru bukan solusi tapi bisa menciptakan kekisruhan dan tidak adanya kepastian hukum masyarakat, “Tutup” Koord. Advokasi Hukum IKB-UI Adv. Djudju Purwantoro. (Ary)

Continue Reading

Uncategorized

Gelar Diskusi, PTAI Se-Indonesia Tegaskan Komitmen Kebangsaan

Published

on

By

JanoerKoening, Jakarta – Bertempat di Rumah Makan Handayani Prima, Matraman, Jakarta Timur, Forkom BEM/DEMA PTAI SE- Indonesia melaksanakan Diskusi Kebangsaan Dengan tema Menegaskan Komitmen Kebangsaan Dalam Upaya Menjaga Stabilitas Keamanan Negara Pasca Pemilu 2019.

Kegiatan ini dilandasi dengan fenomena yang terjadi Pra dan Pasca Pemilu 2019. Banyak perubahan yang terjadi di kalangan elit dan masyarakat. Perubahan ini membawa dampak negative bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

Nica Ranu Andika Presnas Forkom BEM/DEMA PTAI Se-Indonesia dalam sambutannya menyampaikan, Perhelatan politik di Tahun 2019 ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Banyaknya berita hoax dan ujaran kebencian terdengar dan tersebar dikalangan masyarakat, rasa benci dan perbedaan aspirasi yang kerap dibuat begitu meruncing, sehingga persatuan Indonesia pun terkoyak,” ucapnya, di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Sementara dalam penyampaian materi yang disampaikan oleh Letnan Jendral (Purn) TNI. Drs. M. Munir ketua Dewan Analis strategi BIN yang merupakan mantan Sesjen Wantannas mengatakan, bahwa saat ini penegak hukum sudah berupaya untuk memberikan yang terbaik dalam pelaksanaan tugas.

“Kita berharap seluruh pihak dapat menyelesaikan seluruh permasalahan dengan mengikuti prosedural hukum yang berlaku, karena negara kita adalah negara hukum,” Tegasnya.

Selanjutnya, Agus Suherman Tanjung Presnas FORKOM BEM/DEMA PTAI Wilayah Sumsel yang juga hadir dalam kegiatan tersebut dalam sambutannya mengungkapkan “Kita semua berharap yang terbaik bagi Bangsa Negara Indonesia. Pesan Gus Dur kepada kita semua Bahwa tidak yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan, kita menginginkan pemimpin yang terbaik tanpa harus ada pertikaian.”

Usai gelar diskusi, peserta yang hadir di sesi akhir menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut :

  1. Mengimbau kepada para elit politik untuk segera melakukan Rekonsiliasi demi menjaga kerukunan dan persatuan bangsa
  2. Meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi pada narasi-narasi yang cenderung memecah belah persatuan dan Kesatuan
  3. Mengimbau kepada seluruh peserta Pemilu 2019 untuk dapat menyikapi hasil pemilu dengan bijak dan sesuai dengan prosedur yang ada.
  4. Mendorong semua permasalahan dan perselisihan pemilu diselesaikan secara hukum dan konstitusional.
  5. Meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusifitas Indonesia, menuju kedewasaan dalam berdemokrasi.
  6. Menolak gerakan adu domba rakyat, karena akan memecah belah persatuan bangsa dan
  7. Menghimbau kepada seluruh Mahasiswa untuk mendoakan keselamatan Bangsa. (Ary)
Continue Reading

Trending